#GakKlikJanganKlik Awas Tertipu Website Palsu, Kenali 5 Cirinya

30 September 2026

  • Share

#GakKlikJanganKlik Awas Tertipu Website Palsu, Kenali 5 Cirinya

Kawan PRIMA, pernah menerima pesan berisi link promo, hadiah, atau informasi penting yang membuat kamu ingin langsung klik? Hati-hati, link tersebut bisa saja mengarah ke website palsu yang dibuat menyerupai situs resmi.

Modus seperti ini biasanya memanfaatkan tampilan, logo, hingga nama brand yang familiar untuk membuat korban percaya. Setelah masuk ke website, pengguna dapat diarahkan untuk memberikan data pribadi, memasukkan informasi perbankan, atau melakukan pembayaran tertentu.

Sebelum mengklik atau memasukkan informasi apa pun, kenali lima ciri website palsu berikut.

1. Alamat Website Terlihat Janggal

Website palsu sering menggunakan alamat yang dibuat menyerupai website resmi. Perbedaannya terkadang sangat kecil, seperti tambahan satu huruf, angka, tanda tertentu, atau penggunaan nama domain yang berbeda.

Karena itu, jangan hanya melihat tampilan halaman. Periksa alamat website secara lengkap dan pastikan sesuai dengan alamat resmi perusahaan atau layanan yang dituju.

Simbol gembok dan protokol HTTPS juga dapat menjadi salah satu hal yang diperiksa untuk mengetahui apakah koneksi ke situs terenkripsi. Namun, perlu diingat bahwa HTTPS bukan jaminan sebuah website pasti resmi, karena situs palsu juga dapat menggunakannya. Jika browser menampilkan peringatan seperti “Not Secure”, sebaiknya jangan melanjutkan aktivitas pada situs tersebut.

Baca juga: Geber PK: Phishing? Jangan Sampai Jadi Korban!

2. Meminta Data Pribadi Secara Berlebihan

Waspadai website yang meminta informasi sensitif seperti username, password, PIN, OTP, nomor kartu, CVV, tanggal kedaluwarsa kartu, maupun data perbankan lainnya.

Terlebih apabila halaman tersebut berasal dari link yang dikirim melalui SMS, email, media sosial, atau aplikasi percakapan. Jangan terburu-buru mengisi data.

Informasi yang diberikan melalui website palsu dapat dimanfaatkan pelaku untuk mengambil alih akun, melakukan transaksi tanpa izin, hingga menyalahgunakan informasi finansial korban.

3. Usia Domain Situs Masih Sangat Baru

Hal lain yang dapat diperiksa adalah usia domain. Dalam sejumlah modus penipuan, pelaku membuat website yang hanya digunakan dalam waktu relatif singkat sebelum berpindah ke alamat lain.

Jika sebuah website mengatasnamakan perusahaan atau brand yang sudah lama berdiri, tetapi domainnya ternyata baru dibuat, kondisi tersebut patut menjadi tanda untuk melakukan verifikasi lebih lanjut.

Namun, usia domain juga tidak dapat dijadikan satu-satunya penentu. Selalu cocokkan alamat tersebut dengan informasi yang tercantum pada kanal resmi perusahaan.

4. Menawarkan Diskon atau Hadiah yang Mencurigakan

“Selamat, Anda memenangkan hadiah!”

“Cashback hingga jutaan rupiah, klaim sekarang!”

Penawaran yang terlalu menggiurkan sering digunakan sebagai umpan agar pengguna segera mengambil tindakan tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Korban biasanya diarahkan untuk mengklik link, mengisi formulir, memasukkan data pribadi, atau bahkan membayar sejumlah biaya untuk memperoleh hadiah.

Jika promo terasa tidak masuk akal atau tidak dapat ditemukan di website, aplikasi, maupun media sosial resmi, jangan langsung percaya.

5. Informasi Kontak dan Sumber Tidak Jelas

Website yang dapat dipercaya umumnya menyediakan informasi yang dapat diverifikasi, seperti kanal layanan pelanggan, email, alamat perusahaan, maupun tautan menuju kanal resminya.

Sebaliknya, website palsu dapat menggunakan informasi yang tidak lengkap, kontak yang tidak aktif, atau identitas yang sulit diverifikasi.

Karena itu, jangan hanya percaya pada tampilan website. Periksa sumber informasi, alamat situs, serta kontak yang dicantumkan. Jika mendapatkan link yang mengatasnamakan bank atau perusahaan tertentu, lebih aman membuka website atau aplikasi resminya secara langsung daripada masuk melalui link yang diterima.

Ingat, beberapa detik untuk memeriksa link resmi atau palsu bisa membantu menghindarkan kamu dari risiko yang lebih besar.

Kalau ragu, #GakKlikJanganKlik.

Baca juga: Waspada Modus Penipuan Digital yang Makin Canggih, Kamu Harus Lebih Cerdas!

berita lainnya

Bayar servis kendaraan lebih praktis dengan QRIS BSya by BCA Syariah. Tinggal tampilkan QRIS, cek nama merchant dan nominal transaksi, lalu selesaikan pembayaran langsung dari smartphone.... Selengkapnya >
Hari kedua FEKDI x IFSE 2026 semakin meriah di booth Jaringan PRIMA. Pengunjung menikmati Digital E-Kiosk, transaksi QRIS Rp1, kuis interaktif, Social Media Challenge, hingga rangkaian Signing Ceremony bersama empat mitra.... Selengkapnya >