14 September 2026
Kawan PRIMA, QRIS sudah diperkenalkan sejak 2019 dan kini menjadi pemandangan yang sangat familiar di kasir restoran, coffee shop, minimarket, hingga berbagai merchant UMKM. Namun menariknya, memasuki 2026 masih ada satu pertanyaan yang cukup sering terdengar ketika pelanggan hendak membayar:
“QRIS-nya pakai bank apa?”
Atau bahkan, “Kalau QRIS ini dari Bank A, bayarnya harus pakai aplikasi Bank A juga, ya?”
Jawabannya: tidak.
Selama aplikasi mobile banking atau dompet digital Kawan PRIMA memiliki fitur pembayaran QRIS, aplikasi tersebut pada prinsipnya dapat digunakan untuk memindai QRIS merchant yang telah sesuai standar nasional. Inilah salah satu tujuan utama QRIS: membuat pembayaran berbasis QR menjadi interoperabel.
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard merupakan standar pembayaran QR nasional yang diluncurkan Bank Indonesia pada 2019.
Sebelum QRIS hadir, merchant dapat memiliki beberapa QR berbeda karena setiap penyedia layanan pembayaran mempunyai sistemnya sendiri. Pelanggan pun harus memastikan aplikasi yang mereka gunakan cocok dengan QR yang tersedia di merchant.
Satu QRIS merchant dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi mobile banking maupun dompet digital yang telah mendukung QRIS. Jadi, meskipun QRIS merchant diperoleh melalui Bank A, pelanggan tidak harus menggunakan aplikasi Bank A untuk membayarnya.
Pengguna Bank B, Bank C, maupun dompet digital yang mendukung QRIS tetap dapat melakukan pembayaran selama seluruh pihak telah terkoneksi dalam ekosistem QRIS.
Salah satu penyebabnya bisa datang dari pemahaman lama mengenai transaksi on-us.
Dalam sistem pembayaran, istilah on-us secara sederhana mengacu pada transaksi ketika pihak penerbit instrumen pembayaran dan pihak penerima transaksi berada dalam institusi atau jaringan yang sama.
Sebagian merchant kemudian membawa pemahaman tersebut ke QRIS. Misalnya, karena QRIS ditampilkan melalui perangkat atau layanan Bank A, merchant mengira hanya aplikasi Bank A yang dapat digunakan untuk membayar.
Padahal QRIS justru dibangun dengan konsep interoperabilitas.
Jadi jangan heran jika Kawan PRIMA membuka mobile banking dari bank berbeda, scan QRIS merchant, lalu pembayaran tetap dapat diproses.
Baca: Satu QRIS, Buka Lebih Banyak Peluang Transaksi untuk Usaha
Kawan PRIMA, di balik satu aktivitas sederhana berupa scan QR, terdapat ekosistem sistem pembayaran yang saling terhubung.
Dalam transaksi QRIS terdapat pihak yang menyediakan layanan kepada pengguna, pihak yang menyediakan layanan kepada merchant atau acquirer, serta infrastruktur pemrosesan dan switching yang membantu menghubungkan transaksi.
Konektivitas inilah yang membuat pelanggan dan merchant tidak harus berada pada penyedia layanan yang sama.
Salah satu pemain yang mendukung konektivitas tersebut adalah Jaringan PRIMA, yang membantu menghubungkan berbagai institusi dalam ekosistem pembayaran sehingga transaksi dapat berlangsung secara aman dan andal.
Kalau Kawan PRIMA kembali menemui situasi serupa, tidak perlu berdebat dengan kasir.
Cukup sampaikan dengan ramah:
“Kalau ini QRIS, saya bisa coba bayar pakai aplikasi saya, ya. Selama aplikasinya mendukung QRIS, seharusnya bisa digunakan.”
Kemudian lakukan scan seperti biasa. Sebelum mengonfirmasi, jangan lupa cek nama merchant dan nominal transaksi yang muncul pada aplikasi.
Apabila transaksi berhasil, Kawan PRIMA juga bisa menunjukkan notifikasi pembayaran kepada merchant sebagai konfirmasi.
Namun perlu diingat, sebagian merchant memiliki dua jenis metode pembayaran berbasis QR yakni QRIS Customer Presented Mode (CPM) dan QRIS Merchant Presented Mode) di mana untuk CPM, pembeli yang menunjukkan QR ke merchant untuk discan. Sedangkan MPM merupakan jenis yang lebih umum di mana pembeli yang melakukan scan ke QR code milik merchant.
Baca: Tips Aman Bertransaksi Saat Promo Kemerdekaan agar Terhindar dari Penipuan
Kawan PRIMA, tujuh tahun sejak diperkenalkan, QRIS tidak hanya mengubah cara masyarakat melakukan pembayaran, tetapi juga menyederhanakan ekosistem QR yang sebelumnya terfragmentasi.
Selain itu ada satu persepsi lain yang juga masih cukup sering muncul: QRIS hanya cocok untuk transaksi bernominal kecil.
Padahal, menurut ketentuan Bank Indonesia, nominal transaksi QRIS dapat dilakukan hingga Rp10 juta per transaksi. Batas kumulatif harian atau bulanan tetap dapat berbeda sesuai kebijakan dan manajemen risiko masing-masing penerbit.
Artinya, penggunaan QRIS tidak berhenti pada pembayaran kopi, makan siang, atau jajanan harian. QRIS juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan dengan nilai transaksi yang lebih besar, selama masih berada dalam batas transaksi yang berlaku.
Misalnya ketika Kawan PRIMA membeli:
Jadi, saat total belanja sudah mencapai ratusan ribu rupiah atau bahkan jutaan, jangan langsung beranggapan harus beralih ke metode pembayaran lain.
Nah itu dia kesimpulan dari perkembangan QRIS hingga saat ini. Semoga Kawan PRIMA lebih paham dan apabila ada yang bertanya “QRIS-nya apa?”, Kawan PRIMA sudah tahu jawabannya.
QRIS ya QRIS. Tidak harus menggunakan aplikasi dari bank yang sama dengan QRIS merchant. Selama aplikasi pembayaran Kawan PRIMA mendukung QRIS, tinggal scan, cek detailnya, lalu bayar hingga maksimal Rp10.000.000 per transaksi.
Semakin paham cara kerjanya, semakin nyaman pula kita memanfaatkan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.