Daftar Modus Kejahatan Siber yang Marak di 2023

3 January 2024

  • Share

Kawan PRIMA–mengutip artikel yang diterbitkan oleh Katadata.com–sebuah riset yang dirilis oleh Fortinet mengungkapkan serangan siber di seluruh wilayah Indonesia meningkat dua kali lipat sepanjang 2023. Sebagai perbandingan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengeluarkan laporan di 2022 bahwa terdapat sekitar 700 juta serangan siber di Indonesia. Dari banyaknya kejahatan siber tersebut (yang ditaksir ada 1,4 milyar serangan di 2023) lebih dari 60% serangan berupa phising (pengelabuan) dan pencurian identitas di Indonesia.  

 

Untuk itu kita harus berjaga-jaga dalam membagikan data pribadi kita di media sosial sebab hal tersebut bisa menjadi umpan bagi para pelaku kejahatan siber yang dengan tak segan memanfaatkan data kita untuk tujuan illegal. Guru Besar Universitas Diponegoro, Prof. Muliaman D. Hadad dalam acara Crime and Risk Prevention in Financial Sector, di Jakarta, Juni 2023 lalu mengatakan ada beberapa jenis kejahatan siber yang marak di Indonesia sepanjang 2023 di antaranya:

 

  • Phising (pencurian data)

Phising merupakan kejahatan digital yang menargetkan informasi atau data sensitif korban melalui berbagai cara salah satunya yang paling marak di Indonesia saat ini adalah melakukan phising dengan modus membagikan link undangan pernikahan atau mengaku sebagai institusi tertentu agar korban membuka link phising via aplikasi chat. Data yang biasanya menjadi incaran para pelaku phising adalah data pribadi (nama, tanggal lahir, usia, alamat) hingga password dan nomor kartu atm.

 

  • Ransomware

Ransomware merupakan jenis virus yang digunakan untuk mengenkripsi data pengguna pada suatu perangkat komputer atau jaringan. Aksi kejahatan ini biasa menargetkan para korban agar data mereka tidak bisa diakses dan dimintai tebusan berupa uang agar bisa kembali mengaksesnya. Ransomware menjadi marak dan banyak menargetkan perusahaan dan mengganggu aktivitas operasional bisnis mereka. 

 

  • Advanced Persistent Threat (APT)

APT merupakan bentuk kejahatan yang memperoleh akses secara ilegal ke dalam jaringan komputer individu/perusahaan dan tidak terdeteksi dalam waktu yang lama. Biasanya APT merupakan sekelompok orang dengan kemampuan yang handal yang melakukan penyusupan guna mendapat akses pribadi atau data karyawan untuk tujuan-tujuan ilegal.

Untuk membentengi diri dari jenis-jenis kejahatan siber tersebut, Kawan PRIMA perlu berhati-hati dalam membagikan data pribadi di Internet agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (tonton: Konsumen Cerdas, PeKa Bertransaksi). Selain itu, Kawan PRIMA juga perlu waspada bila mendapat link mencurigakan via chat ataupun email dari seseorang yang mengaku kurir paket, teman, atau keluarga. 

 

Untuk mengetahui artikel mengenai modus kejahatan finansial lain:

Literasi adalah “Koentji” Melawan Social Engineering

Cara Menghindari Kejahatan Skimming



sumber:

bssn.go.id

infobank.com

katadata.co.id

bisnis.com

kompas.com

berita lainnya

Dengan memanfaatkan QRIS sebagai alat pembayaran, wisatawan Thailand akan merasakan berbagai manfaat seperti keamanan dalam pembayaran... Selengkapnya >
Di Indonesia metode pembayaran menggunakan QR dikenal akrab dengan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), namun di luar negeri tentu nama QRIS tidaklah akrab oleh warga lokal di sana.... Selengkapnya >
Kawan PRIMA bisa merasa lega karena dibanding dua tahun lalu, peningkatan merchant QRIS mulai bertambah secara masif di seluruh Indonesia, sehingga kamu tidak perlu khawatir saat bepergian ke luar kota dan tidak menemukan merchant yang menyediakan QRIS. ... Selengkapnya >