Payday Datang, Link Palsu Menghadang!

2 November 2026

  • Share

Payday Datang, Link Palsu Menghadang!

Kawan PRIMA, tanggal gajian selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Setelah bekerja sepanjang bulan, akhirnya saldo rekening bertambah! Saatnya membayar tagihan, memenuhi kebutuhan rumah tangga, menabung, atau sesekali memberikan self reward.

Namun, di tengah kesibukan mengatur keuangan setelah gajian, ada ancaman yang perlu diwaspadai, yaitu penipuan link palsu atau phishing.

Bayangkan Kawan PRIMA menerima WhatsApp berisi pemberitahuan hadiah khusus nasabah, promo belanja payday, atau permintaan pembaruan data rekening. Pesannya terlihat meyakinkan, lengkap dengan logo perusahaan dan tautan yang menyerupai situs resmi.

Hati-hati! Tautan tersebut bisa menjadi jebakan untuk mencuri informasi pribadi hingga mengakses rekening korban.

Penipuan Digital 2026, Seberapa Serius Ancamannya?

Ancaman penipuan keuangan digital masih menjadi perhatian serius sepanjang 2026.

Berdasarkan data Pusiknas Bareskrim Polri, terdapat 33.163 kasus penipuan atau perbuatan curang yang dilaporkan sejak Januari hingga 22 September 2026. Bahkan, laporan pada Juli mencapai 4.035 kasus, tertinggi dalam periode tersebut. 

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 702.342 laporan penipuan transaksi keuangan yang diterima Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sejak beroperasi pada November 2024 hingga September 2026.

Angka tersebut mencakup berbagai modus penipuan, tetapi cukup menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus dijaga, termasuk ketika menerima pesan mencurigakan menjelang maupun setelah gajian.

Kenali Modus Link Palsu yang Mengincar Rekening

Pelaku phishing sering memanfaatkan rasa penasaran, kekhawatiran, atau keinginan korban memperoleh keuntungan.

Beberapa contoh pesan yang perlu dicurigai antara lain:

  • Promo payday palsu: menawarkan cashback atau hadiah dengan syarat mengakses tautan tertentu.
  • Pemberitahuan rekening bermasalah: mengancam pemblokiran rekening jika nasabah tidak segera memperbarui data.
  • Hadiah atau bonus palsu: meminta korban mengisi formulir berisi informasi rekening dan data pribadi.
  • Pesan pengiriman barang: mengarahkan korban membuka tautan pelacakan atau membayar biaya tambahan melalui situs tidak resmi.

Modus tersebut dapat mengarahkan korban ke halaman login palsu untuk mencuri username, password, PIN, atau OTP.

Baca: Literasi Adalah “Koentji” Melawan Social Engineering

Tips Melindungi Rekening dari Link Palsu

Agar momen gajian tidak berubah menjadi kerugian finansial, Kawan PRIMA dapat menerapkan langkah berikut:

  1. Jangan asal klik tautan. Periksa alamat situs dan hindari link dari nomor atau akun yang tidak dikenal.
  2. Akses aplikasi resmi. Jika menerima pemberitahuan dari bank, buka langsung aplikasi mobile banking atau situs resmi melalui alamat yang diketik sendiri.
  3. Rahasiakan PIN, password, dan OTP. Jangan pernah memberikan informasi tersebut melalui chat, telepon, maupun formulir mencurigakan.
  4. Aktifkan notifikasi transaksi. Pantau setiap aktivitas rekening agar transaksi tidak dikenal dapat segera diketahui.
  5. Hindari memasang aplikasi dari tautan pesan. Unduh aplikasi hanya melalui toko aplikasi resmi dan periksa izin akses yang diminta.

Ingat, logo perusahaan dan tampilan situs yang terlihat resmi bukan jaminan bahwa sebuah tautan aman.

Baca: #GakKlikJanganKlik Cuma Satu Klik, Akunmu Diambil Alih!

Terlanjur Klik Link Palsu? Segera Lakukan Ini!

Jika Kawan PRIMA telanjur membuka tautan mencurigakan, jangan langsung panik. Langkah selanjutnya bergantung pada informasi yang sudah diberikan.

Apabila baru membuka halaman tanpa memasukkan data, segera tutup situs dan jangan mengunduh atau memasang apa pun.

Jika sudah memasukkan password, PIN, atau OTP, segera hubungi bank melalui kanal resmi untuk mengamankan rekening. Ganti kredensial melalui perangkat yang aman dan periksa riwayat transaksi.

Apabila dana sudah berpindah tanpa persetujuan, segera laporkan kepada bank, kemudian buat laporan melalui Indonesia Anti-Scam Centre di https://iasc.ojk.go.id serta kepolisian.

Siapkan bukti transaksi, tangkapan layar percakapan, tautan mencurigakan, dan informasi rekening terkait. Pelaporan cepat penting untuk meningkatkan peluang pemblokiran dana, meskipun pengembalian uang tidak dapat dijamin.

Kawan PRIMA, menjaga keamanan transaksi digital bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan setiap pengguna.

Sebagai penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran, Jaringan PRIMA terus mendukung ekosistem transaksi yang aman melalui penguatan konektivitas dan keamanan sistem pembayaran.

Jadi, saat payday tiba, jangan hanya sibuk memeriksa saldo dan berburu promo. Cek dulu sebelum klik, lindungi data pribadi, dan pastikan hasil kerja kerasmu tetap aman!

Baca: #GakKlikJanganKlik Awas Tertipu Website Palsu, Kenali 5 Cirinya

berita lainnya

Excerpt Jadikan Jumat lebih bermakna dengan menunaikan ZISWAF melalui fitur Hijrah Amal di Muamalat DIN. Salurkan zakat, infak, sedekah, hingga wakaf langsung dari smartphone sesuai kemampuan.... Selengkapnya >
Kenali bagaimana teknologi CCTV AI dari Primacom, Prima Smart e-View, dapat membantu bank meningkatkan keamanan dan efektivitas pemantauan di berbagai lokasi operasional melalui deteksi otomatis dan notifikasi real-time.... Selengkapnya >
Peringati Hari Oeang Republik Indonesia ke-80, kenali perjalanan Rupiah dan perkembangan sistem pembayaran Indonesia dari uang tunai hingga transaksi digital bersama Jaringan PRIMA.... Selengkapnya >