Tips Pede Hadapi Resesi Global 2023

4 January 2023

  • Share

Kawan PRIMA, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5% di tahun 2023. Angka tersebut jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kondisi dua negara besar seperti China dan Amerika Serikat (AS).  IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi China akan berada di angka 4,4%, sementara AS justru akan mengalami penurunan menjadi 1% di tahun 2023.

Meski cukup memberikan optimisme bagi perekonomian tanah air, kita tidak boleh terlena dengan data diatas dan mengabaikan ancaman resesi global yang kemungkinan besar akan terjadi di tahun 2023. Saat resesi terjadi, kondisi perekonomian akan melambat. Hal ini membuat sektor finansial turut berdampak, mulai dari bisnis yang tidak berkembang, pemotongan gaji, hingga bertambahnya jumlah pengangguran.

Lalu apa saja yang bisa kita upayakan agar bisa pede menghadapi potensi resesi global 2023?

 

1. Mempersiapkan Dana Darurat

Saat ini kondisi perekonomian dunia penuh dengan ketidakpastian. Risiko terjadinya PHK mungkin saja terjadi di kemudian hari. Untuk itu sangat penting mempersiapkan dana darurat sedini mungkin. Dana darurat harus disiapkan dengan perhitungan matang. Bagi kamu yang saat ini belum menikah, dana darurat yang ideal adalah minimal sebesar tiga kali pengeluaran rutin bulanan. Misalnya kamu memiliki penghasilan sebanyak Rp 6 juta per bulan dengan total pengeluaran rutin sebesar Rp 4 juta per bulan, maka dana darurat ideal yang wajib dimiliki adalah Rp 12 juta. Bagi kamu yang sudah menikah, dana darurat yang harus disiapkan otomatis menjadi lebih besar, yakni enam kali pengeluaran rutin bulanan. Begitu pun jika kamu sudah memiliki anak, dana darurat yang harus disiapkan adalah sebanyak sembilan kali pengeluaran rutin bulanan.

 

2. Memiliki Penghasilan Tambahan

Kondisi ekonomi saat ini seakan mengharuskan kita untuk jangan terlalu bergantung pada satu penghasilan saja. Kita dianjurkan memperoleh penghasilan tambahan dari sumber lain, untuk mencukupi kebutuhan dan membantu mempersiapkan dana darurat yang ideal. Kamu bisa memanfaatkan passion yang kamu miliki, untuk mendapatkan uang tambahan di luar jam kerja. Misalnya, menjadi content creator, penulis berbayar, atau pengusaha UMKM.

 

3. Melunasi Utang

Salah satu cara yang dianjurkan agar bisa tenang dalam menghadapi resesi global adalah dengan segera melunasi utang, khususnya utang jangka panjang. Apabila kamu memiliki uang cash yang cukup, segeralah menunaikan tanggungjawab tersebut sebelum tingkat suku bunga semakin melambung tinggi. Selain itu, ada baiknya pula menahan diri untuk tidak menambah utang-utang yang bersifat konsumtif.

 

4. Mengatur Cash Flow yang Baik

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk meminimalisir dampak resesi terhadap kondisi finansial kita adalah dengan mengatur cash flow. Pastikan pengeluaran yang kamu lakukan adalah untuk keperluan yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan.

 

5. Mempelajari Keahlian Baru

Era digital yang terjadi saat ini menciptakan peluang-peluang baru. Berbagai pekerjaan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya kini justru bermunculan dan menjadi sumber penghasilan baru. Seperti diantaranya, social media specialist, content writer, video creator, graphic designer, data analyst dan UI/UX designer.

Tidak ada salahnya mempelajari keahlian baru dengan memperbanyak riset dan mengikuti pelatihan (training) sejak dini, sebagai persiapan jika pekerjaan utama kamu terancam saat resesi terjadi.

 

Referensi:

Bisnis.com

CnbcIndonesia.com

Kompas.tv

berita lainnya

Kawan PRIMA, Indonesia akan segera memasuki era baru teknologi Toll Road 4.0. Salah satunya dengan rencana penerapan teknologi MLFF. Apakah kamu sudah mendengar bahwa sistem MLFF akan diterapkan di jalan tol Indonesia mulai tahun 2023?... Selengkapnya >
Menjaga kesehatan otak menjadi sebuah keharusan. Pertambahan usia ternyata bisa mempengaruhi penurunan fungsi otak diantaranya Demensia dan penyakit Alzheimer di masa tua. Apa saja aktivitas yang dapat mencegah hal tersebut?... Selengkapnya >