13 March 2026
Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menabung dan berinvestasi masih perlu terus diperkuat. Banyak orang menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan meskipun memiliki penghasilan yang terus meningkat. Pola pengelolaan keuangan yang kurang tepat sering kali membuat peningkatan pendapatan tidak diikuti dengan pertumbuhan aset maupun tabungan.
Edukasi mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang bijak menjadi salah satu topik utama dalam PRIMA Talkshow dan Media Gathering Pegadaian dan Jaringan PRIMA bertajuk “Cerdas Investasi, Finansial Pasti” yang digelar di Pegadaian Tower, Jakarta Pusat (5/3). Dalam kesempatan tersebut, perencana keuangan Melvin Mumpuni menjelaskan bahwa terdapat beberapa pola umum yang menyebabkan banyak orang sulit mencapai kestabilan finansial.
“Mayoritas orang Indonesia menghadapi tiga masalah keuangan utama. Pertama, semakin besar penghasilan, justru pengeluaran ikut semakin besar. Kedua, ketika penghasilan meningkat, cicilan juga ikut bertambah. Dan ketiga, ironisnya tabungan justru semakin kecil. Hal ini terjadi karena banyak orang menabung dari sisa pengeluaran, bukan menyisihkan di awal,” jelas Melvin.
Ia menekankan bahwa investasi sebaiknya dimulai dari kebiasaan menabung secara konsisten, bahkan dengan nominal kecil. Menurutnya, perkembangan teknologi kini memudahkan masyarakat untuk mulai berinvestasi secara bertahap, termasuk melalui emas digital. “Dulu ketika saya mengumpulkan uang untuk membeli emas 25 gram, harga emas sudah naik sebelum uangnya terkumpul. Dengan emas digital, masyarakat bisa membeli sedikit demi sedikit. Bahkan dengan Rp100.000 sudah bisa mulai mengumpulkan emas, sehingga target investasi dapat tercapai lebih cepat,” tambahnya.
Sementara itu pada diskusi yang sama, Yos Iman Jaya Dappu, Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian menuturkan bahwa emas telah lama menjadi instrumen investasi yang dipercaya masyarakat Indonesia. Dahulu masyarakat menyisihkan sebagian penghasilan untuk membeli emas fisik yang kemudian menjadi aset keluarga dari generasi ke generasi. “Sejak dulu orang tua kita sudah terbiasa menyisihkan penghasilan untuk membeli emas. Tidak heran jika generasi berikutnya sering mewarisi emas sebagai aset keluarga. Tantangannya saat ini adalah bagaimana membuat investasi emas tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di era digital,” ujar Yos.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pegadaian menghadirkan layanan investasi emas digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat. “Melalui Tring!, masyarakat dapat membeli emas digital dengan nominal yang fleksibel, melakukan transaksi dengan mudah dan aman, serta memantau harga emas secara real-time. Layanan ini juga terintegrasi dengan ekosistem digital sehingga memudahkan pengguna dalam bertransaksi kapan saja dan di mana saja,” jelasnya.
Selain itu, Tring! juga menghadirkan berbagai pilihan layanan emas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui platform tersebut, tersedia fitur tabungan emas bagi masyarakat yang ingin menabung secara bertahap, cicil emas bagi yang ingin memiliki emas dengan sistem angsuran, layanan gadai emas untuk memenuhi kebutuhan likuiditas, hingga deposito emas sebagai salah satu instrumen investasi. Dengan berbagai pilihan ini, masyarakat dapat memanfaatkan emas tidak hanya sebagai tabungan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi perencanaan keuangan jangka panjang.
Robby Sutisna, SEVP Marketing PT. Rintis Sejahtera, menegaskan bahwa keberhasilan investasi berawal dari kedisiplinan dalam menabung, yakni menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin. Setelah memiliki kebiasaan tersebut, barulah seseorang dapat menentukan instrumen investasi yang sesuai, salah satunya emas digital yang kini semakin mudah diakses salah satunya melalui Tring!. Karena itu, menurutnya diperlukan dukungan sistem pembayaran yang aman, mudah, dan terintegrasi agar layanan investasi digital dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa ekosistem pembayaran digital baik dari bank maupun nonbank yang didukung oleh Jaringan PRIMA memungkinkan Pegadaian dapat menghadirkan layanan transaksi digital kepada masyarakat dengan lebih luas dan efisien.
“Kami juga menambahkan fitur layanan pembayaran digital yang dimiliki Jaringan PRIMA ke dalam aplikasi Tring! sehingga dapat melengkapi layanan bisnis Tring! yang sesuai dengan kebutuhan nasabah Pegadaian. Selain itu, kami juga membantu Pegadaian agar investasi emas digital dapat ditransaksikan di berbagai platform digital dalam ekosistem Jaringan PRIMA, tidak hanya terbatas pada aplikasi Tring! saja,” jelasnya.
Selain kemudahan akses, Robby menegaskan bahwa keamanan transaksi juga menjadi prioritas utama. Seluruh transaksi yang berjalan melalui Jaringan PRIMA dipantau secara real-time selama 24 jam dan dilengkapi dengan fraud detection system - PRDS (Potential Risk Detection System), yang memudahkan Pegadaian dalam mengidentifikasi transaksi yang tidak wajar dan berpotensi sebagai transaksi fraud.