30 January 2026
Kawan PRIMA, kemudahan layanan digital memang membuat aktivitas keuangan semakin praktis. Namun di balik kenyamanan tersebut, ancaman penipuan juga ikut berkembang dengan berbagai modus yang semakin meyakinkan. Salah satu yang belakangan marak terjadi adalah penipuan melalui call center palsu yang mengatasnamakan bank atau penyelenggara jasa keuangan.
Modus ini menjadi perhatian serius yang merupakan bagian dari kampanye Gerakan Bersama Perlindungan Konsumen (GEBER PK) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan aktif melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan finansial, khususnya di era transaksi digital.
Dalam praktiknya, pelaku penipuan akan menghubungi calon korban melalui telepon, SMS, atau aplikasi pesan instan. Mereka mengaku sebagai petugas call center resmi dari bank, dompet digital, atau lembaga keuangan tertentu. Bahasa yang digunakan terdengar profesional, sopan, dan sering kali disertai nada mendesak.
Pelaku biasanya menyampaikan alasan seperti adanya transaksi mencurigakan, akun terancam diblokir, atau klaim hadiah dan pengembalian dana. Korban kemudian diarahkan untuk segera melakukan verifikasi agar masalah dapat “diselesaikan”.
Di tahap inilah penipu mulai meminta data pribadi dan data perbankan, seperti nomor kartu, PIN, kode OTP, hingga password mobile banking. Jika data tersebut diberikan, pelaku dapat dengan mudah mengakses rekening korban dan menguras saldo tanpa disadari.
Penipuan call center palsu sering berhasil karena memanfaatkan kepanikan dan kurangnya kewaspadaan. Ketika dihadapkan pada ancaman kehilangan dana atau pemblokiran akun, banyak orang bereaksi secara spontan tanpa sempat melakukan pengecekan.
Selain itu, pelaku kerap menggunakan nomor telepon yang menyerupai nomor resmi atau menampilkan identitas palsu yang terlihat meyakinkan. Hal ini membuat korban semakin percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan pihak yang berwenang.
Padahal, Kawan PRIMA perlu memahami bahwa call center resmi tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah, apa pun alasannya.
Kampanye ini menekankan bahwa perlindungan konsumen tidak hanya bergantung pada sistem keamanan penyelenggara, tetapi juga pada kesadaran pengguna dalam menjaga data pribadi. Literasi digital menjadi kunci penting agar masyarakat mampu mengenali ciri-ciri penipuan dan mengambil langkah yang tepat.
Upaya ini sejalan dengan komitmen ekosistem pembayaran nasional, termasuk Jaringan PRIMA, dalam menghadirkan layanan transaksi yang aman, lancar, dan andal bagi masyarakat.
Baca juga: Jaga Privasi Data Anda dalam Data Privacy Day!
Untuk melindungi diri, Kawan PRIMA dapat menerapkan langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Kawan PRIMA, keamanan transaksi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kewaspadaan setiap pengguna. Di tengah derasnya informasi digital, penting untuk tidak mudah percaya pada sumber yang belum jelas kebenarannya. Pastikan selalu melakukan verifikasi nomor dan informasi melalui kanal resmi penyelenggara. Perlu diingat, call center resmi tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah.