Makanan Unik di Bulan Ramadan

30 April 2020

  • Share

Bicara Ramadan, selain soal ibadah rasanya kurang afdol kalau belum membahas ragam kulinernya. Kuliner yang biasanya tak pernah absen saat bulan Ramadan di Indonesia adalah kolak ataupun es buah. Tapi ada juga lho kuliner-kuliner unik yang hanya muncul di bulan Ramadan.

 

Berikut sederet makanan unik di bulan Ramadan dari berbagai wilayah di Indonesia:

 

Pakat

Makanan unik yang satu ini berasal dari Mandailing, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pakat merupakan rotan muda yang disajikan dengan cara dibakar terlebih dahulu. Meski umumnya disajikan dengan dibakar, Pakat juga dapat disajikan dengan cara direbus atau dimasak dengan santan. Memiliki tekstur yang sangat lembut, pakat dapat disantap dengan berbagai cara, misalnya dijadikan pendamping nasi, dicampur dengan berbagai sayuran, ditambah dengan cabai dan irisan bawang, atau dapat juga dicocol dengan sambal.

 

Kicak

Makanan unik ini bisa didapatkan di pasar sore Kauman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kicak merupakan salah satu makanan yang hanya dapat dijumpai selama bulan Ramadhan. Rasanya yang manis dan gurih tercipta dari bahan dasar singkong yang dikukus dan disajikan dengan parutan kelapa dan potongan buah nangka sebagai pelengkap.

 

Sate Susu

Makanan unik yang hanya ada di bulan Ramadan lainnya berasal dari Pulau Dewata (Bali). Sesuai namanya, Sate Susu ini berbahan dasar puting susu sapi yang dipotong berbentuk dadu, kemudian direbus dan diberi bumbu yang khas. Selain bahan dasarnya yang unik, bumbu pelengkap Sate Susu berbeda dengan bumbu sate yang pada umumnya menggunakan bahan kacang dan atau kecap. Bumbu Sate Susu berasal dari olahan tepung beras yang dicampur dengan santan dan aneka rempah-rempah. Sate Susu banyak dijual saat Ramadan di Kampung Jawa, Denpasar, Bali.

 

Sotong Pangkong

Selama bulan Ramadan, warga Pontianak, Kalimantan Barat juga memiliki Sotong Pangkong sebagai menu berbuka puasa. Makanan unik ini berbahan dasar sotong atau cumi yang dikeringkan dengan cara dibakar di atas arang. Setelah dibakar, sotong tadi dipukul-pukul hingga berbentuk pipih dan disajikan dengan sambal kacang, sambal asam pedas manis, atau cuka. 

 

Sanggara Balanda

Suku Bugis-Makassar memiliki menu berbuka puasa yang khas berbahan dasar pisang raja, Sanggara Balanda. Dalam bahasa Bugis, Sanggara berarti pisang goreng, sedangkan Balanda berasal dari nama Belanda. Ada cerita, Sanggara Balanda ini dulunya dimasak dengan keju dan mentega yang dibawa oleh orang Belanda, oleh karena itu disebut Sanggara Balanda. Setelah digoreng, Sanggara Balanda dibelah bagian tengahnya dan diberi kacang tanah sangrai yang sudah dihaluskan terlebih dahulu, kemudian disajikan dengan gula yang telah dicairkan.

  

Asida

Maluku juga punya kuliner Ramadan yang tidak kalah unik, yaitu Asida. Ya, Asida merupakan salah satu kudapan khas yang disukai masyarakat Maluku. Asida lokal khas Maluku komposisi bahannya berbeda ya dengan Asida Timur Tengah. Asida khas Maluku yang manis dan kenyal seperti dodol ini memiliki keunikan yang terletak pada penggunaan kapulaga sebagai campuran bahan adonannya.

 

Papeda Ikan Kuah Kuning

Makanan legendaris khas Papua satu ini, biasanya disantap sebagai menu berbuka puasa. Makanan unik ini terdiri dari papeda atau tepung sagu mentah yang dicampur atau disiram air panas mendidih sambil diaduk merata, lalu disajikan bersama ikan yang dimasak dengan kuah kuning. Sebagai pelengkap lainnya, papeda juga cocok disajikan bersama sayur tumis kangkung, bunga pepaya, atau dengan menambahkan sambal. Kebiasaan berbuka puasa dengan Papeda Ikan Kuah Kuning dilakukan umat Muslim di Papua yang kebanyakan bermukim di Sorong, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Kaimana dan Fakfak.

 

Nah, Kawan PRIMA itu tadi makanan unik di bulan Ramadan dari berbagai daerah di Indonesia. Ada makanan yang berasal dari kampung halamanmu? Kalau iya, boleh loh dicoba bikin sendiri, itung-itung jadi obat kangen kampung halaman. Jangan lupa untuk #tetapaman dengan #dirumahaja.

 

Artikel Terkait:

Ramadan Di Tengah Pandemi COVID-19

Tips Belanja Bahan Makanan Yang Aman Di Tengah Pandemi COVID-19

Manajemen Stok Bahan Makanan Di Tengah Pandemi COVID-19

 

Referensi:

merdeka.com

brilicious.brilio.net

liputan6.com

kumparan.com

berita lainnya

Agar tetap khusyuk Salat Eid dari rumah, yuk simak 4 hal yang perlu dipersiapkan..... Selengkapnya >
Masih ragu bayar zakat online karena takut salah hitung atau belum tau cara bayarnya? Simak tips berikut biar hitung dan bayar zakat fitrah online tetap amanah.... Selengkapnya >
Larangan untuk mudik sendiri telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H. Permenhub tersebut mengatur pembatasan penggunaan transportasi darat, perkeretaapian, laut, maupun udara, termasuk soal denda maksimal Rp 100 juta pun siap diberlakukan bagi pelanggar. Memangnya sebahaya apa sih kalau mudik di saat pandemi ini?... Selengkapnya >