Apa Untungnya Meneruskan Bisnis Keluarga?

19 October 2021

  • Share

Kawan PRIMA, setelah lulus kuliah, para fresh graduate akan dihadapkan dengan sejumlah pilihan. Mulai dari rencana melanjutkan pendidikan S2, melamar pekerjaan di suatu korporasi, berwirausaha, atau bahkan melanjutkan bisnis keluarga.

Berbicara mengenai bisnis keluarga, terkadang orang-orang enggan untuk menekuninya. Alasannya beragam, mulai karena bisnis yang dijalankan keluarga tidak sesuai dengan minat, tidak memiliki kemampuan mengelola bisnis, berkeinginan untuk merintis bisnis sendiri atau karena merasa meneruskan bisnis yang sudah ada bukanlah sebuah pencapaian yang patut dibanggakan, sebab tidak dibangun dari hasil keringat sendiri.

Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya kamu menyimak beberapa keuntungan yang bisa diperoleh jika ingin meneruskan bisnis keluarga.

 

1. Jam Kerja Fleksibel

Salah satu keuntungan melanjutkan bisnis keluarga, kamu tidak wajib datang ke kantor setiap pagi seperti karyawan pada umumnya. Selama bisnis keluarga berjalan aman dan lancar, kamu bisa menentukan kapan harus berangkat ke kantor dan kapan harus pulang ke rumah. Namun di saat tertentu, ada kalanya kamu harus datang lebih pagi dan pulang larut malam.

Dengan jam kerja yang fleksibel, kamu leluasa melakukan kegiatan-kegiatan positif, seperti berolahraga di pagi hari. Berbeda dengan karyawan pada umumnya yang memiliki kesempatan berolahraga lebih sedikit karena harus bekerja 8-9 jam sehari.

 

2. Tidak Perlu Membangun Branding

Perusahaan yang kamu tangani pastinya sudah memiliki branding tersendiri. Kamu tidak perlu repot-repot untuk mencari dan merumuskan branding yang baru. Selain branding, bisnis keluarga umumnya juga telah memiliki relasi dan pelanggan. Untuk itu yang perlu dilakukan penerus bisnis adalah berinovasi dan menjaga relasi bisnis dengan pelanggan serta memastikannya tetap berjalan hingga ke generasi selanjutnya.

 

3. Mendapatkan Akses Modal yang Cepat dan Mudah

Saat mengalami kendala finansial dalam menjalankan bisnis keluarga, pihak pertama yang bisa dimintai pertolongan adalah keluarga. Hal ini tentunya akan lebih efektif dan efisien, dibanding  mengajukan pinjaman modal ke bank yang mengenakan bunga pinjaman.

 

4. Membuka Lapangan Pekerjaan Baru

Seperti diketahui angka pengangguran di Indonesia masih tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran mencapai 8,75 juta orang pada Februari 2021 lalu. Dengan menjalankan bisnis keluarga kamu dapat membuka lapangan pekerjaan baru yang bermanfaat bagi orang lain. Mengenai berapa jumlah tenaga kerja yang bisa diserap, tentunya menyesuaikan kebutuhan serta besar kecilnya jenis usaha yang dijalankan. Jadi selain membantu perekonomian suatu keluarga, kamu secara tidak langsung juga telah membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran.

 

5. Belajar Menjadi Pemimpin

Salah satu privilege yang diperoleh saat meneruskan bisnis keluarga, yakni kamu akan mendapatkan ilmu bisnis dari ahlinya. Kamu bisa meminta bimbingan dari orang tua, paman, tante dan keluarga lainnya yang terlibat dalam bisnis, baik itu tentang leadership, manajemen, serta strategi pemasaran produk. Tidak semua orang berkesempatan mendapatkan ilmu tersebut secara gratis. Ilmu-ilmu tersebut akan sangat berguna untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin kelak.

 

Nah Kawan PRIMA, itu tadi beberapa keuntungan yang akan diperoleh bila memilih berkarier sebagai penerus bisnis keluarga. Tentunya dibalik keuntungan tersebut, ada beberapa risiko dan kendala yang mungkin akan kamu temui. Diantaranya, keluarga sering ikut campur dalam pengambilan keputusan perusahaan, jika bisnis goyang maka yang akan disalahkan adalah penerus bisnis, serta kemungkinan sikut-menyikut antar saudara sangat mungkin terjadi.

 

Referensi:

Koinwork.com

Quora.com

Katadata.co.id

berita lainnya

enyakit berbahaya tidak hanya disebabkan oleh penyakit menular saja. Ternyata ada beberapa penyakit tidak menular yang justru lebih mematikan di dunia... Selengkapnya >
Dalam peristiwa sejarah 28 Oktober 1928 sebenarnya tidak ada istilah Sumpah Pemuda. Adapun hasil Kongres Pemuda II pada waktu itu adalah “Ikrar Pemuda”. Barulah di tahun 1930-an, kata tersebut diubah oleh Moh Yamin menjadi Sumpah Pemuda.... Selengkapnya >