Bagaimana Sistem Pembayaran Tetap Tangguh di Tengah Perubahan?

29 October 2025

  • Share

Dalam era global yang dinamis dan penuh ketidakpastian, ketahanan sistem pembayaran kini menjadi pilar utama kedaulatan ekonomi digital. Pesan ini disampaikan oleh James Daniels, Senior Vice President dan Head of Asia Pacific FIME, dalam sesi bertajuk “Payment System Industry: Sustainable Resilience and Business Opportunity Creation” pada acara Prima Executive Gathering 2025.

Menurut Daniels, dunia tengah menghadapi transformasi besar di sektor keuangan digital. “Resilience is no longer a technical requirement; it’s a geopolitical necessity,” tegasnya. Ketahanan sistem pembayaran, lanjutnya, bukan sekadar kesiapan teknologi, tetapi merupakan bentuk perlindungan terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik dan disrupsi teknologi.

Daniels menyoroti enam tren utama yang akan membentuk masa depan industri pembayaran. Pertama, kecerdasan buatan (AI) yang melahirkan konsep agentic commerce, di mana agen berbasis AI akan menggantikan peran pengguna dalam pengambilan keputusan transaksi. Kedua, ketahanan sistem (resilience) yang memastikan transaksi tetap berjalan bahkan setelah bencana alam atau krisis buatan manusia. Ketiga, identitas digital (digital ID) yang menjadi fondasi infrastruktur keuangan modern karena tanpa identitas digital yang kuat, kepercayaan tidak dapat dibangun.

Tren keempat adalah tokenisasi dan Web 3.0, yang membuka jalan bagi generasi baru aset digital seperti stablecoin dan Central Bank Digital Currency (CBDC). Kelima, spatial computing dan perangkat wearable yang membawa pengalaman transaksi ke dunia metaverse. Terakhir, Daniels memperingatkan tentang ancaman komputasi kuantum (Y2Q), yang dapat mengancam sistem enkripsi keuangan global dalam waktu dekat.

Sebagai ilustrasi nyata, Daniels mengangkat kasus Ukraina yang berhasil menjaga keberlangsungan sistem pembayaran elektronik hingga lebih dari 90% di tengah perang. Keberhasilan tersebut dicapai melalui penerapan BankID, sistem pembayaran tanpa tunai, serta kemampuan transaksi offline yang memastikan roda ekonomi tetap berputar.

Empat Pilar Ketahanan Sistem Pembayaran

Bersama FIME dan Consult Hyperion, Daniels merumuskan empat strategi utama membangun ketahanan sistem pembayaran. 

  1. Memperkuat skema domestik untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan asing sekaligus memperluas inklusi keuangan. 
  2. Menguatkan pembayaran account to account (A2A) guna menciptakan redundansi yang efisien dan mempercepat inovasi lintas negara, seperti Project Nexus.
  3. Mendorong penggunaan stablecoin lokal untuk menambah keragaman saluran pembayaran dan mengurangi dominasi dolar AS. 
  4. Mengembangkan Central Bank Digital Currency (CBDC) dengan kemampuan offline, yang berfungsi sebagai cadangan saat infrastruktur digital terganggu 

Menuju Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Daniels menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital harus berakar pada desain sistem yang tangguh dan terinteroperabilitas. Ketahanan bukan sesuatu yang bisa dibeli, melainkan dibangun melalui strategi jangka panjang, desain berlapis, serta kolaborasi lintas sektor.

berita lainnya

Belanja cemilan Lebaran kini lebih praktis dengan Debit Bank Woori Saudara (BWS). Nikmati transaksi cepat, aman, dan nyaman berkat dukungan Jaringan PRIMA.... Selengkapnya >
Kawan PRIMA, di era transaksi digital yang semakin berkembang, ancaman kejahatan siber juga ikut meningkat. Salah satu modus yang paling sering terjadi adalah social engineering atau rekayasa sosial, yaitu teknik manipulasi psikologis yang digunakan pelaku kejahatan untuk mendapatkan informasi sensitif dari korban. Mulai dari data pribadi, kode OTP, hingga akses ke rekening perbankan.... Selengkapnya >
Kolaborasi PT Rintis Sejahtera dan Pegadaian melalui PRIMA Talkshow mendorong literasi investasi emas digital serta kemudahan transaksi dalam ekosistem Jaringan PRIMA.... Selengkapnya >