Untung Rugi Work From Anywhere

27 April 2023

  • Share

Kawan PRIMA, pandemi Covid-19 membuat pola bekerja orang-orang menjadi berubah. Setelah aturan Work From Home (WFH) diterapkan, beragam variasi pola bekerja lainnya juga bermunculan. Diantaranya Work From Bali, Work From Coffeeshop hingga yang terbaru adalah Work From Anywhere. Munculnya berbagai tren “Work From” tersebut dinilai merupakan bagian dari upaya membebaskan diri dari kebosanan, setelah sekian lama melakukan Work From Home (WFH).

Saat ini mulai banyak perusahaan yang memperbolehkan karyawannya melakukan Work From Anywhere (WFA). Cara kerja seperti ini dinilai efektif meskipun ada beberapa risiko yang menyertainya. Untuk lebih mengenal apa itu WFA dan seperti apa manfaat serta dampaknya terhadap produktivitas dan kualitas kerja, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu WFA?

Work From Anywhere atau WFA merupakan sebuah sistem kerja yang memungkinkan karyawan melakukan pekerjaannya dari mana pun. Sistem kerja ini bertujuan memberikan keleluasaan kepada karyawan untuk memilih sendiri ruang ternyamannya ketika bekerja, dengan harapan bisa meningkatkan produktivitas. Sebetulnya jauh sebelum pandemi Covid-19 terjadi, sudah ada beberapa jenis pekerjaan yang telah melakukan konsep remote working seperti WFA ini, seperti diantaranya pekerja lepas (freelancer), content writer, pembuat konten (content creator), interior designer, data entry, graphic designer. Namun pada saat itu belum ada istilah yang tepat untuk mendefinisikan pola kerja seperti itu. Barulah ketika pandemi Covid-19 istilah WFA biasa dipakai.

Keuntungan WFA 

Ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh jika perusahaan dan karyawan memberlakukan sistem kerja WFA, diantaranya:

  1. Lebih hemat

Salah satu manfaat yang bisa dirasakan saat menjalani WFA yaitu dapat menghemat pengeluaran. Karena tidak lagi wajib bekerja dari kantor, otomatis kamu bisa menghemat biaya bensin atau ongkos transport berangkat dan pulang kantor. Selain menghemat uang, bekerja secara WFA juga akan menghemat waktu. Hal ini akan sangat berguna bagi mereka yang harus menempuh jarak dan waktu lebih dari 30 menit untuk sampai ke tempat kerja. Adanya WFA akan memberikan waktu lebih banyak bagi kamu untuk menikmati hidup di luar pekerjaan.

 Sementara keuntungan yang diperoleh perusahaan dari pemberlakuan WFA, yakni tidak perlu mengeluarkan anggaran fasilitas kantor, seperti pengadaan wifi dan makan siang karyawan.

  1. Koordinasi yang efektif

WFA menjadikan proses koordinasi dengan atasan, rekan kerja hingga klien lebih efektif. Sebelum adanya pandemi Covid-19, proses business plan, pitching, hingga sosialisasi produk baru harus dilakukan secara tatap muka. Tidak jarang, agenda yang telah dijadwalkan harus direschedule ke hari lain karena salah satu pihak berhalangan hadir. Padahal kita sudah terlanjur membatalkan agenda lain untuk dapat menghadiri pertemuan tersebut. Tidak efektif sekali bukan? 

Dengan konsep remote working, kendala tersebut dapat diminimalisir. Setiap orang kini bisa mengikuti meeting dari manapun dan kapanpun via online. Dengan demikian, tujuan perusahaan juga akan bisa tercapai dengan baik.

  1. Kepuasan kerja meningkat

Sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard Business Review dalam artikel “Our Work from Anywhere Future” menyebutkan bahwa work from home atau work from anywhere meningkatkan produktivitas kerja hingga 22 persen. Hal ini disebabkan karena WFA memberikan fleksibilitas. Kamu bebas menentukan jam bekerja asalkan tetap menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan.

 

Kelemahan WFA

Setelah mengetahu berbagai kelebihan dari WFA, kamu juga perlu mengetahui kelemahan dari sistem kerja ini, diantaranya:

 

  1. Bergantung pada internet

Bekerja secara remote akan sangat bergantung pada jaringan internet cepat dan berkualitas. Saat WFA, kamu dituntut untuk bisa mengirimkan deadline pekerjaan dan menghadiri meeting secara online. Sangat mudah untuk dibayangkan bila saat WFA kamu tidak didukung dengan koneksi internet yang baik. Mungkin kamu bisa ditegur oleh atasan karena dianggap tidak responsif.

  1. Work life balance terganggu

Sebagian orang mungkin merasa bahwa WFA sangat membantu mereka bekerja lebih produktif dengan waktu yang lebih singkat. Saat WFA, 10 pekerjaan yang biasa diselesaikan dalam waktu 8 jam, bisa diselesaikan dalam waktu 3 jam. Namun ini tidak berlaku bagi orang-orang yang kesulitan dalam manajemen waktu. WFA justru berpotensi membuat kamu kesulitan memisahkan jam kerja dan istirahat. Alhasil, kamu kehilangan waktu untuk healing dan berkumpul dengan orang-orang tersayang.

  1. Potensi terisolasi dari sosial

Bekerja secara WFA berpotensi membuat seseorang menjadi terisolasi dari kehidupan sosial. Hal ini karena pekerjaan yang digeluti tidak lagi dilakukan secara tatap muka. Hasilnya, seseorang akan terbiasa menjalani keseharian tanpa melakukan interaksi langsung. Jika sebelum pandemi kamu sering bepergian atau hang out dengan teman-teman, bisa jadi kini kamu merasa malas untuk melakukannya karena telah terlanjur nyaman berinteraksi secara online. Oleh karenanya, kamu harus bisa mengimbanginya. Meski bekerja secara WFA, kamu dianjurkan tetap melakukan interaksi sosial secara langsung dengan orang sekitar. Hal ini bertujuan agar kamu tidak kehilangan relasi dengan lingkungan sekitar.

Referensi:

Kompas.tv

Idntimes.com

Sehatq.com

Alinea.id

berita lainnya

Dengan memanfaatkan QRIS sebagai alat pembayaran, wisatawan Thailand akan merasakan berbagai manfaat seperti keamanan dalam pembayaran... Selengkapnya >
Di Indonesia metode pembayaran menggunakan QR dikenal akrab dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), namun di luar negeri tentu nama QRIS tidaklah akrab oleh warga lokal di sana.... Selengkapnya >
Kawan PRIMA bisa merasa lega karena dibanding dua tahun lalu, peningkatan merchant QRIS mulai bertambah secara masif di seluruh Indonesia, sehingga kamu tidak perlu khawatir saat bepergian ke luar kota dan tidak menemukan merchant yang menyediakan QRIS. ... Selengkapnya >