8 October 2026
Kawan PRIMA, pernah menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai kurir paket? Pesannya mungkin terdengar meyakinkan, lengkap dengan informasi pengiriman dan lampiran file bertuliskan “Resi Pengiriman.apk”. Karena penasaran dengan paket yang sedang ditunggu, tanpa berpikir panjang kamu langsung mengunduh dan membuka file tersebut.
Hati-hati! Tindakan sederhana seperti ini bisa menjadi awal dari pencurian data pribadi hingga kerugian finansial akibat penipuan digital.
Modus penipuan melalui file APK semakin perlu diwaspadai, terutama ketika pelaku menyamar sebagai pihak terpercaya, seperti kurir ekspedisi, petugas bank, atau penyedia layanan tertentu. Oleh karena itu, penting bagi Kawan PRIMA untuk mengenali bahayanya sebelum menjadi korban.
APK atau Android Package Kit merupakan format file yang digunakan untuk memasang aplikasi pada perangkat Android. Sebenarnya, tidak semua file APK berbahaya. Namun, file APK yang berasal dari sumber tidak dikenal berpotensi mengandung aplikasi berbahaya atau malware.
Pelaku penipuan biasanya memanfaatkan rasa penasaran, kepanikan, atau ketidaktahuan korban untuk mendorong mereka mengunduh dan memasang aplikasi tersebut.
Contohnya, seseorang menerima pesan yang mengatasnamakan kurir dengan lampiran resi pengiriman berformat APK. Padahal, kurir resmi tidak seharusnya meminta pelanggan memasang aplikasi APK dari pesan pribadi hanya untuk melihat resi paket.
Ketika file berbahaya tersebut dipasang dan memperoleh izin akses tertentu, aplikasi dapat digunakan untuk membaca informasi sensitif, mengakses pesan, atau mencuri data pribadi yang tersimpan di perangkat.
Dalam kondisi tertentu, informasi tersebut dapat disalahgunakan untuk mengambil alih akun, termasuk akun layanan keuangan, sehingga menimbulkan kerugian finansial.
Baca juga: Waspada Notifikasi Transfer Palsu: Kalau Ragu, Stop Dulu!
Agar terhindar dari pencurian data pribadi dan penipuan digital, Kawan PRIMA perlu menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut.
Jika Kawan PRIMA telanjur memasang aplikasi mencurigakan, segera putuskan koneksi internet, hapus aplikasi tersebut, dan hubungi layanan resmi bank untuk mengamankan rekening.
Ganti kata sandi serta PIN melalui perangkat lain yang aman. Periksa juga riwayat transaksi untuk memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan. Langkah ini sejalan dengan imbauan keamanan dari Bank Indonesia.
Kawan PRIMA, menjaga keamanan transaksi digital bukan hanya soal menggunakan aplikasi terpercaya, tetapi juga tentang kebiasaan kita dalam melindungi informasi pribadi.
Ingat, kalau ragu, stop dulu! Jangan biarkan rasa penasaran membuat data pribadi dan uang hasil kerja kerasmu menjadi sasaran penipu.
Yuk, terapkan kebiasaan Geber PK (Gerakan Bersama Pelindungan Konsumen) dengan lebih teliti sebelum mengklik, mengunduh, atau memasang aplikasi. Karena kewaspadaan adalah kunci utama untuk mencegah pencurian data dan kerugian finansial.
Baca juga: #GakKlikJanganKlik Awas Tertipu Website Palsu, Kenali 5 Cirinya