Prima Executive Gathering 2026 Sukses Digelar di Bali, Industri Sistem Pembayaran Perkuat Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

12 August 2026

  • Share

Prima Executive Gathering 2026 Sukses Digelar di Bali,  Industri Sistem Pembayaran Perkuat Kolaborasi untuk  Pertumbuhan Ekonomi 

PT Rintis Sejahtera (RINTIS), selaku pengelola layanan switching Jaringan PRIMA, resmi menyelenggarakan Prima Executive Gathering (PEG) 2026 dengan mengusung tema “Beyond Tomorrow: Securing Progress – Accelerating in Unity” pada 6 Agustus 2026 di The Mulia, Nusa Dua, Bali. Menghadirkan regulator, asosiasi dan pelaku industri sistem pembayaran, baik Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) bank maupun nonbank, acara tahunan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi akselerasi digital serta dinamika risiko dan keamanan siber yang semakin kompleks.

Prima Executive Gathering 2026 dibuka secara simbolis oleh jajaran pimpinan regulator, asosiasi dan industri, yaitu Deputi Gubernur Bank Indonesia; Filianingsih Hendarta, Ketua Umum ASPI; Santoso,   Direktur Bisnis Bank BPD Bali; I Nyoman Sumanaya, serta Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera; Abraham J. Adriaansz.

Dalam sambutan pembukanya, Abraham J. Adriaansz menjelaskan bahwa tema “Beyond Tomorrow: Securing Progress – Accelerating in Unity” merefleksikan pentingnya bagi industri sistem pembayaran untuk terus bergerak maju di tengah ketidakpastian dan perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat. Menurutnya, kemajuan industri tidak hanya membutuhkan peningkatan kinerja, tetapi juga ketahanan yang dibangun melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan.

“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan lanskap risiko yang terus berubah, industri sistem pembayaran tidak dapat hanya berfokus pada peningkatan kinerja hari ini, tetapi juga perlu membangun ketahanan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Ancaman siber yang semakin kompleks, termasuk serangan DDoS dan penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI), menuntut kita untuk terus beradaptasi dan memperkuat kesiapan bersama. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk memastikan inovasi dapat terus berjalan secara aman, andal, dan berkelanjutan,” ujar Abraham J. Adriaansz, Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera.

Pada sesi Opening Keynote Speech Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, juga menyampaikan bahwa pertumbuhan transaksi digital Indonesia akan semakin pesat dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi ekonomi digital diproyeksikan meningkat hingga sekitar empat kali lipat pada 2030 dibandingkan saat ini.

Di sisi lain, akselerasi digital juga menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi bersama, mulai dari peningkatan risiko siber, rendahnya literasi digital, fraud, perlindungan konsumen, hingga maraknya transaksi ilegal. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya membangun infrastruktur pembayaran yang tangguh, aman, terintegrasi, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

“Saya menyambut baik kegiatan ini sebagai wadah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pelaku sistem pembayaran. Atas nama Bank Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta komitmen industri dalam mendorong kemajuan sistem pembayaran nasional. Ke depan, saya berharap sinergi dan kolaborasi ini dapat terus diperkuat, sehingga kita bersama-sama dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan sistem pembayaran yang semakin inovatif, inklusif, dan andal, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Filianingsih Hendarta, Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Kemudian pada sesi International Best Practices menghadirkan tiga pembicara membawakan praktik terbaik global terkait penerapan AI di sektor jasa keuangan, yaitu Kenneth Siow, Senior Vice President INF Tech dengan topik “From AI Adoption to AI Transformation: Building the Intelligent Payment Ecosystem” lalu dilanjutkan dengan Ted Ding, Director of Tencent Cloud Global Technical Support Team; Shimin Zhang, Director of AI Solution Architecture at Tencent Cloud, dengan topik “Tencent Case Study: Proven and Potential AI-enabled Use Cases”. Diskusi panel International Best Practices ini juga dipandu oleh Darrick Rochili, Chief Innovation Officer DANA Indonesia. 

Melalui sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai lanskap transformasi AI di sektor jasa keuangan yang kini telah memasuki babak baru, dari sekadar alat bantu individu menjadi rekan kerja digital yang mampu berkolaborasi dengan manusia dan membangun kecerdasan kolektif organisasi. Namun, keberhasilan implementasi AI tidak semata ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan perlu ditopang oleh fondasi yang kuat, mulai dari tata kelola, kualitas data, keamanan, hingga modernisasi infrastruktur untuk memastikan penerapannya berjalan efektif dan berkelanjutan. 

Pada sesi siang, para pelaku industri berdiskusi dalam panel bertajuk ”Accelerating in Unity: Transforming While Performing in an Uncertain World”. Diskusi tersebut menghadirkan enam narasumber kompeten di bidangnya, yakni Santoso, Ketua Umum ASPI; Dr. Kaspar Situmorang, Group Head Digital Retail Banking BRI; Arga M. Nugraha, Wakil Direktur Utama BSN; Dodit Wiweko Probojakti, Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi Bank Jatim; Ahmad Mikail Madjid, Direktur Teknologi Permata Bank; dan Fajar Septandri Maharjaya, Executive Director, Country Data Officer UOB Indonesia dengan moderator Abraham J. Adriaansz Presiden Direktur Rintis Sejahtera. 

Diskusi panel dalam Prima Executive Gathering 2026 ini membahas percepatan transformasi digital dan inovasi dalam industri pembayaran dan perbankan Indonesia di tengah ketidakpastian. Panelis juga menekankan pentingnya manajemen risiko sebagai keunggulan kompetitif, keberhasilan interoperabilitas seperti QRIS, serta krusialnya kolaborasi industri untuk menghadapi tantangan bersama seperti penipuan siber dan efisiensi operasional di tengah kondisi ekonomi yang menantang, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar seperti SNAP (Standar Nasional Open API Pembayaran).

Sejak pagi, area registrasi telah dipadati sekitar 250 peserta dari regulator, asosiasi, bank Himbara, BPD, bank swasta nasional dan asing, BPR, dan Penyedia Jasa Pembayaran Nonbank. Suasana Prima Executive Gathering juga semakin semarak dengan hadirnya Prima Hub Nusantara, merupakan pasar modern berbasis digitalisasi pembayaran yang didukung oleh PT Rintis Sejahtera (RINTIS), PT Digital Solusi Pratama (DSP) dan konektivitas internet oleh PT Primacom Interbuana (Primacom). Di Prima Hub Nusantara, para peserta dapat melihat dan membeli beragam produk khas Nusantara berupa kerajinan dan kuliner dari tenant UMKM binaan Bank Jatim, BPD Bali, dan Bank Maluku Malut melalui transaksi pembayaran digital. Pengalaman bertransaksi secara digital tersebut menjadi wujud nyata dukungan PT Rintis Sejahtera terhadap percepatan digitalisasi pembayaran yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta pemberdayaan pelaku usaha mikro. 

Pada puncak acara, RINTIS menggelar malam apresiasi Prima Awards 2026 hasil kerja sama dengan Biro Riset Infobank. Diawali dengan Closing Keynote Speech yang disampaikan oleh Menteri Perdagangan (periode 2011 - 2014) Gita Wirjawan dengan topik “Beyond Tomorrow: Securing Progress in an Uncertain World. Gita Wirjawan menyampaikan paparan bahwa ada beberapa kunci dalam mendorong  kemajuan Indonesia yaitu investasi besar-besaran dalam pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), penguatan penegakan hukum, kemampuan mentransformasi ketidakpastian menjadi risiko terukur demi menarik Foreign Direct Investment (FDI), serta akselerasi masif pembangunan infrastruktur energi agar Indonesia menjadi pelaku utama era Kecerdasan Buatan (AI).

Suasana malam semakin bermakna dengan adanya malam penghargaan PRIMA Awards, sebanyak 30 mitra terbaik Jaringan PRIMA dianugerahi penghargaan. Menurut Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, penentuan penerima penghargaan berdasarkan hasil Rating Performance Transaksi Mitra Jaringan PRIMA yang dilakukan selama periode transaksi Juni 2025 hingga Mei 2026. Apresiasi ini menjadi wujud nyata dari komitmen dan kolaborasi seluruh pelaku industri dalam mendorong kinerja sekaligus memperkuat ekosistem sistem pembayaran nasional. 

“Penguatan sistem pembayaran Indonesia bukanlah pekerjaan sesaat, melainkan perjalanan yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. Infobank bersama Jaringan PRIMA akan terus berkolaborasi untuk memastikan ekosistem pembayaran nasional terus berkembang, semakin inovatif, andal, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” ujar Eko. 

berita lainnya

Waspadai modus notifikasi transfer palsu yang dapat merugikan penjual dan UMKM. Terapkan langkah 3C: Cek, Cocokkan, Confirm, dan pastikan dana benar-benar masuk sebelum melanjutkan transaksi.... Selengkapnya >
PT Rintis Sejahtera menggelar Prima Awards 2026 untuk mengapresiasi 30 mitra Jaringan PRIMA berdasarkan kinerja transaksi, operasional, dan kontribusi terhadap sistem pembayaran nasional.... Selengkapnya >
Waspadai recovery scam, modus penipuan yang menawarkan pemulihan akses, akun, atau dana yang hilang. Kenali ciri-cirinya, lindungi data pribadi, dan selalu verifikasi bantuan melalui kanal resmi.... Selengkapnya >