Tradisi Ramadan di Berbagai Negara

21 April 2022

  • Share

Kawan PRIMA, bulan Ramadan tidak cuma identik dengan berpuasa saja. Namun juga berkaitan dengan beragam tradisi umat Islam yang telah dijalani secara turun-temurun. Jika di Indonesia kita mengenal beberapa tradisi Ramadan, seperti nyekar ke makam keluarga saat menyambut bulan puasa, ritual bersih jiwa dan bukber, maka beberapa negara di dunia juga punya tradisi sendiri dalam menjalani bulan Ramadan, diantaranya:

 

1. Festival Chaand Raat, Pakistan

Festival Chaand Raat biasa dilakukan di penghujung Ramadan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Dalam bahasa Sansekerta, Chaand Raat berarti malam melihat bulan. Masyarakat di sana percaya, merayakan tradisi ini pada malam takbiran, akan mendapat berkah yang besar dari Tuhan. Namun tidak semua orang bisa mengikuti tradisi ini. Chaand Raat hanya boleh dilakukan para perempuan muslim di Pakistan. Dalam festival ini, para perempuan akan berkumpul mengenakan pakaian tradisional Pakistan dan mempercantik diri dengan mengecat tangan dan kuku mereka dengan hena. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sampai harus pergi salon kecantikan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam festival ini, masyarakat lokal biasanya akan memadati jalan protokol kota.

 

2. Bermain Mhebibes, Irak

Mhebibes merupakan salah satu permainan yang biasa dilakukan masyarakat Irak setelah berbuka puasa. Permainan ini dilakukan dengan tujuan mempererat hubungan antar masyarakat di Irak. Mhebibes sendiri memiliki arti cincin. Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua tim pria terdiri dari 40 hingga 250 orang. Konsep permainannya adalah menyembunyikan cincin secara bergantian.

Ketua tim akan memberikan cincin kepada anggotanya secara diam-diam. Para anggota tim kemudian akan duduk di tanah dengan mengepalkan tangan di pangkuan mereka. Tim lawan harus bisa menebak siapa yang menyimpan cincin tersebut. Namun untuk menebak siapa yang menyembunyikan cincin, lawan hanya bisa menggunakan bahasa tubuh.

 

3. Tradisi Seheriwalas atau Zohridaars, India

Selama bulan suci Ramadan, kelompok bernama Seheriwalas (atau Zohridaars) di India akan berkeliaran di kota pada pagi hari sambil meneriakkan nama Allah dan Nabi. Selain mencari pahala, hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membangunkan umat Islam yang akan melakukan sahur. Biasanya tradisi ini dimulai pada pukul 02.30 waktu setempat dengan membawa tongkat untuk mengetuk pintu rumah warga.

 

4. Menembakkan meriam, Lebanon

Menembakkan meriam menjadi salah satu tradisi masyarakat Lebanon di bulan Ramadan. Tradisi yang dikenal dengan sebutan midfa al iftar ini, pertama kali dipraktikkan di Mesir 200 tahun yang lalu. Suara meriam yang ditembakkan tersebut ditandai sebagai waktu berbuka puasa masyarakat setempat.

 

5. Tradisi Haq Al Laila, Uni Emirat Arab

Tradisi ini sering kali dibandingkan dengan kebiasaan Barat dalam hal trick-or-treat. Haq Al Laila biasanya dilakukan pada tanggal 15 Sya'ban (sebulan sebelum Ramadan dalam kalender Islam). Di tanggal tersebut, anak-anak akan mengenakan pakaian cerah, berkeliaran di lingkungan mereka, mengumpulkan kacang-kacangan dan permen sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional Arab. Salah satunya adalah lagu "Aatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum" yang memiliki arti “Berikan kepada kami dan Allah akan membalas Anda dan membantu Anda mengunjungi Rumah Allah di Makkah”.

 

Referensi:

Kompas.com

Viva.co.id

Bisnis.com

Liputan6.com

berita lainnya

Jakarta, Bank DKI bersama PT Rintis Sejahtera selaku pengelola Jaringan PRIMA melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka memperluas jaringan perbankan transaksi antar negara. ... Selengkapnya >
Sebenarnya apa itu metaverse? Mengapa semua orang kini berlomba-lomba bermigrasi ke dunia metaverse?... Selengkapnya >
Kawan PRIMA, awal usia 20-an adalah fase dimana kamu mulai bekerja dan mendapatkan penghasilan secara mandiri sehingga tidak lagi bergantung pada pemberian orang tua. Disaat itu, kamu akan memiliki ambisi yang kuat untuk memenuhi keinginan.... Selengkapnya >