3 Gaya Hidup Minimalis Ala Orang Jepang Yang Bikin Happy

12 October 2023

  • Share

Kawan PRIMA, masyarakat Jepang dikenal memiliki gaya hidup minimalis. Mereka umumnya menjalani kehidupan dengan lebih sederhana serta menghindari sifat mewah dan boros. Sejumlah tokoh terkenal asal Jepang yang mengajarkan gaya hidup minimalis diantaranya, Fumio Sasaki (penulis buku Goodbye, Things) dan Marie Kondo (penemu metode KonMari atau seni merapikan rumah). Menjalani hidup minimalis diyakini bisa mendatangkan kebahagiaan dan mengurangi stres karena terhindar dari pengeluaran yang tidak perlu. Agar tidak penasaran, berikut adalah gaya hidup minimalis ala Jepang yang patut ditiru.

  1. Kurangi Perabotan

Orang Jepang biasanya memiliki sedikit perabotan seperti kursi, meja, lemari, hingga gelas dan piring. Termasuk untuk urusan tempat tidur. Hingga saat ini masih banyak masyarakat Jepang yang menggunakan futon atau matras tradisional Jepang sebagai alas tidur. Futon sangat digemari karena penggunaannya yang praktis. Setelah digunakan, alas tidur tersebut bisa dilipat dan dimasukkan ke lemari. Itulah sebabnya kebanyakan orang Jepang memiliki rumah yang terlihat lebih lega. Keputusan mengurangi jumlah perabotan di rumah juga membantu mereka menghemat waktu dan tenaga dalam membersihkan rumah.

  1. Punya Pakaian Secukupnya

Orang Jepang terbiasa hidup hemat dengan cara menghindari prilaku konsumtif. Mereka lebih memilih mengalokasikan penghasilan untuk membeli barang yang bersifat primer dan mengurangi pembelian barang sekunder. Salah satunya dengan membeli pakaian secukupnya. Orang Jepang hanya akan membeli pakaian yang sudah pasti dipakai sehari-hari. Dengan demikian, pengeluaran dapat ditekan seminimal mungkin.

  1. Menabung

Masyarakat Negeri Sakura dikenal tidak suka menghambur-hamburkan uang. Mereka lebih memprioritaskan uang yang diperoleh untuk ditabung. Dengan menerapkan gaya hidup minimalis, orang Jepang bisa menyisihkan sedikitnya 20% penghasilan untuk ditabung secara konsisten.  Itu sebabnya, cara menabung ala orang Jepang sering menjadi inspirasi bagi mereka yang sulit menabung. Di Jepang sendiri, terdapat sebuah metode pengelolaan keuangan bernama Kakeibo.

Kakeibo memiliki arti catatan keuangan rumah tangga. Dengan demikian, konsep menabung ini mengutamakan pencatatan dan perencanaan keuangan dalam lingkup rumah tangga. Kakeibo mengajarkan salah satu trik unik untuk menekan pengeluaran, yakni dengan menyisipkan catatan pengingat di dompet bertuliskan "apakah kamu BENAR-BENAR membutuhkan barang ini?". Catatan tersebut akan membuat orang Jepang selalu melakukan pertimbangan sebelum membelanjakan sesuatu. Kakeibo juga mengajarkan untuk tidak langsung membeli barang setelah pertama kali melihatnya. Mereka yang menerapkan Kakeibo akan menunggu 24 jam terlebih dulu sebelum membeli barang. Waktu tersebut digunakan untuk berpikir dan meyakinkan diri apakah barang tersebut sebatas keinginan atau sebuah kebutuhan.

 

Referensi:

Suara.com

Cnbcindonesia.com

Kumparan.com

berita lainnya

Saat kita berwisata ke Singapura, Thailand, atau Malaysia sebaiknya kita menyebutkan payment system berbasis QR yang populer di negara tersebut seperti DuitNow (Malaysia), SGQR (Singapura), dan PromptPay (Thailand).... Selengkapnya >
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak konsumen dan kampanye dalam perlindungan konsumen yang dapat diterapkan ke dalam berbagai inovasi untuk perkembangan bisnis ke arah yang positif.... Selengkapnya >
Dengan memanfaatkan inovasi dalam dunia perbankan ini, Kawan PRIMA dapat merasakan pengalaman bagi-bagi THR yang lebih cepat, aman, dan nyaman.... Selengkapnya >