Rahasia China di Berbagai Kompetisi Olahraga

9 August 2021

  • Share

Kawan PRIMA, Olimpiade Tokyo 2020 sudah berakhir Minggu, 8 Agustus 2021 kemarin. Amerika Serikat (AS) dipastikan menjadi juara umum Olimpiade. Kepastian itu didapat setelah AS berhasil menambah tiga medali emas pada hari terakhir penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, dari cabang olahraga bola basket putri, balap sepeda, dan voli putri. AS  berhasil mengumpulkan 113 medali yang terdiri dari 39 emas, 41 perak dan 33 perunggu. Hasil ini membuat posisi China turun ke peringkat kedua, setelah beberapa pekan bertengger kokoh di puncak klasemen.
Namun meski demikian, prestasi yang diraih China tidak boleh dipandang sebelah mata. Pada pesta olahraga multicabang terbesar di dunia ini, China berhasil mengumpulkan 88 medali, dengan rincian 38 medali emas, 31 perak dan 18 perunggu. Bahkan Dari 5 gelaran Olimpiade terakhir, China sudah memperoleh 379 medali dan 175 diantaranya adalah emas.

Prestasi China dalam kompetisi olahraga tidak hanya ditunjukkan di ajang Olimpiade saja, negeri tirai bambu ini juga sangat sukses di ajang Asian Games. China telah menjuarai Asian Games sebanyak 10 kali secara berturut-turut. Terakhir pada pagelaran Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, China berhasil mengoleksi 132 emas, 92 perak dan 65 perunggu. Hal ini tentu membuat kita bertanya-tanya, apa yang membuat China bisa sehebat itu. Jika alasannya karena jumlah penduduk, rasanya Indonesia juga termasuk negara dengan penduduk 5 besar terbanyak di dunia, namun perolehan medalinya masih jauh di bawah China. Berikut adalah beberapa alasan mengapa timnas China sering mendominasi kompetisi-kompetisi olahraga.

 

1. Sistem Negara

Sistem sosialis yang dianut China merupakan salah satu alasannya. Dengan sistem ini berarti segala kebijakan baik politik, ekonomi hingga olahraga sekali pun, ditentukan oleh negara tanpa harus melalui birokrasi yang berbelit-belit. Dengan demikian, proses pembinaan hingga anggaran biaya, bisa dilakukan secara terpusat, cepat dan efektif.

 

2. Pembibitan Atlet Sejak Dini

China seakan tidak pernah kehabisan stok atlet berbakat untuk berkompetisi di berbagai ajang olahraga tingkat dunia. Keberhasilan China menjadi negara yang diperhitungkan di ajang Olimpiade tidak diraih dalam waktu singkat. China sudah mempersiapkan atlet sejak usia kanak-kanak. Proses latihan yang dilakukan pun tergolong di luar dari kebiasaan. Anak-anak tersebut dilatih dengan keras dan pelatih tidak segan-segan menghukum calon atletnya yang tidak melakukan latihan dengan benar.

Yang lebih mengejutkan lagi nih Kawan PRIMA, setiap sekolah di China memiliki pendidik fisik yang bertugas melatih kebugaran para siswa. Apabila mereka tidak lolos standar, para siswa tidak akan diizinkan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

 

3. Sekolah Khusus Olahraga

China memiliki banyak sekolah khusus olahraga. Oleh sebab itu, bagi anak yang tidak memiliki minat mengikuti pendidikan akademis, dapat mengalihkan passion mereka untuk bergabung ke bidang olahraga. Sekolah khusus olahraga ini menjanjikan tunjangan bagi siswanya yang mampu bermain pada level tertentu. Hal ini pula yang membuat banyak orang tua di China mendorong anak mereka berkarier di dunia olahraga.

 

4. Program Latihan Terpusat

China mengalokasikan dana yang diperoleh dari pajak untuk memaksimalkan program latihan terpusat. Dengan demikian, perkembangan para atlet dari berbagai macam cabang olahraga akan terpantau. Dengan alokasi dana yang besar ini, para atlet juga akan mendapatkan gaji tinggi sehingga bisa memicu semangat untuk meraih kemenangan.

 

5. Atlet Putra Putri Sama Rata

Negeri tirai bambu ini tidak pernah membeda-bedakan atlet mereka berdasarkan jenis kelamin. Mereka percaya baik atlet putra maupun atlet putri, sama-sama mampu mengharumkan nama bangsanya. Terbukti pada Olimpiade 2008, para atlet putri China justru berhasil membawa pulang emas lebih banyak dengan perolehan total 29 medali.

 

 

Referensi :

Kompas.com

Olympics.com

Liputan6.com

Todayline

berita lainnya

Berikut ini adalah beberapa cara memaksimalkan penggunaan media sosial untuk menunjang karier... Selengkapnya >
Ada dampak buruk yang ditimbulkan jika anak sering mendapat bentakan, diantaranya:... Selengkapnya >
Meski memiliki tujuan yang sama untuk memudahkan segala kebutuhan, tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya digital banking dan mobile banking adalah dua layanan yang berbeda. Agar lebih memahami perbedaan keduanya, berikut rangkumannya :... Selengkapnya >