14 September 2026
Kawan PRIMA, ada yang baru dari sistem pembayaran Indonesia. Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026, Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel atau masyarakat umum.
Namanya memang Kartu Kredit Indonesia, tetapi jangan langsung membayangkan bahwa cara bertransaksinya harus selalu menggunakan kartu fisik. Pada tahap awal, KKI tersedia dalam bentuk kartu digital dan dapat digunakan sebagai sumber dana untuk melakukan pembayaran melalui QRIS, baik dengan metode pindai (scan) maupun QRIS Tap.
Lalu, sebenarnya apa itu KKI dan bagaimana cara menggunakannya? Yuk, kenalan lebih dekat!
Menurut Bank Indonesia, Kartu Kredit Indonesia merupakan alternatif instrumen pembayaran dengan fasilitas penundaan pembayaran atau deferred payment yang transaksinya diproses secara domestik.
Sederhananya, KKI memberikan fasilitas kredit yang dapat digunakan sebagai sumber dana ketika melakukan transaksi. Pengguna melakukan pembayaran terlebih dahulu menggunakan fasilitas tersebut, kemudian memenuhi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan dari bank penerbit.
Hal yang menjadi karakteristik KKI adalah pemrosesan transaksinya dilakukan melalui infrastruktur sistem pembayaran nasional. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional sekaligus memperkuat kemandirian sistem pembayaran Indonesia.
Kawan PRIMA, salah satu hal menarik dari KKI adalah integrasinya dengan QRIS.
Pada tahap awal implementasinya, KKI digunakan sebagai sumber dana transaksi dengan cara pembayaran melalui QRIS Pindai maupun QRIS Tap.
Artinya, ketika melakukan transaksi pada merchant QRIS yang sesuai, pengguna dapat memilih KKI sebagai sumber dana pembayaran melalui aplikasi bank penerbit.
Pada QRIS Pindai, pengguna melakukan pembayaran dengan memindai QRIS merchant seperti transaksi QRIS yang sudah dikenal sehari-hari.
Sementara melalui QRIS Tap, pembayaran dilakukan dengan teknologi NFC pada perangkat dan merchant yang mendukung. Pengguna cukup memilih sumber dana KKI dan mengikuti proses transaksi yang tersedia pada aplikasi penerbit.
Ke depan, KKI juga direncanakan terus berkembang. Bank Indonesia membuka kemungkinan pengembangan penggunaannya untuk transaksi daring melalui Online Payment, serta transaksi luring menggunakan kartu fisik.
Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2026, terdapat delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) yang telah menerbitkan Kartu Kredit Indonesia.
Delapan penerbit tersebut adalah BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, PermataBank, Bank Mega, serta BSI yang mengembangkan pembiayaan berbasis prinsip syariah.
Kawan PRIMA yang tertarik menggunakan KKI perlu melakukan pengajuan melalui bank atau PJP penerbit. Prosesnya mengikuti ketentuan masing-masing penerbit, mulai dari pendaftaran, verifikasi dan persetujuan, hingga aktivasi.
Jadi, kepemilikan KKI tetap melalui proses pengajuan dan penilaian sesuai ketentuan bank penerbit.
Baca: Hari Pelanggan Nasional: Momen Apresiasi untuk Pelanggan Setia
Peluncuran KKI hadir ketika penggunaan pembayaran digital di Indonesia terus berkembang.
Hingga Juni 2026, Bank Indonesia mencatat jumlah pengguna QRIS telah mencapai 65,77 juta pengguna dengan 44,86 juta merchant. Sepanjang semester I 2026, QRIS juga telah mencatat 12,55 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp1,12 kuadriliun.
Basis QRIS yang semakin luas tersebut menjadi relevan bagi implementasi KKI karena pada tahap awal QRIS menjadi kanal utama yang digunakan untuk melakukan pembayaran dengan sumber dana KKI.
Kehadiran KKI pun menambah alternatif sumber dana yang dapat dipilih masyarakat ketika bertransaksi secara digital.
Kawan PRIMA, hadirnya Kartu Kredit Indonesia menunjukkan bagaimana sistem pembayaran nasional terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.
KKI bukan sekadar kartu kredit dengan nama baru. Instrumen ini memiliki karakteristik berupa fasilitas penundaan pembayaran, pemrosesan transaksi secara domestik, serta integrasi dengan QRIS sebagai cara pembayaran.
Dengan kolaborasi Bank Indonesia, ASPI, industri perbankan, serta pelaku dalam infrastruktur sistem pembayaran nasional seperti PT Rintis Sejahtera melalui Jaringan PRIMA, pengembangan KKI menjadi bagian dari langkah bersama untuk memperkuat ekosistem pembayaran Indonesia yang semakin terkoneksi.
Jadi, kalau nanti menemukan pilihan Kartu Kredit Indonesia di aplikasi perbankan, Kawan PRIMA sudah tidak asing lagi. Kenali fiturnya, pahami cara kerjanya, dan gunakan fasilitas kredit secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.