Liburan Saat Pandemi

22 December 2020

  • Share

Kawan PRIMA, tak bisa dipungkiri untuk melepas penat dan menyejukkan pikiran travelling menjadi salah satu cara refreshing yang paling manjur. Ya, istirahat sejenak dari rutinitas, dan memanjakan mata dengan pemandangan alam memang dipercaya mampu untuk me-refresh pikiran juga memulihkan energi. Eitss tapi, di tengah pandemi ini apakah travelling merupakan hal yang bijak untuk dilakukan? Hmm, untuk kamu yang sudah menjadwalkan liburan di akhir tahun, jelas ini adalah salah satu hal yang bikin bimbang untuk melakukan travelling kan? Nah, agar nggak bimbang, berikut kumpulan informasi seputar travelling di tengah Pandemi:

 

 

Sektor Pariwisata di tengah Pandemi COVID-19

Sejak awal COVID-19 masuk ke Indonesia, pariwisata menjadi salah satu sektor usaha yang mengalami pukulan berat. Hal tersebut dilihat dari data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang mencatatkan hingga April 2020 total kerugian industri pariwisata Indonesia mencapai Rp 85,7 Trilun. Ini terjadi karena pada awal pandemi, ribuan hotel, restoran, sejumlah maskapai penerbangan serta tour operator terpaksa menutup sementara layanannnya untuk menghambat penyebaran COVID-19.

 

Melihat situasi ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mendukung penerapan sertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) untuk menyokong pariwisata Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat menggunakan fasilitas hotel dan restoran yang sudah lolos sertifikasi CHSE. Sertifikasi ini diberikan gratis melalui proses audit yang sudah diselaraskan dengan berbagai organisasi pariwisata dunia seperti UNWTO dan TTCI, serta dengan standar dari Kementerian Kesehatan Indonesia.

 

Hmm, artinya sekarang sudah bisa travelling dong? Tapi, apa aja syarat yang perlu dipenuhi untuk melakukan travelling di tengah pandemi?

Untuk melakukan travelling di tengah pandemi, ada berbagai syarat yang perlu dipenuhi, diantaranya adalah melengkapi diri dengan beberapa dokumen atau berkas tambahan sebagai syarat bepergian. Dokumen yang perlu dipenuhi ini berbeda-beda jenisnya tergantung pada jenis moda transportasi umum yang digunakan untuk mengunjungi destinasi wisata ya….. Sejauh ini, syarat travelling domestik yang harus kamu penuhi bila menggunakan moda transportasi umum untuk melakukan perjalanan pada 18 Desember 2020 - 8 Januari 2021 adalah sbb:

 

  • Kelengkapan dokumen untuk moda transportasi udara
  1. Hasil Tes Covid-19

Ya, bagi penumpang pesawat dengan rute domestik yang ingin terbang wajib membawa minimal hasil tes rapid antigen, atau juga bisa melakukan tes swab PCR tentunya dengan hasil non reaktif / negatif. Untuk hasil tes rapid antigen ini berlaku selama 3 hari sejak tes dilakukan. Lalu, khusus untuk penerbangan ke Bali, kamu perlu melakukan tes swab PCR paling lama 7 hari sebelum keberangkatan.

 

  1. e-HAC (electronic Health Alert Card)

Berikutnya, penumpang rute domestik juga perlu mengisi kartu kewaspadaan kesehatan atau yang lebih dikenal dengan e-HAC. Sistem e-HAC ini dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit untuk mendata dan melakukan monitoring kedatangan penumpang internasional maupun domestik dari dan ke Indonesia. Untuk memiliki kartu kewaspadaan kesehatan, kamu dapat mengisi pada aplikasi e-HAC di mobile apps, maupun mengisi langsung pada website resmi e-HAC sebelum melakukan keberangkatan.

 

 

  • Kelengkapan dokumen untuk moda transportasi darat (kereta api)

Sesuai dengan prosedur dan syarat naik kereta api jarak jauh selama cuti bersama tahun 2020, calon penumpang kereta api diwajibkan melengkapi persyaratan dokumen berupa hasil tes COVID-19 (Tes rapid antigen) yang masih berlaku (3 hari sejak diterbitkan).

 

 

  • Kelengkapan dokumen untuk moda transportasi laut

Tak berbeda jauh dengan transportasi darat (kereta api), dan udara (pesawat), calon penumpang kapal laut wajib membawa surat keterangan tes rapid antigen ataupun swab PCR dengan hasil non-reaktif atau negatif. Selain itu, penumpang moda transportasi kapal laut juga perlu mengisi e-HAC sebagai dokumen wajib untuk melakukan perjalanan.

 

 

Nah Kawan PRIMA, itu tadi merupakan dokumen yang perlu kamu penuhi untuk melakukan travelling dengan moda transportasi umum di tengah pandemi. Untuk melengkapi informasi seputar travelling di tengah pandemi, berikut tips liburan aman di tengah pandemi:

 

  • Mencari tempat wisata aman

Agar kita dapat menikmati travelling, tentu yang namanya keamanan perlu diperhatikan. Ya, untuk hal ini kita perlu mencari tau berbagai informasi seputar destinasi wisata yang akan dikunjungi. Lalu, apabila masih belum menemukan tempat wisata yang tepat, pilihlah tempat wisata yang aman dari segala aspek. Dikatakan aman disini maksudnya tempat tersebut tidak masuk dalam daerah zona merah, mematuhi protokol kesehatan hingga bersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability). Selain itu, agar lebih aman ada baiknya memilih tempat wisata dalam kota, ataupun destinasi wisata yang jauh dari keramaian seperti tempat wisata alam terbuka (outdoor).

 

  • Berpergian dengan kendaraan pribadi

Untuk mengunjungi tempat wisata, tentunya kita perlu mempertimbangkan moda transportasi apa yang akan digunakan. Selain dari menggunakan moda transportasi umum, menggunakan kendaraan pribadi akan menjadi pilihan yang lebih baik mengingat aspek keamanan dan kenyamananmu selama travelling. Agar perjalanan lebih safety lagi, kamu dapat melakukan tes rapid antigen paling lama 3 hari sebelum keberangkatan, dan jangan lupa untuk mengisi e-HAC Indonesia karena ini merupakan dokumen wajib untuk pelaku perjalanan seluruh moda transportasi, terkecuali untuk moda transportasi kereta api.

 

  • Mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di destinasi wisata

Meski sebelumnya kita sudah mempertimbangkan protokol kesehatan di tempat wisata, bukan berarti selesai sampai disana ya… kita juga perlu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di destinasi wisata, misalnya dengan menjaga jarak aman antar sesama pengunjung, menyiapkan hygenie kit seperti masker cadangan, hand sanitizer, semprotan disinfektan, ataupun membawa sendiri peralatan makan dan mandi

 

 

Terus, Bagaimana bila saat travelling kita sakit atau drop?

Bila kita jatuh sakit atau mengalami kondisi fisik yang tidak fit selama perjalanan, kita perlu menginformasikan petugas perjalanan (pesawat, kapal, kereta, dll) bila melakukan travelling menggunakan kendaraan umum, dan jangan lupa terpenting informasikan kepada keluarga atau teman yang melakukan perjalanan bersama. Hal ini penting agar orang di sekeliling kita dapat mengambil langkah lanjut seperti menghubungi fasilitas kesehatan terdekat. Setelah itu jika diberitahu bahwa harus mengisolasi diri di tempat tertentu, pastikan fasilitas dan perawatan yang diberikan memadai, dan mengikuti protokol kesehatan.

 

Nah Kawan PRIMA, itu tadi merupakan kumpulan informasi seputar travelling di tengah Pandemi. Semoga informasi ini membantumu untuk mengambil keputusan akan travelling atau tidak di tengah pandemi. Terpenting, apapun keputusanmu tetap ingat bahwa COVID-19 belum usai. So, stay safe and stay healthy !

 

Artikel Terkait:

Pentingnya Ambil Cuti Di Tengah Pandemi

3 Tren Hiburan Di Era New Normal

Praktis Dan Aman Membawa Uang Saat Traveling Domestik

 

 

Referensi:

infeksiemerging.kemkes.go.id

pedulicovid19.kemenparekraf.go.id

who.int

travel.kompas.com

news.detik.com

finance.detik.com

tirto.id

id.theasianparent.com

berita lainnya

Bisa menghabiskan sepanjang hari sambil bersantai dan tetap menghasilkan uang tentu merupakan kondisi yang diinginkan setiap orang bukan? Ya, demi mewujudkannya berbagai usaha dilakukan.... Selengkapnya >
Diawal tahun 2021 dengan penyesuaian gaya hidup, resolusi, dan semangat baru kita bahas kembali apa aja sih tren bisnis rumahan yang akan cuan sepanjang 2021... Selengkapnya >
Secara sederhana vaksin merupakan zat yang sengaja dibuat untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit tertentu, sehingga mampu mencegah terjangkit dari penyakit tertentu.... Selengkapnya >