Cara Mengembalikan Fokus Menurut Sains

13 January 2022

  • Share

Kawan PRIMA, apakah kamu termasuk orang yang mudah kehilangan fokus? Jika iya, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu sedang membutuhkan sedikit istirahat. Masalah tersebut harus segera diatasi karena kehilangan fokus bisa berpengaruh pada penurunan produktivitas. Dalam bekerja maupun belajar, ada banyak hal yang bisa membuat kita kehilangan fokus, misalnya karena stres serta penggunaan media sosial secara berlebihan. 

Menurut Caroline Williams yang merupakan seorang jurnalis sains dan penulis buku Override: My quest to go beyond brain training and take control of my mind, terdapat beberapa cara mengembalikan fokus berdasarkan sains.

 

1. Melamun

Tidak banyak yang tahu bahwa melamun justru adalah aktivitas yang sangat dianjurkan oleh para psikolog untuk mengembalikan konsentrasi di saat belajar maupun bekerja. Melamun disebut bisa membantu mengoptimalkan fungsi otak. Seorang psikolog asal Universitas Harvard, Paul Seli mengatakan saat seseorang kehilangan fokus dan konsentrasi, cobalah memikirkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Kamu juga bisa memecahkan masalah lain terlebih dulu. Setelah semuanya rampung, kamu akan kembali ke tugas dengan tingkat konsentrasi yang lebih baik.

 

2. Menonton Video Lucu

Menonton video lucu juga disebut bisa meningkatkan fokus. Dengan menonton video lucu, orang-orang akan tertawa dan secara otomatis memberikan cadangan semangat untuk menjalani aktivitas. Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan, mereka yang menonton video lucu, menunjukkan usaha yang lebih gigih dalam menyelesaikan sebuah teka-teki sulit daripada mereka yang cuma menonton video santai, tetapi tidak lucu. Artinya dengan tertawa, orang-orang akan merasa lebih bersemangat dan berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Tidak hanya itu, ilmuwan Universitas Nasional Australia, David Cheng menyebut menciptakan suasana kerja yang menyenangkan di tim kamu dengan humor-humor segar, akan membantu meningkatkan produktivitas tim.

 

3. Tempatkan Distraksi yang Tepat di Depan Kita

Seorang psikolog asal University College London, Nilli Lavie, pada 1995 pernah mengemukakan sebuah teori bernama 'Load Theory'. Teorinya ini menjelaskan bahwa ada batas informasi yang bisa diproses otak kita pada satu waktu tertentu. Ketika slot sudah penuh, maka otak kita akan memutuskan mana hal yang harus difokuskan terlebih dulu.

Eksperimen yang dilakukannya menyarankan agar kita tidak bekerja di lingkungan yang rapi, bersih, dan hening. Tetapi, justru yang berantakan dan bising. Kondisi tersebut akan memaksa otak kita fokus pada hal yang lebih prioritas. Distraksi-distraksi tersingkirkan secara otomatis. Singkatnya, hal ini dilakukan untuk membuat otak kita berkonsentrasi dan tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan hal lain.

 

4. Berhenti Bekerja

Berhenti bekerja yang dimaksud bukanlah keluar dari pekerjaan atau resign. Namun berhenti sementara dari aktivitas pekerjaan dan mengisinya dengan kegiatan lain. Hal ini karena manusia tidak dapat berkonsentrasi lebih dari 90 menit dan membutuhkan istirahat sedikitnya 15 menit untuk bisa kembali berkonsentrasi. Kegiatan lain yang bisa dilakukan untuk mengembalikan fokus diantaranya, olahraga singkat, meditasi, atau minum kopi.

Olahraga dapat menghidupkan otak kembali dan menempatkannya ke kondisi lebih baik. Olahraga akan lebih baik jika dilakukan di area outdoor. Sementara, orang yang melakukan meditasi mempunyai kontrol lebih baik dalam hal fokus dan lebih memahami kapan mereka harus istirahat.

Selain itu, meminum kopi juga bermanfaat untuk meningkatkan fokus. Hal ini karena kopi dapat meningkatkan ingatan, reaksi, dan konsentrasi dalam jangka pendek.

 

Referensi:

 

Detik.com

Klikdokter.com

Kompas.com

Edunews.id

berita lainnya

Kawan PRIMA, pemerintah menjadwalkan program vaksinasi booster atau vaksinasi dosis ketiga akan dimulai pada 12 Januari 2022 mendatang.... Selengkapnya >