Bahaya Recovery Scam! Penipuan Baru Mengatasnamakan Pemulihan Akses

3 August 2026

  • Share

Bahaya Recovery Scam! Penipuan Baru Mengatasnamakan Pemulihan Akses 

Kawan PRIMA, ketika akun keuangan atau akses digital bermasalah, wajar jika kita ingin segera mendapatkan bantuan. Apalagi jika masalah tersebut berkaitan dengan transaksi atau dana yang sebelumnya hilang akibat penipuan. Namun, kondisi inilah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melancarkan modus berikutnya, salah satunya melalui recovery scam.  

Recovery scam merupakan modus penipuan yang menawarkan bantuan untuk memulihkan akses, akun, atau bahkan mengembalikan dana yang hilang. Pelaku dapat menyamar sebagai pihak yang seolah-olah memiliki kewenangan atau kemampuan untuk menyelesaikan masalah korban. Modus semacam ini berbahaya karena menyasar seseorang ketika sedang membutuhkan pertolongan dan cenderung ingin masalahnya cepat selesai. Secara global, otoritas perlindungan konsumen juga memperingatkan bahwa korban penipuan dapat menjadi sasaran kembali oleh pihak yang menjanjikan layanan pemulihan.

Apa Itu Recovery Scam?

Kawan PRIMA, recovery scam secara umum adalah modus ketika pelaku menawarkan jasa untuk membantu korban memulihkan sesuatu yang sebelumnya hilang atau bermasalah.

Pelaku bisa menghubungi korban melalui telepon, WhatsApp, email, media sosial, maupun saluran komunikasi lainnya. Mereka dapat mengaku sebagai petugas, konsultan, penyedia jasa pemulihan, hingga pihak lain yang terdengar meyakinkan.

Untuk membangun kepercayaan, pelaku bahkan dapat mengetahui sebagian informasi mengenai permasalahan atau kerugian yang sebelumnya dialami korban. Dalam beberapa kasus recovery scam, informasi mengenai korban terdahulu dapat digunakan untuk membuat pendekatan baru terasa semakin kredibel.

Baca: Geber PK: Phishing? Jangan Sampai Jadi Korban!

Waspada Janji "Akses Bisa Dipulihkan"

Salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang tiba-tiba menawarkan bantuan untuk memulihkan akses akun atau dana.

Setelah berhasil meyakinkan korban, pelaku dapat meminta sejumlah informasi sensitif dengan dalih sebagai bagian dari proses verifikasi atau pemulihan. Pada modus recovery scam secara umum, korban juga dapat diminta membayar biaya administrasi, biaya pemrosesan, pajak, atau biaya lain sebelum proses pemulihan dilakukan.

Padahal, permintaan tersebut justru dapat menjadi pintu masuk menuju kerugian berikutnya.

Karena itu, jangan pernah memberikan PIN, password, OTP, CVV/CVC, informasi kartu, maupun kredensial perbankan kepada siapa pun. Hindari pula memberikan akses terhadap perangkat atau mengikuti instruksi pembayaran dari pihak yang identitasnya belum dapat dipastikan.

Baca: Apa Itu Deepfake? Kenali Bahaya dan Cara Mendeteksinya

Jangan Asal Cari Bantuan di Internet

Kawan PRIMA, ada hal lain yang sering luput diperhatikan. Ketika mengalami masalah pada aplikasi finansial, jangan terburu-buru mencari nomor customer service melalui hasil pencarian internet atau akun media sosial yang belum terverifikasi.

Pelaku dapat membuat akun, situs, maupun layanan palsu yang terlihat profesional untuk meyakinkan calon korban. Bahkan, riset mengenai modus technical support scam menemukan pelaku dapat menawarkan layanan pemulihan palsu melalui media sosial, kemudian mengarahkan komunikasi ke kanal lain untuk memperoleh informasi rahasia atau pembayaran.

Cara paling aman adalah menghubungi kanal resmi bank atau penyedia layanan melalui aplikasi, situs resmi, atau informasi kontak yang tercantum pada kanal resmi perusahaan.

Kenali Tanda Recovery Scam

Supaya tidak mudah terjebak, Kawan PRIMA perlu lebih waspada jika menemukan beberapa kondisi berikut:

  1. Dihubungi secara tiba-tiba oleh pihak yang menawarkan pemulihan akun, akses, atau dana.
  2. Menjanjikan pemulihan dengan mudah atau menjamin dana kembali.
  3. Meminta pembayaran di muka sebagai biaya administrasi atau pemrosesan.
  4. Meminta informasi rahasia, seperti PIN, password, OTP, atau informasi rekening.
  5. Mendesak korban segera bertindak agar tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan verifikasi.

Permintaan pembayaran di muka dan data finansial merupakan dua tanda peringatan utama yang banyak ditemukan dalam modus recovery scam.

Baca: Waspada Bentuk Kejahatan Baru: Remote Access

Tetap PRIMA, Jangan Mudah Percaya Janji Pemulihan

Kawan PRIMA, teknologi keamanan terus berkembang, tetapi modus penipuan juga semakin pintar memainkan emosi. Recovery scam memanfaatkan rasa panik sekaligus harapan korban agar akses atau dana yang bermasalah bisa segera kembali.

Karena itu, ketika mengalami kendala transaksi atau akses layanan keuangan, jangan langsung percaya kepada pihak yang menawarkan bantuan pemulihan. Selalu lakukan verifikasi melalui kanal resmi, jaga kerahasiaan data perbankan, dan jangan pernah memberikan PIN, password, maupun OTP kepada siapa pun.

Ingat, satu langkah verifikasi sederhana bisa membantu Kawan PRIMA terhindar dari kerugian yang lebih besar. Kenali modusnya, lindungi datanya, dan tetap waspada terhadap recovery scam!



berita lainnya

BI mendorong kolaborasi erat antar pelaku industri sistem pembayaran untuk memperkuat infrastruktur, inovasi, dan konektivitas lintas negara menuju BSPI 2030.... Selengkapnya >
PT Rintis Sejahtera (RINTIS) menggelar Prima Executive Gathering (PEG) 2026 di Bali dengan tema “Beyond Tomorrow: Securing Progress – Accelerating in Unity” untuk memperkuat kolaborasi dan ketahanan industri sistem pembayaran di tengah akselerasi digital, AI, dan ancaman siber.... Selengkapnya >
Waspadai modus notifikasi transfer palsu yang dapat merugikan penjual dan UMKM. Terapkan langkah 3C: Cek, Cocokkan, Confirm, dan pastikan dana benar-benar masuk sebelum melanjutkan transaksi.... Selengkapnya >