Tips Atasi Quarter Life Crisis

30 July 2020

  • Share

Kawan PRIMA, pasti pernah denger dong istilah ‘fase baru dalam kehidupan’? Ya, rangkaian fase baru dalam kehidupan seperti lulus dari pendidikan, memulai karir, membangun rumah tangga, hingga berkeluarga akan banyak terjadi di usia seperempat abad (25 tahun). Pada awal menjalani fase ini, tak jarang kita akan mengalami struggle dalam kehidupan atau quarter life crisis.

 

Hmm, apa itu Quarter Life Crisis?

Quarter life crisis merupakan fase atau periode ketika seseorang cemas, ragu, gelisah, dan bingung terhadap tujuan hidupnya. Tidak hanya tujuan hidup, kondisi ini juga termasuk pada kondisi orang yang ragu akan kualitas hidupnya kini, seperti pekerjaan, asmara, hubungan dengan orang lain, keuangan atau yang ragu akan masa depannya. Biasanya kondisi ini akan membuat kita menyadari bahwa ada hal yang harus diubah dalam hidup, namun kita tidak tahu apa dan bagaimana cara untuk memulainya. Keadaan quarter life crisis ini akan membuat kita merasa kebingungan, cemas, takut, ragu, tidak percaya diri, atau kesepian.

 

Krisis ini sangat sering terjadi ketika kamu mulai memasuki usia 20-30 tahun. Meski namanya quarter life crisis, nyatanya seseorang tak mesti berusia 25 tahun keatas untuk mengalaminya. Ada saja orang-orang yang menghadapi krisis ini usia 18 tahun. Berdasarkan survei yang dilakukan Linkedin tahun 2017, 75% dari orang berusia 25-33 tahun di seluruh dunia mengaku pernah mengalami quarter life crisis dengan usia rata-rata terbanyak adalah di usia 27 tahun. Jadi, tidak ada patokan pasti untuk mengalami quarter life crisis ini ya Kawan PRIMA, semua tergantung dari lingkungan sekitar dan tuntutan sosial yang dialami oleh masing-masing individu.

 

 

Lalu, gejala quarter life crisis itu apa aja sih?

 

  1. Minder melihat keadaan ekonomi dan sosial teman-teman yang seumuran denganmu. Dimana mereka mulai merintis karir dan bisnis yang berprospek, membangun rumah tangga, atau bahkan punya anak.
  2. Ditambah, mulai ada tuntutan dari orang-orang terdekat untuk ‘menikah’ atau ‘membuka bisnis’ yang katanya untuk ‘masa depan yang lebih baik’ - seakan-akan orang lain lebih tahu soal jalan hidupmu dibanding dirimu sendiri.
  3. Hingga akhirnya, hal-hal itu seringkali membuatmu merasa hidup yang ‘begini-begini aja’. Bahkan seringkali kamu bingung harus melakukan apa dan merasa stuck dengan keadaanmu sekarang.

 

Untuk kamu yang merasa relate banget dengan keadaan ini, Jaringan PRIMA sudah siapin tips untuk mengatasi quarter life crisis, kita bahas satu-satu ya.

 

1. Kenali Dirimu

Terdengar klise, namun untuk mengatasi quarter life crisis ini merupakan awal yang penting. Kenapa gitu? Ya, karena untuk memperbaiki apa yang ada didalam dirimu, tentunya kamu harus mengenali dirimu sendiri. Simpelnya kamu cukup kenali kelebihan serta kekuranganmu, dan jadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk menjalani hidup.

 

2. Stop bandingkan diri dengan orang lain

Setelah mengenali dirimu sendiri, quarter life crisis tidak begitu saja teratasi. Upaya lanjutannya adalah kamu harus berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain misalnya dengan mengurangi penggunaan media sosial. Karena percayalah bahwa kita punya jalan dan proses pendewasaannya masing-masing. Proses yang kamu alami tidak akan sama dengan yang temanmu alami. Selain itu, kamu tidak akan pernah tahu struggle yang sebenarnya mereka alami dan proses di baliknya. Jadi, lebih baik fokus ke diri sendiri aja ya, Kawan PRIMA!

 

3. Jangan memendam segalanya sendiri

Sebagai makhluk sosial, kamu juga sesekali membutuhkan pertolongan orang lain untuk mencari solusi dari masalah. Nah, untuk itu jangan ragu untuk membagikan atau bercerita kepada keluarga, pasangan, atau teman mengenai masalah dan keraguan yang tengah kamu hadapi. Selain sharing membuatmu menjadi lebih lega, bisa saja orang yang mendengarkan masalahmu ternyata pernah mengalami pengalaman serupa, sehingga dapat memberikan insight yang berguna untuk memecahkan masalah yang tengah kamu hadapi.

 

4. Menyusun rencana hidup

Tidak perlu terlalu jauh, cukup 5 tahun ke depan. Pertimbangkan dan pertanyakan pada dirimu sendiri, kamu ingin berada dimana dan sudah mencapai apa saja. Lalu, pikirkan juga dengan matang bagaimana kamu meraih mimpi dalam 5 tahun tersebut. Dengan ini, rencana hidupmu akan lebih teratur. Seperti yang pernah kita bahas nih Kawan PRIMA, dengan membuat rencana hidup, tentu akan berkaitan secara langsung dengan rencana keuangan. Jadi bisa dibilang selain rencana hidup, menyusun rencana finansial juga dapat membantumu atasi quarter life crisis ya…

 

Nah Kawan PRIMA, semoga informasi ini membantumu dalam menangani quarter life crisis ya.. Perlu diingat bahwa quarter life crisis bukanlah hal yang buruk, tapi suatu proses pendewasaan diri. Jadi tetap semangat ya, Kawan PRIMA! You can get through this!

 

Artikel Terkait:

Me Time Untuk Jaga Kesehatan Mental Di Rumah

3 Tren Hiburan Di Era New Normal

Latte Factor : Penyebab ‘Bokek’ Kaum Milenial

Beli Barang Branded, Investasi Atau Gengsi?

 

 

Referensi:

kumparan.com

hellosehat.com

alodokter.com

news.linkedin.com

berita lainnya

Kawan PRIMA, selain kerja keras, nyatanya kita harus pandai dalam melakukan pengelolaan aset pribadi untuk dapat menggapai merdeka finansial. Baik itu dengan cara berinvestasi, maupun trading, intinya kita harus paham dulu seluk beluknya seperti bagaimana cara kerjanya, jenis-jenis produknya apa saja, level resikonya, hingga berapa besar cuan yang bisa didapat.... Selengkapnya >
Kawan PRIMA, sebelumnya kita sudah bahas soal cara merdeka finansial dengan menerapkan financial wisdom. Masih dengan topik merdeka finansial, pada artikel ini kita akan bahas soal fakta di balik pensiun dini. Hmm, tapi sebelumnya kira-kira apa itu pensiun dini, dan apa hubungannya antara merdeka finansial dan pensiun dini?... Selengkapnya >
Merdeka finansial banyak diartikan sebagai kondisi dimana besarnya arus pendapatan pasif yang mencukupi kebutuhan hidup, kepemilikan atas berbagai aset berharga (rumah, tanah, emas, dsb), maupun merdeka dari beban utang, dan cicilan.... Selengkapnya >