Waspada Tipu-tipu: Modus Penipuan Digital Makin Canggih

18 December 2025

  • Share

Kawan PRIMA, di tengah pesatnya perkembangan layanan digital, masyarakat dituntut untuk semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kian beragam dan canggih. Kemudahan transaksi non tunai, layanan perbankan digital, hingga komunikasi daring memang memberi banyak manfaat, namun di sisi lain juga membuka celah bagi pelaku kejahatan. Karena itu, edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak.

Edukasi ini merupakan bagian dari campaign Geber PK yang digagas oleh Bank Indonesia, yang merupakan singkatan dari Gerakan Bersama Edukasi Perlindungan Konsumen. Campaign ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati, kritis, dan tidak mudah tertipu oleh berbagai modus penipuan yang marak terjadi saat ini, khususnya di sektor sistem pembayaran dan layanan keuangan digital.

Berikut poin-poin penting yang perlu diperhatikan sebagai bentuk kewaspadaan bersama.

  • Penipuan berkedok call center

Pelaku biasanya mengaku sebagai petugas bank, dompet digital, atau lembaga resmi dengan alasan adanya masalah pada akun atau transaksi. Korban diarahkan untuk memberikan data rahasia seperti PIN, OTP, nomor kartu, atau kode keamanan. Perlu diingat, pihak resmi tidak pernah meminta data sensitif melalui telepon atau pesan pribadi.

  • Penipuan melalui video call dengan teknologi AI

Modus ini memanfaatkan wajah dan suara yang menyerupai pejabat, atasan, atau pihak tertentu agar korban percaya. Dalam situasi mendesak, korban kerap langsung mengikuti instruksi tanpa verifikasi. Jika menerima panggilan mencurigakan, hentikan komunikasi dan pastikan kebenarannya melalui kanal resmi.

  • Penipuan transaksi yang mengarahkan untuk klik link

Pesan biasanya berisi tautan dengan alasan verifikasi akun, pembatalan transaksi, atau konfirmasi pembayaran. Link tersebut mengarah ke situs palsu yang dirancang menyerupai laman resmi untuk mencuri data login dan informasi keuangan.

  • Penipuan yang mengatasnamakan lembaga resmi

Pelaku sering meminta data pribadi seperti NIK, nomor rekening, hingga informasi kartu kredit dengan bahasa formal dan tampilan meyakinkan. Pastikan komunikasi hanya dilakukan melalui saluran resmi.

  • Penyebaran link penipuan di berbagai kanal

Penipuan dapat datang melalui SMS, WhatsApp, email, hingga media sosial, sering kali disertai iming-iming hadiah atau ancaman pemblokiran akun.

  • Jangan mengikuti instruksi dari pihak yang tidak dikenal

Modus penipuan memanfaatkan rasa panik dan urgensi. Luangkan waktu untuk berpikir, cek kebenaran informasi, dan jangan terburu-buru mengambil keputusan.

Melalui campaign Geber PK, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan data pribadi dan keuangan. Jika menemukan indikasi penipuan atau aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke penyelenggara layanan terkait. Dengan edukasi dan kewaspadaan bersama, risiko menjadi korban penipuan dapat ditekan dan kepercayaan terhadap ekosistem digital dapat terus terjaga.

berita lainnya

Ketika sebagian besar aktivitas perbankan telah bertransformasi ke platform digital, banyak orang sudah tidak menganggap penting kehadiran perangkat radio HT (handy talky). Faktanya, banyak institusi perbankan yang masih mengandalkan radio HT untuk mendukung operasional. Bahkan, di sejumlah situasi, radio HT tetap menjadi salah satu perangkat komunikasi yang sulit tergantikan.... Selengkapnya >
Kawan PRIMA, kebutuhan internet cepat kini sudah menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Karena itu, memilih layanan internet yang tepat menjadi langkah penting agar aktivitas digital tetap lancar tanpa hambatan. Salah satu layanan internet rumah yang bisa menjadi pilihan adalah Biznet Home. Menariknya, bagi Kawan PRIMA pengguna Bank Syariah Indonesia, pembayaran tagihan Biznet kini bisa dilakukan lebih praktis melalui BYOND by BSI.... Selengkapnya >
Kawan PRIMA, di tengah maraknya pembayaran digital, QRIS, dan dompet elektronik, ternyata kartu debit masih menjadi salah satu alat pembayaran yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Bahkan, menurut berbagai tren pencarian digital dan perilaku konsumen, keyword seperti cashless payment, tap kartu debit, bayar pakai kartu, hingga transaksi tanpa uang tunai masih menjadi topik yang sering dicari karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari.... Selengkapnya >