Geber PK - Waspada Notifikasi Transfer Palsu: Kalau Ragu, Stop Dulu!

6 August 2026

  • Share

Waspada Notifikasi Transfer Palsu: 

Kalau Ragu, Stop Dulu!

Kawan PRIMA, pernah menerima screenshot bukti transfer lalu secara refleks menganggap pembayaran sudah selesai? Hati-hati, tampilan yang terlihat meyakinkan belum tentu menjadi bukti bahwa uang benar-benar sudah masuk ke rekening.

Di tengah semakin mudahnya transaksi digital, modus notifikasi transfer palsu atau bukti transfer palsu perlu semakin diwaspadai. Pelaku dapat menunjukkan bukti pembayaran yang telah dimanipulasi atau menyerupai tampilan transaksi perbankan untuk membuat korban percaya bahwa pembayaran berhasil dilakukan.

Modus ini bisa menyasar siapa saja, terutama pemilik toko, penjual online, UMKM, hingga masyarakat yang sedang melakukan transaksi jual beli secara personal. Kuncinya sederhana: kalau ragu, stop dulu!

Bukti Transfer Belum Tentu Bukti Uang Masuk

Kawan PRIMA, dalam transaksi digital ada satu kebiasaan yang perlu mulai diubah, yaitu menjadikan screenshot dari pengirim sebagai satu-satunya dasar untuk memastikan pembayaran berhasil.

Bayangkan Kawan PRIMA sedang menjual smartphone secara online. Pembeli mengirimkan screenshot bertuliskan "Transfer Berhasil" senilai Rp5 juta. Karena tampilannya terlihat meyakinkan, barang langsung diberikan atau dikirim.

Masalah baru diketahui beberapa saat kemudian ketika saldo rekening diperiksa dan ternyata tidak ada dana yang masuk.

Inilah mengapa konfirmasi transaksi sebaiknya dilakukan melalui kanal perbankan milik penerima sendiri, bukan hanya berdasarkan informasi yang diberikan oleh pihak lain.

Modusnya Bisa Memanfaatkan Rasa Terburu-buru

Salah satu pola yang patut diwaspadai adalah ketika seseorang berusaha membuat transaksi terasa mendesak.

Pelaku bisa mengatakan sedang terburu-buru, mendesak barang segera dikirim, atau terus meyakinkan bahwa pembayaran sudah dilakukan. Dalam situasi seperti ini, korban bisa kehilangan kesempatan untuk mengecek transaksi dengan teliti.

Terlebih, teknologi saat ini membuat gambar dan dokumen digital semakin mudah dimanipulasi. Logo bank, nominal transaksi, nama penerima, tanggal, hingga tampilan notifikasi dapat dibuat menyerupai informasi asli.

Karena itu, jangan menjadikan tampilan visual semata sebagai dasar kepercayaan.

Baca: Apa Itu Deepfake? Kenali Bahaya dan Cara Mendeteksinya

Kalau Ragu, Stop Dulu dan Lakukan 3C

Kawan PRIMA dapat menerapkan langkah sederhana 3C: Cek, Cocokkan, Confirm sebelum menyerahkan barang atau menyelesaikan transaksi.

  1. Cek rekening sendiri

    Buka aplikasi mobile banking atau kanal resmi bank milik Kawan PRIMA. Pastikan dana memang sudah tercatat masuk ke rekening.

  2. Cocokkan nominal dan pengirim

    Periksa nominal, nama atau informasi pengirim, serta waktu transaksi. Jangan hanya melihat screenshot yang dikirimkan melalui WhatsApp atau media sosial.

  3. Confirm sebelum lanjut

    Jika pembayaran belum muncul atau ada informasi yang terasa janggal, jangan terburu-buru menyerahkan barang, memberikan layanan, atau mengirim dana kembali. Tunggu sampai transaksi dapat dipastikan melalui kanal resmi.

Baca: Geber PK: Phishing? Jangan Sampai Jadi Korban!

Waspadai Juga Modus "Kelebihan Transfer"

Ada skenario lain yang perlu diperhatikan. Seseorang mengaku tidak sengaja mentransfer uang lebih banyak, kemudian meminta selisihnya dikembalikan.

Misalnya, harga barang Rp500 ribu, tetapi pembeli menunjukkan bukti seolah-olah telah mentransfer Rp1 juta. Kawan PRIMA kemudian diminta segera mengembalikan Rp500 ribu.

Jangan langsung melakukannya.

Pastikan terlebih dahulu apakah dana tersebut benar-benar masuk ke rekening. Jika tidak ada transaksi masuk tetapi Kawan PRIMA tetap mengirim "kelebihan" pembayaran tersebut, justru uang pribadi yang akan berpindah ke pelaku.

Penjual Online dan UMKM Perlu Lebih Teliti

Bagi pemilik bisnis, satu transaksi mungkin terlihat sederhana. Namun ketika toko sedang ramai dan banyak pembayaran masuk bersamaan, proses verifikasi dapat menjadi lebih menantang.

Biasakan membuat prosedur sederhana: barang hanya diproses setelah pembayaran terverifikasi.

Manfaatkan pula riwayat transaksi pada mobile banking, internet banking, atau sistem pembayaran resmi yang digunakan bisnis. Langkah beberapa detik untuk melakukan pengecekan bisa menghindarkan usaha dari kerugian yang jauh lebih besar.

Baca: Waspada Bentuk Kejahatan Baru: Remote Access

Transaksi Digital Mudah, Tetap Harus Waspada

Kawan PRIMA, perkembangan sistem pembayaran membuat transfer dana semakin cepat dan praktis. Melalui layanan perbankan dan konektivitas sistem pembayaran seperti Jaringan PRIMA, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, kemudahan tersebut tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan bertransaksi yang aman. Jangan mudah percaya pada screenshot, jangan terpancing oleh situasi mendesak, dan selalu periksa transaksi melalui kanal resmi milik sendiri.

Jadi, ketika menerima bukti transfer yang terasa mencurigakan, ingat satu prinsip sederhana: kalau ragu, stop dulu! Cek rekening, pastikan uang benar-benar masuk, baru lanjutkan transaksi.

berita lainnya

PT Rintis Sejahtera (RINTIS) menggelar Prima Executive Gathering (PEG) 2026 di Bali dengan tema “Beyond Tomorrow: Securing Progress – Accelerating in Unity” untuk memperkuat kolaborasi dan ketahanan industri sistem pembayaran di tengah akselerasi digital, AI, dan ancaman siber.... Selengkapnya >
PT Rintis Sejahtera menggelar Prima Awards 2026 untuk mengapresiasi 30 mitra Jaringan PRIMA berdasarkan kinerja transaksi, operasional, dan kontribusi terhadap sistem pembayaran nasional.... Selengkapnya >
Waspadai recovery scam, modus penipuan yang menawarkan pemulihan akses, akun, atau dana yang hilang. Kenali ciri-cirinya, lindungi data pribadi, dan selalu verifikasi bantuan melalui kanal resmi.... Selengkapnya >