Investasi Untuk Keluarga Muda

4 March 2021

  • Share

Kawan PRIMA, memulai hidup baru dalam bahtera rumah tangga bukanlah perkara mudah. Menyatukan dua kepala dengan pemikiran berbeda haruslah dilakukan dengan kepala dingin. Ya, hal ini penting, terlebih kalau sudah bicara soal keuangan keluarga. Setiap keputusan haruslah dibuat dengan kesepakatan bersama. Seiring dengan hal itu, melakukan investasi bisa menjadi pilihan untuk menjamin keuangan keluarga di masa depan. Hmm, tapi kenapa harus investasi? kapan harus mulai berinvestasi? dan seberapa pentingnya investasi bagi keluarga muda? Hmm, penasaran kan? Berikut kumpulan informasi soal investasi bagi keluarga muda:

 

Investasi untuk keluarga

Saat lajang dan belum memiliki tanggungan, investasi merupakan hal yang terbilang mudah dilakukan. Dikatakan demikian karena kita dapat menyisihkan uang lebih banyak daripada saat sudah berumah tangga. Kamu yang sudah berumah tangga pasti paham banget deh dengan hal ini, hehehe…. Meski begitu, berinvestasi saat sudah berkeluarga juga tak kalah penting mengingat masa depan kita, pasangan, dan juga anak kelak. Pasti kamu banyak yang bertanya-tanya, kenapa tidak tabungan, atau asuransi? Hmm, sebenarnya sederhana, karena tabungan merupakan cara untuk menyimpan uang dengan aman. Sedangkan asuransi pada dasarnya merupakan produk keuangan yang menawarkan proteksi atau perlindungan ekonomi apabila terjadi suatu risiko. Perlindungan tersebut akan diberikan sebagai manfaat yang berupa penggantian kerugian finansial. Berbeda dengan investasi yang tujuannya memang untuk memperoleh keuntungan dari menanamkan modal / dana pada instrumen dalam jangka waktu tertentu.

 

Lalu kapan harus mulai berinvestasi untuk keluarga muda? Hmm, untuk hal ini tidak ada ukuran baku kapan kita perlu berinvestasi. Namun ada baiknya melakukan investasi sedini mungkin. Kira-kira investasi apa ya yang cocok bagi keluarga muda?

 

Kami rangkumkan pilihan investasi bagi keluarga muda, dilihat dari besaran dana yang ditempatkan dan jangka waktunya.

 

  • Deposito berjangka

Investasi pada instrumen deposito berjangka sama halnya dengan menabung dimana dana yang didepositkan tidak bisa ditarik nasabah sebelum waktu jatuh tempo. Meski begitu, bunga yang ditawarkan untuk instrumen investasi ini juga lebih besar dibandingkan tabungan biasa. Besaran dana yang perlu ditempatkan untuk deposito berjangka bervariasi mulai dari Rp 1 juta tergantung dari masing-masing bank. Untuk jangka waktu deposito berjangka ini juga dapat dipilih mulai dari 1,3,6,12 hingga 24 bulan tergantung bank dan produk depositonya masing-masing. Apakah bisa dicairkan sebelum waktu jatuh tempo selesai? Tentu bisa, namun penarikan dana sebelum waktu jatuh tempo selesai akan dikenakan pinalti yang tergantung pada kebijakan masing-masing bank. Selain itu, kelebihan lain deposito berjangka adalah dana dijamin oleh Lembaga Pinjam Simpan (LPS).

 

  • Obligasi

Selanjutnya, obligasi yang merupakan sertifikat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan. Instrumen investasi ini dikatakan low risk investment, terutama pada obligasi pemerintah yang dijamin langsung oleh negara. Instrumen investasi ini dirancang sebagai investasi jangka menengah dengan tenor 1-5 tahun tergantung dari masing-masing produk. Untuk Obligasi pemerintah RI sendiri dibagi kembali menjadi 4 (empat) yakni, Sukuk Ritel, Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Tabungan, dan Saving Bond Ritel (SBR). Pembelian obligasi pemerintah dapat dimulai dari nominal Rp 1 Juta dan kelipatannya. Untuk obligasi yang paling dekat, ada Sukuk Ritel Seri 014 (SR014) dengan masa penawaran 26 Februari – 17 Maret 2021. Coupon rate (imbal balik) dari beberapa obligasi ini jelas beda-beda ya. Bahkan, di satu obligasi yang sama, beda seri pun dapat mempengaruhi coupon rate-nya.

 

  • Emas

Untuk investasi yang satu ini, perlu diketahui terlebih dahulu nih bahwa emas untuk berinvestasi adalah emas dalam bentuk lempengan atau batangan yang bersertifikat, dan bukan perhiasan. Meski emas ini dipandang sebagai investasi yang paling kuno. Tapi, jangan salah lho! Sebab imbal baliknya dinilai masih menjanjikan sampai sekarang. Sepanjang tahun 2020 saja pertumbuhan harga emas batangan produksi dalam negri mencatatkan penguatan 25,16%. Saat ini harga beli emas batangan 0,5 gram masih di kisaran Rp 500 ribuan. Meski potensi cuan-nya besar, perlu diingat kembali bahwa modal untuk investasi emas ini nggak kecil. Maka dari itu, kamu tetap perlu mempertimbangkan harga jual kembali (buyback) dan jangka waktu investasi sebelum membeli emas. Ini berlaku karena pada dasarnya emas adalah jenis investasi jangka panjang (>5 tahun).

 

  • Saham

Saham bisa menjadi pilihan alternatif bagi pasangan yang baru saja menikah. Tidak harus bermodal besar, Kawan PRIMA bisa berinvestasi saham mulai dari Rp 100 ribu. Saham merupakan salah satu instrument investasi yang menawarkan potensi besar, namun perlu diingat juga mempunyai resiko tinggi (high risk-high return). Bagi keluarga muda yang baru memulai invetasi saham, lebih baik menjadikan instrumen ini sebagai investasi jangka panjang. Tidak perlu panic ataupun nafsu saat harga saham anjlok maupun meroket. Saham-saham blue-chip bisa menjadi pilihan yang menarik buat kamu yang berniat menjadikan saham sebagai investasi jangka panjang. Oiya, saham blue-chip merupakan saham perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil tiap tahunnya. Saham blue-chip biasanya menjadi saham-saham unggulan.

 

 

Nah Kawan PRIMA, itu tadi merupakan kumpulan informasi mengenai investasi untuk keluarga muda. Setiap pasangan tentu mempunyai prioritas keuangannya masing-masing. Hal yang perlu diingat keluarga muda saat akan berinvestasi adalah memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial keluarga Anda.

 

 

Artikel Terkait:

7 Investasi Yang Cocok Bagi Milenial

Tips Jaga Keuangan Tetap Aman Hadapi Resesi

Wujudkan Merdeka Finansial: Investasi Atau Trading?

Produktif Cari Penghasilan Tambahan Walaupun #Dirumahaja

 

 

Referensi:

cnbcindonesia.com

market.bisnis.com

cermati.com

finansialku.com

kaltim.idntimes.com

lifepal.co.id

berita lainnya

enyakit berbahaya tidak hanya disebabkan oleh penyakit menular saja. Ternyata ada beberapa penyakit tidak menular yang justru lebih mematikan di dunia... Selengkapnya >
Dalam peristiwa sejarah 28 Oktober 1928 sebenarnya tidak ada istilah Sumpah Pemuda. Adapun hasil Kongres Pemuda II pada waktu itu adalah “Ikrar Pemuda”. Barulah di tahun 1930-an, kata tersebut diubah oleh Moh Yamin menjadi Sumpah Pemuda.... Selengkapnya >