Tips Menjadi Mentor yang Berkualitas

22 September 2020

  • Share

Kawan PRIMA, sebelumnya kita sudah bahas mengenai bagaimana pentingnya Memiliki Mentor di Kantor Untuk Pacu Karier. Untuk menyambungnya, kali ini kita akan bahas soal tips menjadi mentor yang berkualitas. Ya, topik ini sengaja Jaringan PRIMA bahas khusus buat kamu yang sudah memiliki pengalaman berkarier yang cukup, tapi masih ragu dan kerap mempertanyakan apakah kamu sudah layak atau belum untuk menjadi seorang mentor.

 

Hmm, tapi apa sih untungnya menjadi seorang mentor?

Dalam sebuah sesi mentoring, kebanyakan dari kita beranganggapan bahwa keuntungan hanya akan didapatkan oleh mentee. Eitss, faktanya nggak seperti itu, lho ! Karena sesi mentoring lebih dari sekedar ‘transfer’ nasihat, pengetahuan, dan wawasan. Melalui sesi mentoring, seorang mentor juga dapat meraih berbagai keuntungan dari investasi waktu yang mereka lakukan.

Berikut keuntungan seorang mentor dari sesi mentoring :

  • Kesempatan untuk belajar memahami suatu hal dengan perspektif lebih luas, jelas dan dalam melalui sesi mentoring dengan berbagai mentee yang latar belakangnya berbeda-beda.
  • Menjadi up-to-date dengan melakukan diskusi, dan bertukar ide bersama mentee yang lebih muda.
  • Mengasah keterampilan sebagai pemimpin.
  • Membangun relasi, karena siapa tau junior-mu kelak akan sukses dalam berkarier

 

Terus, buat kamu yang masih beranggapan bahwa menjadi mentor adalah hal merugikan karena tidak digaji, mulailah melihat sesuatu secara lebih luas. Uang memang bisa digunakan untuk traveling, beli barang branded, beli sepeda mahal, hingga rumah impian. Namun memiliki teman, dan hubungan persahabatan adalah hal yang tak ternilai dan tidak dapat digantikan dengan ‘uang’.

 

Lalu, kapan kita bisa jadi mentor untuk orang lain?

Kalau untuk menjadi trainer, career consultant, maupun coach membutuhkan sertifikasi, maupun pendidikan khusus. Maka hal ini akan berbeda dengan menjadi mentor. Kenapa begitu? Ya, seperti yang dijelaskan sebelumnya, untuk menjadi seorang mentor seseorang tidak harus mengenyam pendidikan, maupun sertifikasi khusus. Jadi, wajar aja kalau hingga saat ini nggak ada aturan baku yang mengatur kapan seseorang dikatakan layak menjadi seorang mentor bagi orang lain. Eitss, tapi bukan berarti kamu bisa mengajukan diri sebagai mentor hanya untuk terlihat keren aja lho ya, Kawan PRIMA! Karena nyatanya menjadi seorang mentor nggak mudah, kamu harus siap secara pengalaman, pengetahuan, dan siap akan mental agar bisa menjadi mentor yang baik, dan berkualitas dengan memberikan manfaat bagi orang-orang disekitar kita.

 

Agar bisa menjadi mentor yang berkualitas, berikut tips yang bisa kamu coba:

 

  • Membuka kesempatan bagi mentee untuk belajar menggali lebih banyak hal dari potensi pengalaman dan pengetahuan yang kamu miliki
  • Membiarkan mentee mengambil keputusannya sendiri. Eitss, meski begitu memberikan masukan kepada mentee tetaplah penting sebagai wujud responsibility dan respect dalam hubungan antara mentor dan
  • Pendengar yang Baik. Ya, dengarkanlah dengan seksama apa yang diinginkan oleh mentee-mu terkait harapan karier mereka. Setelah itu, bangun diskusi mengenai sudut pandang masalah dari sisi mereka lalu berikan masukan atas sudut pandang itu berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang kamu miliki.
  • Lakukan penilaian, meski mentor tidak berada dalam jalur formal seperti layaknya atasan di kantor. Setidaknya dengan menjadi mentor kamu bisa menetapkan nilai tiap kali mentee mengalami peningkatan dan penurunan dalam produktivitas kariernya. Dengan begini pendampinganmu menjadi lebih terarah, dan jelas.

 

Terakhir, untuk menjadi mentor yang berkualitas kamu harus terus belajar, menjadi seseorang yang memiliki rasa ingin tahu dan kemauan untuk terus berkembang. Meski kamu adalah seorang mentor dan mungkin dianggap sukses, kamu tetap butuh seorang guru untuk mengetahui apa yang perlu kamu lakukan, serta guru untuk memberikan navigasi tentang apa yang perlu difokuskan untuk perkembangan karier.

 

Nah, Bagaimana Kawan PRIMA? Sudah siap kah kamu untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan menjadi mentor? Bila iya, jadilah mentor yang berkualitas, dan mendatangkan banyak manfaat untuk mentee dengan mengikuti tips pada artikel ini ya. Sttt… tak kalah penting, jangan sombong hanya karena kamu adalah seorang mentor, ingat selalu bahwa diatas langit masih ada langit.

 

 

 

Artikel Terkait:

Memiliki Mentor di Kantor Untuk Pacu Karier

Career Goals, Gaji Besar Atau Jabatan Tinggi?

Bedanya Pekerja Keras Dengan Workaholic

Work Life Balance Agar Bisa Pulang Teng Go

Tips Usir Kantuk Di Kantor

 

 

Referensi:

topkarir.com

ekrut.com

michaelpage.com

qerja.com

bridge-talent.com

koinworks.com

berita lainnya

Sama halnya dengan detoks kesehatan dimana kamu hanya akan konsumsi makanan tertentu untuk membersihkan racun pada tubuh, detoks keuangan juga berguna bagi kamu yang ingin menghilangkan racun pada finansialmu.... Selengkapnya >
Mengambil cuti untuk sekedar melakukan me time maupun aktivitas bersama keluarga tetaplah penting dilakukan saat pandemi lho….... Selengkapnya >
Stres aja sudah tidak baik untuk kesehatan mental, apalagi kalau terjadi secara berkepanjangan? Tentu, stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik serta melemahkan daya tahan tubuh... Selengkapnya >