Kenali Mental Block, Penghambat Kesuksesan

20 July 2022

  • Share

Kawan PRIMA, pernah kah kamu mendengar istilah mental block? Mental block merupakan kondisi psikologis yang menghambat seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan atau keterampilan tertentu. Umumnya mereka yang mengalami mental block akan sulit berkonsentrasi dan mengolah informasi karena otak menolak untuk berpikir. Hal tersebut menyebabkan seseorang tidak mampu menyelesaikan alur pemikirannya sendiri dan bahkan dapat berhenti berbicara secara tiba-tiba alias ngeblank. Yang harus diwaspadai, mental block dapat membuat produktivitas dan kreativitas seseorang menurun.

Ibarat mesin, otak juga bisa mengalami gangguan fungsi sementara sehingga membuatnya bekerja lebih lambat. Meski merupakan hal yang wajar terjadi, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan. Sebab mental block bisa membuat kamu merasa takut berlebihan, selalu menyalahkan diri sendiri, tidak bergairah, malas, dan suka menunda-nunda pekerjaan.

 

Pemicu Terjadinya Mental Block

Ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu seseorang terkena mental block. Diantaranya:

  • Kelelahan mental: terlalu banyak mengambil keputusan dalam waktu singkat, dapat menyebabkan kelelahan mental. Hal tersebut dapat memicu mental block.
  • Kurang tidur: kurangnya waktu istirahat dapat menurunkan fungsi otak dan menyebabkan terjadinya mental block.
  • Efek samping obat-obatan: mental block dapat juga terjadi setelah mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu.
  • Lingkungan kerja yang berantakan: lingkungan kerja yang tidak sehat bisa mempengaruhi kerangka pikir seseorang menjadi tidak produktif dan sulit berkonsentrasi.
  • Perfeksionisme: seorang perfeksionis menuntut kesempurnaan dan memiliki standar yang terlalu tinggi untuk dirinya dan orang lain. Meski ada sisi positifnya, namun seorang yang berjiwa perfeksionis cenderung overthinking untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  • Pesimisme: berpikiran negatif bisa membuat kamu mengabaikan kemampuan diri sendiri. Akibatnya, semangat kita akan menurun karena kita tidak lagi mempunyai pendirian yang kuat. Inilah yang akan mengantarkanmu pada kondisi mental block.

 

Bentuk-Bentuk Mental Block

Mental block ternyata memiliki ragam bentuk. Dikutip dari Asian Efficiency, terdapat 7 bentuk mental block yang paling umum terjadi dan kerap mempengaruhi kehidupan profesional hingga hubungan pribadi, diantaranya:

 

1. Self-Doubt

Self-doubt merupakan sebuah kondisi dimana kamu selalu merasa bahwa apapun yang kamu kerjakan tidak bernilai dan bermanfaat bagi orang lain. Meskipun sebenarnya kamu memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan tersebut, kamu selalu meragukan kemampuan yang kamu miliki. Kamu akan selalu merasa cemas ketika diberikan tanggungjawab, karena selalu merasa tidak pantas dan tidak memenuhi kualifikasi.

2. Indecision

Indecision merupakan perasaan bimbang dan sulit mengambil keputusan. Orang yang mengalami kondisi ini biasanya terlalu fokus pada satu masalah, hingga akhirnya tenggelam pada keputusan yang akan diambilnya dan membuat tugas-tugas yang lainnya jadi terbengkalai.

3. Fixed Mindset

Bentuk mental block yang satu ini disebut juga sebagai pemikiran kaku. Orang yang mengalaminya sering menghindari tantangan dan pekerjaan sulit, karena merasa kemampuannya hanya terbatas pada bidang tertentu saja.  Mereka percaya bahwa kemampuan dan bakat yang dimilikinya sudah mentok dan tidak bisa dikembangkan lagi.

4. Comparison

Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan juga dapat memicu mental block. Orang yang sering melakukan hal ini akan menganggap kesuksesan yang diraih orang lain sebagai sebuah ancaman.

5. Uncertainty

Tahu apa yang diinginkan, tapi tidak bisa mewujudkannya. Kurang lebih seperti inilah gambaran dari uncertainty. Uncertainty merupakan bentuk mental block dimana seseorang tidak bisa melaksanakan keputusan yang sudah diambilnya. Misalnya, saat kamu telah membulatkan tekad dan niat untuk melakukan diet. Namun karena banyaknya metode diet yang ditawarkan, akhirnya kamu kebingungan dan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk memilih metode diet yang satu dan yang lainnya.

6. No Limits

Kawan PRIMA, apakah kalian pernah bertemu orang yang selalu merasa bisa mengerjakan semua hal sekaligus? Keadaan itu disebut no limits. Tidak ada salahnya memang memiliki sikap antusias seperti itu. Namun yang harus diingat adalah, kita membutuhkan fokus dalam mendapatkan hasil pekerjaan yang maksimal. Apakah kamu yakin bisa tetap fokus meski harus melakukan banyak pekerjaan sekaligus?

7. Tunnel Vision

Orang yang memiliki visi ini cenderung kurang objektif dalam menghadapi masalah. Hal ini terjadi karena mereka umumnya terjebak dan bingung dengan perspektif mereka sendiri. Akibatnya orang yang mengalaminya kesulitan melihat suatu secara objektif.

 

Referensi:

Asianefficiency.com

Beuatynesia.id

Hellosehat.com

Kompas.com

Idntimes.com

berita lainnya

Latte factor berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan. Perilaku tersebut merupakan sebuah contoh pengeluaran kecil yang jika diakumulasi akan menjadi pengeluaran besar.... Selengkapnya >
Kerajaan Inggris memberlakukan sejumlah aturan ketat bagi setiap anggota keluarga Kerajaan. Berikut adalah sejumlah makanan yang dijauhi oleh bangsawan Kerajaan Inggris.... Selengkapnya >
Mungkin ada kebiasaan dalam diri kita yang tanpa disadari merugikan orang lain dan justru berpotensi merusak hubungan. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan toxic yang bisa memperbanyak musuh... Selengkapnya >