5 Metode Pembayaran Canggih yang Ada di Dunia

28 October 2020

  • Share

Kawan PRIMA, dengan teknologi pendukung di era serba digital ini apa sih yang tidak bisa dilakukan? Ya, nyaris semua yang dulu dilakukan serba manual, kini bisa diproses dengan praktis, dan dilakukan dalam sekejap mata. Begitu juga dengan metode pembayaran, sistem pembayaran elektronik terus berkembang dan meninggalkan cara-cara tradisional. Berkat hal tersebut transaksi juga diproses menjadi kian sederhana. Tak sampai disitu, inovasi di dunia teknologi ini juga semakin lama makin canggih dan tak terbayangkan sebelumnya, lho.

Hmm, tapi kira-kira apa aja ya metode pembayaran canggih yang ada di dunia hingga saat ini? Untuk menjawab hal ini, berikut 5 metode pembayaran canggih yang ada di dunia:

1. Bayar pakai senyum

Siapa sangka bahwa senyum bisa dipakai sebagai alat pembayaran? Canggih bukan? Ya, cara pembayaran dengan senyuman (Smile to Pay) yang diperkenalkan di China ini menggunakan face recognition payment technology. Salah satu restoran cepat saji ayam goreng di kota Hangzhou sudah menerapkan teknologi pembayaran non tunai, Smile to Pay. Cara kerjanya cukup sederhana, yaitu dengan memindai wajah konsumen untuk membayar menu yang dibeli. Setelah itu masukkan nomor ponsel untuk konfirmasi pembayaran. Tujuan dibuatnya sistem pembayaran ini adalah agar terhindar dari penipuan dan pemalsuan identitas, karena alat pemindai wajah ini dikombinasikan dengan kamera 3D dan deteksi algoritma.

2. Retina Scan Payment

Bila sebelumnya kita bahas bayar dengan senyuman, kini pembayaran juga dapat dilakukan dengan tatapan mata atau Retina Scan Payment. Transaksi pembayaran dengan tatapan mata ini tersedia dalam smartphone keluaran Jepang. Bermula pada tahun 2015, salah satu perusahaan telekomunikasi di Jepang menjalin kerja sama dengan produsen smartphone. Kolaborasi ini menciptakan ponsel pintar pertama dunia yang menggunakan teknologi pengenalan selaput pelangi mata. Selain itu, teknologi pengenalan ini disebut-sebut memiliki sistem pembayaran yang sangat aman, sebab kamera ponsel akan memindai mata pengguna dan menangkap pola kompleks pada selaput pelangi pada mata manusia. Lalu bagaimana bila hendak melakukan transaksi? Jika ingin melakukan transaksi, pengguna cukup mengarahkan penglihatan ke layar kamera handphone. Fitur biometric eye print pada smartphone tersebut akan memindai pola pada mata pengguna.

 3. Microchip Implant

Swedia juga menjadi salah satu negara yang memulai microchip implant kepada warganya. Setelah melakukan serangkaian uji coba yang dimulai pertama kali pada 2015, Swedia menanamkan microchip implant kepada warganya dalam skala besar. Sekitar 4.000 warga Swedia telah ditanami microchip yang berisi detail identitas mereka. Teknologi microchip implant yang ditanamkan di bawah kulit, dekat pergelangan tangan ini membuat aktivitas masyarakat dan transaksi pembayaran menjadi lebih praktis. Jadi tidak perlu repot lagi membawa dompet dan uang tunai, urusan tiket kereta, kartu akses bahkan media sosial bisa dilakukan dengan microchip implant. Microchip implant menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC), sama seperti kartu kredit contactless atau pembayaran seluler. Ketika diaktifkan oleh smartphone atau alat scanner beberapa sentimeter jauhnya, sejumlah kecil data mengalir antara kedua perangkat melalui gelombang elektromagnetik.

 4. Fingerprint

Dahulu, sidik jari (fingerprint) hanya digunakan sebagai daftar kehadiran karyawan dan akses masuk ke suatu gedung atau kantor. Namun, kini sidik jari bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran. Pada tahun 2015, Jepang memulai pengujian sistem teknologi Fingerprint Payment untuk memudahkan transaksi pembayaran masyarakatnya. Tak hanya untuk membeli barang dan jasa, penggunaan sidik jari juga untuk memverifikasi identitas. Fakta uniknya, Jepang kini masih dalam tahap pengujian sistem sidik jari untuk menarik uang dari mesin ATM. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi kasus penipuan transaksi dengan kartu curian.

5. QRIS

Tak kalah canggih, Indonesia punya metode pembayaran dengan QR Code, atau lebih dikenal QRIS (dibaca kris) yang diluncurkan pada 17 Agustus 2019. QRIS merupakan penyatuan berbagai kode QR dari Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menjadi satu QR Code.  Sederhananya ketika kita hendak jajan atau berbelanja  kita nggak perlu repot untuk mencocokan aplikasi pembayaran dengan QR Code yang ada merchant karena kamu bisa transaksi pakai aplikasi pembayaran apapun pada semua merchant QRIS. Just scan and pay!

 

Nah Kawan PRIMA, itulah 5 metode pembayaran paling canggih di dunia. Untuk QRIS bisa kamu bisa langsung coba dan rasakan kemudahannya. Kalau kamu masih kepo mengenai QRIS, klik disni untuk informasi selengkapnya.

 

Artikel Terkait:

Satu QRIS Untuk Seluruh Pembayaran

5 Hal Yang Kamu Wajib Tahu Tentang QRIS

Mengenal Bank Indonesia

Indonesia Menuju Cashless Society

3 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Transaksi Menggunakan Uang Elektronik

 

Referensi:

bi.go.id

liputan6.com

cermati.com

berita lainnya

Sepanjang perjalanan bangsa ini, setidaknya tercatat 2 nama pahlawan ekonomi yang berhasil menjaga kestabilan ekonomi Indonesia saat diterpa krisis.... Selengkapnya >
Ada yang namanya utang produktif, dan juga utang konsumtif. Penasaran kan apa bedanya dari 2 jenis utang pribadi ini? Tanpa berlama-lama berikut penjelasan soal utang produktif dan utang konsumtif:... Selengkapnya >
Jaringan PRIMA menyiapkan tips untuk mempertahankan bisnis rintisan di tengah Pandemi. Berikut tips agar startup dapat survive ditengah pandemi:... Selengkapnya >