Kenali dan Atasi Cinderella Complex Agar Karier Lancar

25 September 2020

  • Share

Kawan PRIMA, sebelumnya apakah kamu sudah pernah dengar istilah Cinderella Complex? Ya, bagi sebagian orang istilah ini mungkin belum familiar di telinga. Namun, seperti judulnya istilah ini bisa dibilang ada kemiripannya lho dengan kisah dari negeri dongeng yang kerap kita dengar saat kecil. Hmm, tapi kira-kira apakah berarti Cinderella complex terkait dengan wanita yang memiliki paras cantik? hidup bahagia? Atau justru memiliki pasangan yang sempurna ya?

 

Nah, agar tidak salah paham, berikut rangkaian informasi seputar cinderella complex.

 

Mengenal Cinderella Complex

Secara sederhana istilah cinderella complex ini merujuk kepada fenomena psikologi perempuan yang menggambarkan wanita yang tidak mandiri. Wanita dengan cinderella complex memiliki kecenderungan untuk menilai diri sendiri dan hidup mereka tergantungan pada kedekatan sosok pelindung yakni pasangannya. Dalam konsep cinderella complex dikatakan bahwa wanita menunggu pria datang untuk mengambil alih kendali atas hidup mereka, sehingga mereka bisa hidup bahagia, berpuas diri dengan cukup berdiri di belakang prianya. Cinderella Complex adalah sikap dan ketakutan yang sebagian besar ditekankan dan membuat wanita tidak dapat menggunakan ‘akal sehat’ atau pikiran juga kreativitas secara penuh serta memaksa mereka untuk menunggu sesuatu atau seseorang dari luar untuk mengubah hidupnya.

 

Mirip kan dengan kisah puteri kerajaan dari negeri dongeng yang dikisahkan waktu mereka dihabiskan untuk menunggu "pangeran berkuda putih" yang dianggap membawa kebahagiaan untuk mereka? Hehe

 

Apakah cinderella complex itu penyakit mental?

Jelas bukan. Cinderella complex ini bukanlah konsep yang digunakan dalam psikologi klinis atau psikiatri. Istilah cinderella complex hanyalah digunakan untuk menggambarkan pola perilaku tertentu yang didorong oleh kebiasaan, dan stereotip tentang perbedaan antara pria dan wanita. Namun, jika pola perilaku yang dijelaskan sudah berlebih dan mengganggu kualitas hidup orang atau lingkungannya, hal ini dapat menunjukkan adanya gejala karakteristik Personality Disorder atau Dependent Personality Disorder. Jadi, jangan diremehkan, atau asal memberikan streotip bahwa seseorang memiliki cinderella complex ya…

 

Apakah Cinderella Complex dapat dialami oleh pria?

Seperti yang sudah kita bahas, cinderella complex adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pola perilaku atau fenomena psikologi perempuan. Jadi, sudah jelas pria tidak dapat mengalami cinderella complex. Meski begitu, untuk pria dikenal juga Peter pan syndrome untuk menjelaskan pola perilaku yang kurang lebih serupa. Sebagai informasi tambahan, peter pan syndrome dialami oleh pria usia dewasa yang secara psikologis, sosial dan seksual tidak menunjukan kematangan.

Setelah mengenal cinderella complex, pasti kamu bertanya-tanya bagaimana kalau ini dialami oleh wanita karier? Tentu karier akan menjadi terhambat dong? Ya, agar semua itu tidak terjadi, berikut cara atasi cinderella complex :

 

1. Terkoneksi dengan orang lain

Sama halnya dengan kisah Cinderella, budaya patriarki juga mengajarkan bahwa wanita cukup menunggu sampai seorang pria datang dan membebaskan dirinya dari semua masalah. Senada dengan hal ini wanita akan berperan pasif dan tidak terlalu menonjolkan diri. Padahal kebahagiaan itu kan terletak di tangan masing-masing ya. Jadi, jangan menutup diri dan selalu menunggu, selalu buka kesempatan untuk terkoneksi dengan orang lain, karena nggak ada salahnya untuk menjemput bola kok!

 

2. Kemampuan dan motivasi untuk mengambil tindakan dalam segala situasi

Wanita pasif adalah salah satu ciri khas dari cinderella complex. Kembali lagi, seperti dalam ceritanya, cinderella menunggu pangeran untuk mengambil tindakan. Nah, jika ingin membebaskan diri dari cinderella complex, maka wanita harus termotivasi dan berani bertindak dalam suatu hubungan, maupun dalam segala situasi. Hal ini penting karena pada akhirnya, hanya dirimu sendirilah yang tahu mana yang terbaik untukmu.

 

3. Mengenal diri sendiri dan orang lain

Mengedukasi diri adalah upaya nyata untuk menjadi pribadi yang mandiri dan terlepas dari “sokongan” lawan jenis. Perbanyak pengetahuan tentang apa yang baik untuk dirimu dan orang lain, misalnya seperti pelajari apa yang kira-kira sesuai dengan kepribadianmu. Selain itu, ingat bahwa mencari pasangan adalah tentang menemukan orang yang bisa membuatmu menjadi sosok yang lebih baik lagi.

 

4. Membangun rasa percaya diri

Cara membangun dan meningkatkan kepercayaan diri tak lain dengan membekali diri akan pengetahuan, fokus pada mimpi dan tidak menjadikan orang lain hanya untuk menjadi pusat perhatian. Ini bisa dilakukan dengan menemukan hobi, meningkat kemampuan intelektual, dan kreativitas.

 

 

Nah Kawan PRIMA, itu tadi rangkaian informasi mengenai cinderella complex . Semoga informasi ini membantu ya!

 

 

Artikel Terkait:

Work Life Balance Agar Bisa Pulang Teng Go

Bedanya Pekerja Keras Dengan Workaholic

Career Goals, Gaji Besar Atau Jabatan Tinggi?

Tips Usir Kantuk Di Kantor

Memiliki Mentor Di Kantor Untuk Pacu Karier

 

Referensi:

idntimes.com

halodoc.com

hellosehat.com

berita lainnya

Sama halnya dengan detoks kesehatan dimana kamu hanya akan konsumsi makanan tertentu untuk membersihkan racun pada tubuh, detoks keuangan juga berguna bagi kamu yang ingin menghilangkan racun pada finansialmu.... Selengkapnya >
Mengambil cuti untuk sekedar melakukan me time maupun aktivitas bersama keluarga tetaplah penting dilakukan saat pandemi lho….... Selengkapnya >
Stres aja sudah tidak baik untuk kesehatan mental, apalagi kalau terjadi secara berkepanjangan? Tentu, stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik serta melemahkan daya tahan tubuh... Selengkapnya >