7 Investasi yang Cocok Bagi Milenial

23 June 2020

  • Share

Kawan PRIMA, sebelumnya kita sempat bahas mengenai Investasi yang Cocok Bagi Kaum Milenial. Sedikit flashback, waktu itu kita bicara soal bagaimana cara memulai investasi dari menentukan tujuan, modal, hingga memahami resiko diri dalam memulai investasi. Pada artikel ini seperti judulnya kita akan bahas lebih dalam dari sisi instrumen investasinya.

Hmmm, emangnya seberapa penting sih pemahaman soal instrumen investasi ?

Gimana ya…, bisa dibilang ini adalah hal yang sangat krusial nih Kawan PRIMA. Instrumen investasi merupakan pilihan aset di mana kamu akan menanamkan modal ke dalamnya. Tanpa kamu mengetahui pertumbuhan jenis aset, liquid engga nya aset tersebut, hingga besaran resiko produk investasi (low, medium, or high risk investment ), yang ada investasi yang kamu lakukan bukan untung, tapi buntung karena menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan return of investment yang nggak memuaskan.

Lalu, instrumen investasi apa aja sih yang cocok untuk saat ini?

Untuk menjawabnya, berikut rekomendasi instrumen investasi populer berdasarkan jangka waktu, dan pertimbangan keadaan pandemi yang pastinya cocok juga bagi kaum milenial:

 

Investasi Jangka Pendek (≤ 1 Tahun)

1. Reksa dana Pasar Uang

Reksa dana sendiri merupakan instrumen investasi yang dipercaya paling praktis karena dengan menanamkan aset pada produk reksa dana, kamu tidak perlu memantau perkembangan aset terus-menerus karena dalam reksa dana ada MI atau Manajer Investasi yang akan membantumu dalam alokasi investasi.

Jenis reksa dana sendiri sebenarnya ada empat macam, namun yang berjangka pendek dan paling minim resiko ya reksa dana pasar uang. Seperti namanya, pada reksa dana pasar uang, manajer investasi akan menempatkan uang investor 100% pada beberapa pasar uang. Jenis reksa dana ini juga bisa dibilang investasi yang liquid, lho. Kenapa? karena dana dalam reksa dana pasar uang bisa ditarik tanpa harus menunggu masa jatuh tempo.

Kelebihan lainnya dari reksa dana pasar uang adalah kamu nggak perlu pusing mikirin modal yang besar karena berinvestasi pada instrumen satu ini bisa dimulai hanya dengan  Rp 100 Ribu . Namun, perlu diketahui bahwa return of investment dari reksa dana pasar uang tidak sebesar investasi lainnya ya…

 

2. Deposito Berjangka

Berinvestasi dengan deposito bisa dibilang mirip dengan menabung. Bedanya, kamu nggak bisa setiap saat mengambil uang yang sudah didepositokan seperti halnya menabung. Jenis investasi ini juga hampir dimiliki oleh semua bank. Kelebihan lainnya adalah deposito dijamin oleh Lembaga Pinjam Simpan (LPS).

Berdasarkan jangka waktu, deposito  juga memiliki waktu simpan yang berbeda-beda, ada yang 3 bulan, 6 bulan, hingga satu tahun, tergantung bank dan produk depositonya. Lalu, untuk bunga yang ditawarkan deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan, dan beda-beda ya pada setiap bank.

 

3. P2P Lending

Menjadi pendana di platform P2P atau peer to peer lending menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang kini sangat diminati, termasuk oleh kaum milenial. Hal ini terjadi karena imbal hasil instrumen ini bisa mencapai 2 kali lipat bahkan lebih jika dibandingkan dengan deposito berjangka. Modal untuk memulai investasi dengan instrumen ini juga beragam pada setiap platform, ada yang mulai dari Rp 100 Ribu, Rp 1 Juta, bahkan hingga Rp 5 Juta. Keunggulan lainnya adalah transaksi yang praktis dan dapat diakses secara online. Wah, menarik ya Kawan PRIMA… Namun, perlu kamu ketahui kalau P2P Lending juga ada risikonya, yaitu risiko dana yang tidak bisa langsung di investasikan karena  proses crowdfunding pada peer to peer lending, dan risiko default (gagal bayar).

Selain itu, untuk cara kerjanya, peer to peer lending adalah wadah peminjaman dana. Investor pada platform ini secara tidak langsung adalah pendana (lender) untuk para peminjam (borrower) di dalamnya. Sebagai investor, kamu dapat memilih langsung siapa saja yang mau kamu berikan pinjaman di platform tersebut. Namun, besaran bunga yang yang diberikan kepada investor ini berbeda-beda ya, tergantung dari masing-masing peer to peer lending.

 

Investasi Jangka Menengah (1 – 5 Tahun)

4. Obligasi Pemerintah RI

Obligasi pemerintah RI dibagi menjadi empat yakni Sukuk Ritel, Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Tabungan, dan Saving Bond Ritel (SBR). Pembelian obligasi pemerintah  dapat dimulai dari nominal Rp1 Juta dan kelipatannya. Untuk obligasi yang paling dekat, ada ORI Seri 017 (ORI017) yang dirilis secara virtual pada 15 Juni 2020 lalu, dan akan dibuka hingga 9 Juli 2020. Coupon rate (imbal balik) dari beberapa obligasi ini jelas beda-beda ya. Bahkan, disatu obligasi yang sama, beda seri pun dapat mempengaruhi coupon rate-nya. Untuk ORI017 ini memiliki coupon fix rate 6,4% dengan tenor 3 tahun, dan akan dibayarkan setiap tanggal 15.

Soal keamanan investasinya nggak perlu diragukan karena dijamin langsung oleh negara. Terus liquid nggak ? Tentu! Karena dana bisa dicairkan di pasar sekunder apabila sewaktu-waktu membutuhkan uang mulai dari bulan kedua, atau September 2020 dengan kelipatan Rp1 Juta.

Kementerian Keuangan juga menambahkan bahwa ORI017 patut dipertimbangkan, karena sudah jelas menguntungkan secara bunga yang lebih besar dan pajak yang lebih kecil daripada deposito. Selain menguntungkan secara materil, dengan berinvestasi ORI017, kamu juga turut membantu pemerintah dalam pembiayaan dan memberi subsidi bunga pada UMKM terdampak pandemi COVID-19.

 

Investasi Jangka Panjang (>5 Tahun)

5. Emas atau Logam Mulia

Bisa dibilang, emas ini adalah investasi yang paling kuno. Tapi, jangan salah! Emas memang investasi yang tergolong konvensional, namun imbal baliknya dinilai masih memuaskan sampai sekarang. Apalagi di tengah pandemi ini, emas menjadi instrumen investasi yang menjanjikan karena risikonya yang kecil, dan sifatnya yang liquid.

Pada Februari 2020 saja pertumbuhan nilai emas tercatat 22% yoy dibanding Februari 2019. Meski harga emas dalam 1 tahun terakhir naik cukup signifikan, modal untuk investasi emas ini nggak kecil lho ! Makanya, kamu tetap perlu mempertimbangkan harga buyback (harga jual) dan jangka investasi sebelum membeli emas. Ini berlaku karena pada dasarnya emas adalah jenis investasi jangka panjang.

Sttt.. tapi perlu kamu ketahui nih Kawan PRIMA, emas untuk investasi itu bentuknya lempengan atau batangan dan bersertifikat, bukan dalam bentuk perhiasan ya, hehehe…

 

6. Properti

Harganya yang terus meningkat dari tahun ke tahun menjadikan properti sebagai instrumen investasi yang menarik bagi sejumlah investor. Namun perlu diketahui, properti merupakan investasi yang tidak liquid , butuh modal yang besar, dan juga butuh cost perawatan.

Sebagai instrumen investasi, kamu punya dua pilihan untuk dapat memperoleh keuntungan, yang pertama, menunggu sampai nilai properti naik dan kemudian menjualnya. Kedua, menyewakan properti yang dimiliki. Usaha ini dijamin mampu mendatangkan passive income yang sangat menggiurkan tentunya. Tapi, dalam menyewakan properti kamu juga harus siap dengan risiko kerusakan yang mungkin akan timbul setelah masa sewa usai.

 

7. Reksa dana Saham

Reksa dana saham merupakan instrumen yang berbeda ya dengan investasi saham pada umumnya. Kalau dari segi resiko, diantara 4 macam reksadana, instrumen reksa dana saham memang memiliki risiko yang paling tinggi. Namun, bila instrumen ini dibandingkan dengan investasi saham pada umumnya, jelas kalau reksa dana saham lebih minim risiko karena bantuan manajer investasi.

Selain itu, dari imbal balik nampaknya untuk era new normal  ini pemenang aset investasi masih jatuh ke tangan instrumen investasi saham, dan secara tidak langsung ini bisa saja mempengaruhi reksa dana saham. Hal ini dikarenakan entitas yang paling diuntungkan dengan adanya keadaan new normal ini adalah perusahaan yang sebelumnya tidak dapat beroperasi karena dianggap non-esensial seperti mall.

Bagaimana Kawan PRIMA, kira-kira instrumen investasi mana yang paling cocok nih buat kamu? Bagi kamu yang sekarang mengalami sumber pendapatan dan keuangannya sedang tidak stabil, baiknya utamakan dulu kebutuhan sehari-hari mu dibanding dengan berinvestasi. Namun, bagi kamu yang pendapatannya masih stabil, kamu bisa mencoba instrumen investasi sesuai dengan kemampuan finansial dan risiko dirimu ya…

 

 

Artikel Terkait:

Investasi Yang Cocok Bagi Kaum Milenial

Tips Mengatur Keuangan Di Tengah Pandemi COVID-19

Film Yang Wajib Kamu Tonton Buat Inspirasi Usaha

Modal Utama Bisnis: Uang Atau Mindset ?

 

 

Referensi:

kemenkeu.go.id

market.bisnis.com

cnbcindonesia.com

koinworks.com

aturduit.com

lifepal.co.id

finansialku.com

berita lainnya

Dalam rangka menyambut hari Bank Indonesia yang diperingati setiap tanggal 5 Juli, Jaringan PRIMA mengajak kamu untuk mengenali Bank Sentral kita ini.... Selengkapnya >
Sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No. 16/25/DKSP tanggal 31 Desember 2014, cara verifikasi dengan tanda tangan ini tidak akan berlaku lagi efektif mulai 1 Juli 2020 di Indonesia, dan akan digantikan menggunakan PIN (Personal Identification Number) yang berupa 6 digit angka... Selengkapnya >
ntuk meningkatkan kewaspadaanmu dalam memilih perusahaan penyedia produk investasi, berikut tips terhindar dari investasi bodong:... Selengkapnya >