Beda Banget! Ini 5 Istilah Keuangan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia

6 November 2026

  • Share

Beda Banget! Ini 5 Istilah Keuangan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia

Kawan PRIMA, meski Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki kedekatan bahasa, sejumlah istilah yang digunakan dalam aktivitas keuangan ternyata berbeda. Ada yang perbedaannya masih dapat dipahami seperti kartu kredit dan kad kredit. Namun, ada pula istilah yang berbeda jauh, seperti saldo dan baki. 

Perbedaan istilah keuangan ini menarik untuk diketahui, terutama bagi masyarakat yang bepergian ke Malaysia, berbelanja di luar negeri, atau mulai terbiasa menggunakan layanan keuangan digital lintas negara.

Nah, supaya tidak bingung saat berhadapan dengan layanan keuangan di Malaysia, yuk, kenali lima perbedaan istilah keuangan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia berikut ini!

  1. Uang vs. Wang

Perbedaan yang paling mudah dikenali antara Indonesia dan Malaysia terletak pada penyebutan uang. Jika masyarakat Indonesia menggunakan istilah ‘uang’, masyarakat Malaysia menyebutnya ‘wang’. Perbedaan ini juga tercermin pada mata uang yang digunakan. Indonesia menggunakan Rupiah (IDR), sedangkan Malaysia menggunakan Ringgit Malaysia (MYR).

Seiring berkembangnya teknologi pembayaran digital, perbedaan mata uang bukan lagi menjadi hambatan untuk bertransaksi lintas negara. Kini, masyarakat dapat menikmati kemudahan pembayaran di negara lain melalui aplikasi pembayaran yang telah mendukung layanan antarnegara, tanpa harus selalu menukarkan uang tunai terlebih dahulu.

  1. Saldo vs. Baki

Setelah memahami perbedaan mata uang, sekarang bayangkan kita ingin mengecek jumlah uang yang tersisa di rekening. Di Indonesia, kita mengenal istilah ‘saldo’. Sementara itu, masyarakat Malaysia lazim menggunakan istilah ‘baki’ untuk menyebut jumlah yang tersisa dalam suatu rekening.

Itu sebabnya, jangan heran kalau #KawanPRIMA mendengar isitlah ‘baki akaun’ jika bepergian ke Malaysia. Tenang, itu artinya ‘saldo rekening’ dalam bahasa Indonesia. Fungsinya sama, yaitu membantu pengguna mengetahui jumlah dana yang tercatat. Informasi ini penting sebelum melakukan pembayaran, mengirim uang, atau mengatur pengeluaran sehari-hari.

Baca Juga: Cara Melakukan Pembayaran QR di Malaysia

  1. Bunga Bank vs. Faedah Bank

Pernah mendengar istilah ‘bunga bank’? Istilah ini digunakan di Indonesia untuk merujuk pada bunga yang berkaitan dengan simpanan atau pinjaman. Di Malaysia, istilah yang umum digunakan dalam konteks tersebut adalah ‘faedah bank’.

Contohnya, ketika seseorang menyimpan uang di bank dan memperoleh bunga simpanan, dalam bahasa Malaysia hal tersebut dapat disebut ‘faedah simpanan’. Sementara itu, bunga yang dikenakan atas pinjaman dapat disebut ‘faedah pinjaman’.

  1. Kartu Kredit vs. Kad Kredit

Di Indonesia, kita menyebutnya ‘kartu kredit’, sedangkan di Malaysia istilah yang digunakan adalah ‘kad kredit’. Keduanya merujuk pada alat pembayaran yang memungkinkan pemegang kartu bertransaksi menggunakan fasilitas kredit dari penerbit kartu sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski namanya hampir sama, #KawanPRIMA tetap perlu memperhatikan biaya transaksi internasional, nilai tukar mata uang, dan ketentuan bank penerbit saat menggunakan kartu kredit di luar negeri. Dengan begitu, transaksi tetap praktis tanpa mengabaikan biaya yang mungkin timbul.

  1. Gratis vs Percuma

Siapa yang tidak suka sesuatu yang gratis? Di Indonesia, kata ‘gratis’ sering kita temukan dalam promosi, seperti gratis ongkir, tiket gratis, atau layanan gratis. Namun, tahukah #KawanPRIMA bahwa kata ‘gratis’ merupakan kata serapan dari bahasa Belanda yang berarti tanpa biaya atau cuma-cuma?

Nah, di Malaysia, kata yang lazim digunakan untuk menyebut sesuatu yang tidak perlu dibayar adalah ‘percuma’. Misalnya, jika sebuah toko menawarkan promo “Buy 1 Get 1 Free”, masyarakat Malaysia akan menyebutnya “Beli 1 Percuma 1”.

Menariknya, kata percuma sebenarnya juga dikenal dalam bahasa Indonesia. Namun, dalam percakapan sehari-hari, kata ini lebih sering digunakan untuk menyatakan sesuatu yang sia-sia atau tidak ada gunanya. Contohnya, “Percuma sudah datang jauh-jauh kalau tokonya tutup.” 

Baca Juga: Pakai QRIS di 5 Bank Ini Bisa Banget di Luar Negeri

Perbedaan istilah keuangan tersebut akan semakin menarik ketika kita melihat bagaimana transaksi dilakukan di negara lain. Misalnya, saat berbelanja di Malaysia, kita tidak hanya perlu memahami istilah seperti wang atau baki, tetapi juga mengenali metode pembayaran yang tersedia. 

Salah satunya adalah pembayaran menggunakan kode QR melalui layanan lintas negara yang menghubungkan QRIS Indonesia dengan DuitNow QR Malaysia. Lantas, bagaimana layanan ini bekerja dan apa peran Jaringan PRIMA di dalamnya?

QRIS Bisa Digunakan di Malaysia? Kenali Peran Jaringan PRIMA!

Bagi masyarakat Indonesia, QRIS tentu sudah tidak asing lagi. Kita dapat menemukannya di berbagai tempat, mulai dari restoran, bioskop, tempat hiburan, hingga pusat perbelanjaan. Cukup membuka aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS, memindai kode QR, lalu menyelesaikan transaksi sesuai petunjuk.

Kini, layanan pembayaran berbasis kode QR juga dapat digunakan untuk transaksi lintas negara,  termasuk Malaysia. Indonesia memiliki QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sedangkan Malaysia memiliki DuitNow QR. Melalui kerja sama pembayaran lintas negara, pengguna Indonesia dapat membayar di merchant Malaysia yang menerima DuitNow QR menggunakan aplikasi pembayaran Indonesia yang mendukung layanan QRIS Antarnegara. Sebaliknya, pengguna Malaysia juga dapat bertransaksi di merchant Indonesia yang menerima QRIS melalui aplikasi pembayaran Malaysia yang mendukung layanan tersebut .

Artinya, ketika berkunjung ke Malaysia, kita memiliki alternatif metode pembayaran selain menggunakan uang tunai atau kartu. Meski demikian, pengguna tetap perlu memastikan bahwa aplikasi dan merchant yang digunakan mendukung transaksi lintas negara tersebut. Nilai transaksi dan konversi mata uang mengikuti mekanisme serta ketentuan penyedia layanan.

Jaringan PRIMA merupakan salah satu penyedia infrastruktur switching dalam ekosistem pembayaran di Indonesia. Secara sederhana, switching berperan dalam menghubungkan sistem pembayaran antarpenyelenggara agar informasi transaksi dapat diteruskan dan diproses melalui jaringan yang terintegrasi.

Dalam mendukung layanan QRIS Antarnegara, Jaringan PRIMA juga mengembangkan konektivitas pembayaran lintas negara, termasuk melalui kerja sama dengan Payments Network Malaysia (PayNet), penyelenggara jaringan pembayaran DuitNow QR di Malaysia. Konektivitas ini mendukung pemrosesan transaksi pembayaran QR lintas negara bagi peserta layanan yang telah terhubung dengan jaringan terkait. 

Peran ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembayaran yang semakin terhubung. Sebab, ketika seseorang memindai kode QR untuk membayar belanjaan di luar negeri, terdapat proses pertukaran informasi transaksi antara penyelenggara pembayaran di kedua negara yang didukung oleh infrastruktur jaringan pembayaran. Melalui konektivitas tersebut, Jaringan PRIMA turut mendukung pengembangan layanan pembayaran digital lintas negara bagi masyarakat dan mitra perbankan. 

Di Balik Transaksi Digital, Ada Infrastruktur yang Bekerja

Kawan PRIMA, pernah terpikir bagaimana pembayaran digital dapat berlangsung hanya dalam beberapa detik? Pengalaman yang terlihat sederhana di layar ponsel sebenarnya melibatkan berbagai komponen teknologi yang bekerja di belakang layar.

Agar sistem pembayaran dapat berkomunikasi, dibutuhkan konektivitas jaringan yang memadai. Sistem juga memerlukan infrastruktur teknologi informasi untuk menjalankan aplikasi, memproses transaksi, serta mengelola data yang berkaitan dengan operasional layanan.

Sebagai penyedia solusi komunikasi dan infrastruktur digital, Primacom mendukung kebutuhan konektivitas bisnis melalui berbagai solusi komunikasi dan teknologi, termasuk konektivitas internet Starlink, radio HT, data center, cloud, hingga CCTV AI. Solusi tersebut dapat membantu perusahaan menghubungkan sistem, mengelola kebutuhan teknologi informasi, serta mendukung kelancaran dan keamanan operasional layanan digital.

Sebab, di balik transaksi yang praktis, ada teknologi dan konektivitas yang bekerja untuk mendukung pengalaman digital yang lebih mudah bagi masyarakat maupun dunia usaha. Untuk artikel menarik lainnya seputar teknologi komunikasi dan digitalisasi, klik di sini. 

berita lainnya

Excerpt Jadikan Jumat lebih bermakna dengan menunaikan ZISWAF melalui fitur Hijrah Amal di Muamalat DIN. Salurkan zakat, infak, sedekah, hingga wakaf langsung dari smartphone sesuai kemampuan.... Selengkapnya >
Payday tiba, kewaspadaan tetap harus dijaga. Kenali modus link palsu dan phishing yang mengincar rekening, lindungi data pribadi, dan selalu cek sebelum klik agar transaksi tetap aman.... Selengkapnya >
Kenali bagaimana teknologi CCTV AI dari Primacom, Prima Smart e-View, dapat membantu bank meningkatkan keamanan dan efektivitas pemantauan di berbagai lokasi operasional melalui deteksi otomatis dan notifikasi real-time.... Selengkapnya >