3 Cara Detoks Keuangan untuk Kesehatan Finansial

19 October 2020

  • Share

Kawan PRIMA, kalau mendengar kata detoks, apa sih yang terlintas di benakmu? Minuman herbal kesehatan? Metode membersihkan racun dari dalam tubuh? Atau justru kamu mengenal detoks sebagai cara ampuh turunkan berat badan nih? Hehehe… Ya, istilah detoks memang cukup banyak digunakan dalam topik pembahasan kesehatan. Namun daripada itu, detoks juga bisa lho diterapkan pada kondisi keuangan. Hmmm, tapi maksud detoks pada kondisi keuangan itu seperti apa ya? lalu gimana cara melakukannya?

 

Untuk menjawabnya, berikut informasi seputar detoks keuangan, dan langkah-langkah untuk melakukannya:

 

Detoks Keuangan

Sama halnya dengan detoks kesehatan dimana kamu hanya akan konsumsi makanan tertentu untuk membersihkan racun pada tubuh, detoks keuangan juga berguna bagi  kamu yang ingin menghilangkan racun pada finansialmu. Pada dasarnya detoks keuangan merupakan kegiatan untuk mengubah kebiasaan agar tidak melakukan pengeluaran tertentu yang membuat keuanganmu menjadi bengkak. Hmm, sekilas terdengar mudah bukan? Eitsss, nyatanya nggak gitu lho ! Masih banyak orang yang struggle menghadapi latte factor-nya masing-masing. Meskipun terkadang pengeluaran tersebut terkesan kecil, tapi coba deh dikalkulasikan, bisa jadi latte factor-mu tiap tahun lebih besar dari jumlah tabunganmu lho, hehehe…. Lalu untuk manfaatnya, detoks keuangan akan membantu kamu merasa bebas stres dan tentunya membuatmu jadi semakin pandai dalam mengendalikan keuangan.

 

 

Cara Melakukan Detoks Finansial

 

1. Financial check up

Untuk mengetahui keuanganmu sehat atau tidak, tentu pertama kali yang perlu kamu lakukan adalah melakukan financial check up. Layaknya mengecek kesehatan tubuh, melakukan financial check up merupakan kegiatan untuk memeriksa kesehatan keuangan yang dilakukan dalam periode atau jangka waktu tertentu. Pemeriksaanya perlu dilakukan rutin seperti memeriksa kesehatan. Namun bedanya, pengecekan ini diiringi oleh perbaikan dan penambahan kualitas di masa selanjutnya. Selain  itu, tujuan dari financial check up adalah untuk memeriksa secara keseluruhan kondisi keuangan apakah ada yang salah atau tidak. Karena di tengah pandemi ini mungkin saja kondisi keuanganmu tiba-tiba berubah menjadi baik atau sebaliknya, justru bermasalah dan membingungkan. Nah, untuk itu financial check up akan mempermudah dalam mengetahui berbagai masalah pengeluaran dan pemasukan yang kamu alami saat ini.

 

Dalam finansial check up, apa saja yang perlu diperhatikan?

Tidak banyak yang perlu diperhatikan dalam melakukan financial check up, setidaknya kamu cukup memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Kondisi Utang, apakah utang yang kamu miliki merupakan utang produktif, atau justru utang konsumtif karena sekedar kalap berbelanja?
  • Tabungan, perhatikan kembali apakah jumlah tabungan yang kamu miliki cukup? Apakah dipisah dengan rekening pengeluaran? Apakah meningkat, atau justru habis karena seringkali digunakan?
  • Investasi, cek kembali apa saja investasi yang kamu miliki hingga saat ini? apakah untung, atau justru buntung termakan inflasi nih?
  • Dana Darurat, seperti yang sudah dibahas sebelumnya jangan lupa ya pastikan kembali memiliki dana darurat minimal 3-6 kali dari pengeluaran bulanan bagi kamu yang belum menikah, dan dana darurat sebesar 12 kali dari pengeluaran bulanan bagi kamu yang sudah menikah.

 

2. Menyusun rencana keuangan

Setelah membedah secara detail kondisi keuangan yang selama ini kamu miliki di financial check up, maka kamu bisa langsung merencanakan pola pengeluaran baru. Rencana ini nggak dibuat sembarangan tapi ya…. Kamu tetap perlu untuk melakukan pertimbangan, dan evaluasi dari pola pengeluaran yang sebelumnya. Selain itu, secara fleksibel perencanaan keuangan bisa dibuat untuk keperluan pengeluaran di bulan berikutnya. Jadi, ketika kita menerima penghasilan atau gaji, kita bisa langsung mengalokasikan penghasilan itu untuk pengeluaran yang lebih baik. Untuk menyusun perencanaan keuangan, kamu bisa awali dari alokasi untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan. Setelah itu, kita bisa menyusun rencana untuk pengeluaran lainnya seperti membayar utang, menabung dan sebagainya. Agar mempermudahmu dalam menyusun rencana keuangan, kamu bisa menerapkan cara pandang berdasarkan tujuan (goal-based mindset) dalam menentukan perencanaan ini. Dengan demikian, setiap pengeluaran menjadi terukur kegunaannya.

 

3. Eksekusi dengan komitmen awal

Nah, ini merupakan tahap penentu keberhasilan, yaitu eksekusi. Ya, tak bisa dipungkiri memang yang namanya rencana itu memiliki ruang untuk direvisi apabila kita harus mengeluarkan pengeluaran untuk sesuatu yang mendesak. Misalnya, ada peristiwa tidak terduga yang terjadi seperti ban kendaraan bocor sehingga harus menambal/mengganti ban, lampu rumah mati sehingga harus membeli lampu baru atau sepatu jebol sehingga harus membeli sepatu baru. Oleh karena itu, dalam membuat perencanaan anggaran, kita bisa memberikan ruang bagi anggaran untuk kebutuhan yang tidak terduga atau dana darurat. Eitsss, tapi ingat ya Kawan PRIMA, hanya untuk keperluan mendesak yang tak terduga. Kalau untuk pengeluaran konsumtif, cobalah untuk menahan hasrat berbelanja, dan ingat kembali apa perjuangan yang telah kamu lalui, serta hal yang memotivasi atau komitmen awal kamu untuk melakukan detoks keuangan.

 

 

Terakhir, ketika kamu sudah menjalani ketiga cara ini, bukan berarti itu semua sudah usai ya…. Justru jadikan ini sebagai fase yang berjalan terus menerus, demi masa depan keuangan yang lebih cerah. Selamat mencoba!

 

 

Artikel Terkait:

Latte Factor : Penyebab ‘Bokek’ Kaum Milenial

Tips Mengatur Keuangan Di Tengah Pandemi COVID-19

Tips Jaga Keuangan Tetap Aman Hadapi Resesi

 

 

Referensi:

koinworks.com

cermati.com

bigalpha.id

berita lainnya

Sepanjang perjalanan bangsa ini, setidaknya tercatat 2 nama pahlawan ekonomi yang berhasil menjaga kestabilan ekonomi Indonesia saat diterpa krisis.... Selengkapnya >
Ada yang namanya utang produktif, dan juga utang konsumtif. Penasaran kan apa bedanya dari 2 jenis utang pribadi ini? Tanpa berlama-lama berikut penjelasan soal utang produktif dan utang konsumtif:... Selengkapnya >
Jaringan PRIMA menyiapkan tips untuk mempertahankan bisnis rintisan di tengah Pandemi. Berikut tips agar startup dapat survive ditengah pandemi:... Selengkapnya >