Bijak Kelola Keuangan Jelang Lebaran di tengah Pandemi COVID-19

12 May 2020

  • Share

Kawan PRIMA, minggu kemarin kita sudah sempat bahas Tips Mengatur Keuangan di tengah Pandemi COVID-19. Pada artikel ini, seperti judulnya kita akan bahas mengenai cara bijak kelola keuangan jelang lebaran di tengah COVID-19.

Biasanya menjelang lebaran, kita menantikan yang namanya Tunjangan Hari Raya (THR) bukan? Namun tahun ini akan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mungkin ada yang kecewa karena THR-nya ditunda? Sedih karena nggak dapat THR tahun ini? Atau bersyukur karena masih dapet THR? Ya, itu semua memang sah-sah saja. Namun, di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang belum diketahui pasti kapan berakhirnya, ada baiknya Kawan PRIMA yang dapet THR maupun yang nggak dapet THR mengelola keuangan jelang lebaran dengan lebih bijak. Semua kita lakukan agar keuangan kita dapat ‘survive’ hingga pandemi berakhir.

Gimana caranya? Kita bahas satu persatu:

Atur Prioritas

Entah itu THR, gaji bulanan, ataupun penghasilan harian, mengatur prioritas merupakan hal penting yang nggak boleh terlewat dalam mengelola keuangan. Namun, sebelum mengatur prioritas keuangan, kamu perlu mengenali kondisi finansialmu terlebih dahulu. Setelah itu kamu dapat menyusun budget berdasarkan kondisi finansialmu, dan mulai menyusun prioritas keuangan.

Lalu, situasi Pandemi ini, bagi yang dapet THR sebaiknya diprioritaskan untuk apa sih?’’

Jawaban dari pertanyaan ini kembali lagi pada kondisi keuangan masing-masing ya. Bila saat ini kamu masih dapat THR, sumber pendapatan, dan keuanganmmu masih stabil, sah-sah saja mengalokasikan pengeluaran untuk belanja lebaran, tapi secukupnya ya Kawan PRIMA. Toh lebaran tahun ini tidak ada momen berkumpul dan bersilaturahmi secara fisik, jadi lebih baik gunakan THR-mu untuk  ditabung, maupun diinvestasikan.

Kalau yang nggak dapet THR gimana?

Buat kamu yang nggak dapat THR tahun ini, atau sumber pendapatan, dan keuanganmu belakangan kurang stabil, prioritaskan pengeluaranmu untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti bahan makanan, membayar tagihan listrik, air, internet, komunikasi, dsb. Tunda pembelian barang yang tidak ada dalam skala prioritas. Jelang hari lebaran, kamu juga dapat mencoret kebutuhan seperti kue, makanan lebaran, hingga baju baru. Rayakan saja dengan sederhana, toh di masa PSBB ini silahturahmi langsung tidak memungkinkan. Jadi, tidak perlu menyiapkan kue dan makanan lebaran ya…

Dana Darurat dan Cicilan

Masih bingung untuk bayar cicilan atau mengumpulkan dana darurat? Bisa nih ikutin saran dari konsultan finansial, Prita Ghozie dengan mengalokasikan THR untuk membayar cicilan ataupun menambah jumlah dana darurat. Untuk presentase alokasi dana-nya, Prita tidak membuat aturan khusus. Hmm, jadi ini kembali lagi pada kondisi keuangan masing-masing ya.

Sebaliknya, bagi Kawan PRIMA yang tidak dapat THR atau yang kehilangan pekerjaan tidak perlu memaksakan diri untuk mengumpulkan dana darurat ya.  Mencukupi kebutuhan pokok / dasar sehari-hari jadi prioritas utama. Bagi yang masih kepo soal dana darurat, klik disini.

Modal Usaha

Tidak dapat THR hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di tengah Pandemi COVID-19 memang terasa berat. Tapi, daripada terus larut merenungi nasib, kamu bisa petik hal positive nih! Misalnya menjadikan gaji atau uang pesangon yang kamu terima sebagai modal usaha kecil-kecilan seperti bisnis online shop, bisnis catering harian, dsb. Namun ingat, jangan memaksakan untuk menggunakan seluruh dana yang kamu miliki untuk modal usaha.

Investasi

Buat yang satu ini kamu boleh ‘skip’ nih kalau tahun ini kamu nggak dapet THR. Namun, bila kamu dapet THR, dan kebutuhan sehari-hari, dana darurat, hingga belanja lebaran sudah terpenuhi, kamu bisa mencoba berinvestasi dari sisa THR yang ada. Eitss, sebelum mulai berinvestasi, kamu perlu mengenali tujuan, modal, dan juga profil diri dalam berinvestasi. Kalau sudah paham, kamu bisa lanjut dengan menentukan instumen investasi yang paling tepat sesuai dengan tujuan investasi, ketersediaan modal, dan juga profil dirimu saat ini. Ada beberapa pilihan investasi seperti reksadana, P2P (peer-to-peer lending), dan nabung saham. Meski ada 3 pilihan awal, jangan gegabah ya! Cukup pilih satu dari tiga pilihan, kemudian coba daftar dan beli. Setelah itu pelajari cara mengoptimalkan keuntungan di investasi tersebut. Bagi pemula jangan berpikir untung, dan profit besar di awal. Tanamkan mindset berinvestasi dengan ‘benar’, niscaya profit akan mengikuti.

Nah Kawan PRIMA, semoga artikel ini dapat membantumu dalam mengelola keuangan jelang lebaran di tengah Pandemi ini ya... Tetap ingat, bagaimanapun keadaaan finansial kita saat ini, jangan pernah salahkan keadaaan atau siapapun, cobalah untuk selalu bersyukur dan menyikapi dengan bijak supaya keuangan kita semua tetap ‘survive ’ di tengah Pandemi.

 

Artikel Terkait:

Ramadan di tengah Pandemi COVID-19

Tips Mengatur Keuangan di tengah Pandemi COVID-19

Produktif Cari Penghasilan Tambahan Walaupun #DiRumahAja

Investasi yang Cocok Bagi Kaum Milenial

 

 

Referensi:

money.kompas.com

biz.kompas.com

suara.com

finansialku.com

kumparan.com

finance.detik.com

 

 

berita lainnya

Kawan PRIMA, selain kerja keras, nyatanya kita harus pandai dalam melakukan pengelolaan aset pribadi untuk dapat menggapai merdeka finansial. Baik itu dengan cara berinvestasi, maupun trading, intinya kita harus paham dulu seluk beluknya seperti bagaimana cara kerjanya, jenis-jenis produknya apa saja, level resikonya, hingga berapa besar cuan yang bisa didapat.... Selengkapnya >
Kawan PRIMA, sebelumnya kita sudah bahas soal cara merdeka finansial dengan menerapkan financial wisdom. Masih dengan topik merdeka finansial, pada artikel ini kita akan bahas soal fakta di balik pensiun dini. Hmm, tapi sebelumnya kira-kira apa itu pensiun dini, dan apa hubungannya antara merdeka finansial dan pensiun dini?... Selengkapnya >
Merdeka finansial banyak diartikan sebagai kondisi dimana besarnya arus pendapatan pasif yang mencukupi kebutuhan hidup, kepemilikan atas berbagai aset berharga (rumah, tanah, emas, dsb), maupun merdeka dari beban utang, dan cicilan.... Selengkapnya >