Manfaat Aromaterapi Bagi Kesehatan

21 October 2021

  • Share

Kawan PRIMA, kini penggunaan aromaterapi semakin populer khususnya di masa pandemi Covid-19. Aromaterapi dipercaya mampu meningkatkan kesehatan fisik maupun mental serta membantu memperbaiki suasana hati. Saat ini semakin banyak produk aromaterapi yang menawarkan berbagai khasiat bagi tubuh. Lalu apakah benar ada banyak manfaat aromaterapi untuk kesehatan kita? Berikut ulasannya.

 

Apa yang dimaksud aromaterapi?

Sesuai namanya, aromaterapi adalah terapi pemulihan yang dilakukan dengan memanfaatkan minyak esensial (essential oil) yang berasal dari ekstrak tanam-tanaman. Minyak esensial tersebut umumnya diolah dari tanaman obat, bunga, herbal, akar, buah, dan pepohonan.

Aromaterapi bekerja dengan cara merangsang saraf hidung dan otak. Saat minyak aromaterapi digunakan, wangi akan menguap dan menyebar ke seluruh ruangan. Ketika kita menghirup uap tersebut, aromanya akan memasuki rongga hidung lalu merangsang sistem saraf di otak yang berperan dalam pengaturan emosi. Aroma tersebut akan merangsang area hipotalamus di otak, untuk memproduksi hormon serotonin yang dapat memperbaiki suasana hati. Selain itu, aromaterapi juga mampu merangsang sistem saraf yang mengatur detak jantung, tekanan darah, respon terhadap stres, dapat juga berfungsi sebagai antibakteri, antiradang, serta memberi efek antinyeri. Sangat lengkap sekali bukan?

 

Manfaat aromaterapi untuk tubuh dan pikiran

Aromaterapi tidak bisa dijadikan sebagai obat untuk penyakit. Namun terapi ini bisa dijadikan pelengkap untuk mendukung penyembuhan berbagai kondisi. Diantaranya:

  1. Relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur

Minyak esensial yang digunakan dalam aromaterapi, seperti minyak bunga lavender dapat menenangkan seseorang ketika merasa cemas atau stres berlebihan. Terapi ini bisa direkomendasikan kepada penderita insomnia atau gangguan tidur. Seperti penjelasan diatas, aromaterapi dapat membuat seseorang merasa lebih tenang. Pikiran yang tenang, akan membantu seseorang tidur dengan baik. Tidur yang baik sangat bermanfaat untuk kesehatan lainnya, diantaranya menjaga sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan jantung serta mengendalikan nafsu makan.

 

  1. Mengatasi masalah pernafasan

Beberapa minyak aromaterapi memiliki antiseptik yang dapat membantu membersihkan udara dari bakteri, kuman, dan jamur. Organisme-organisme tersebut merupakan salah satu penyebab terjadinya masalah pernapasan, mulai dari sumbatan, batuk hingga bersin.

Salah satu essential oil yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pernafasan ini adalah tea tree oil atau minyak pohon teh. Tea tree oil yang sering digunakan sebagai campuran produk parfum, sabun dan obat kumur tersebut juga berkhasiat untuk meningkatkan kekuatan imunitas tubuh, membantu mengatasi infeksi, dan mempercepat penyembuhan luka.

 

  1. Baik untuk pencernaan dan mengurangi mual

Minyak aromaterapi seperti jahe, kunyit, anggur, daun mint, lemon, chamomile, dan eucalyptus dapat membantu mengatasi penyakit asam lambung, mual, morning sickness (mual saat hamil), atau kram perut saat menstruasi.

Menurut Journal of Basic Physiology and Pharmacology tahun 2015, ditemukan bahwa minyak esensial kunyit dan jahe banyak digunakan di negara-negara Asia sebagai pengobatan tradisional dan bahan makanan, karena sifatnya yang melindungi lambung. Kedua minyak ini memiliki kandungan yang tinggi akan antioksidan, yang dipercaya dapat mengurangi nekrosis, erosi, dan perdarahan pada dinding lambung yang secara signifikan menurunkan nyeri perut

 

 

Efek samping aromaterapi

Jika tidak digunakan dengan benar, penggunaan essential oil dalam aromaterapi bisa menimbulkan sejumlah masalah. Diantaranya:

  1. Keracunan pada anak-anak jika tertelan

Para orang tua wajib menjauhkan minyak aromaterapi dari jangkauan anak anda. Sebab, beberapa essential oil sangat pekat dan memiliki berbagai tingkat toksisitas (efek racun) jika tidak digunakan dengan benar.

  1. Iritasi kulit

Dalam menggunakan minyak aromaterapi, sebagian orang lebih memilih menggunakan diffuser, yaitu alat yang mengubah minyak aromaterapi menjadi uap dan menyebarkannya ke seluruh ruangan. Namun tidak sedikit pula orang yang memanfaatkan minyak aromaterapi dengan mencampurkannya ke dalam air untuk mandi dan pijat. Bagi sebagian orang, penggunaan minyak aromaterapi seperti ini dapat menyebabkan iritasi kulit. Iritasi kulit yang terjadi bisa bervariasi, tergantung seberapa sensitif kulit seseorang. Oleh sebab itu, sebelum menggunakan minyak tersebut, sebaiknya oleskan sedikit minyak aromaterapi di kulit untuk melihat reaksi yang ditimbulkan. Jika setelah dioleskan muncul kemerahan, gatal, dan rasa panas di kulit, segera hentikan pemakaian aromaterapi oles.

  1. Asma

Sebagian besar aromaterapi aman dihirup secara langsung. Akan tetapi, khusus pada penderita asma, ada kalanya timbul reaksi negatif. Hal ini karena minyak aromaterapi yang mudah menguap, akan berdampak pada peningkatkan risiko inflamasi di tubuh, mengganggu fungsi sistem saraf dan dapat menimbulkan reaksi alergi saluran pernafasan.  

 

 

 

Referensi:

Idntimes.com

Sehatq.com

Cnnindonesia.com

Hellosehat.com

berita lainnya

enyakit berbahaya tidak hanya disebabkan oleh penyakit menular saja. Ternyata ada beberapa penyakit tidak menular yang justru lebih mematikan di dunia... Selengkapnya >
Dalam peristiwa sejarah 28 Oktober 1928 sebenarnya tidak ada istilah Sumpah Pemuda. Adapun hasil Kongres Pemuda II pada waktu itu adalah “Ikrar Pemuda”. Barulah di tahun 1930-an, kata tersebut diubah oleh Moh Yamin menjadi Sumpah Pemuda.... Selengkapnya >