Hari Tanpa Bayangan

21 September 2021

  • Share

Kawan PRIMA, bumi sebagai bagian dari sistem tata surya sering mengalami fenomena alam. Sebagian orang sering menganggap fenomena-fenomena alam yang terjadi sebagai suatu hal yang aneh. Bahkan ada sebagian orang yang mengaitkannya dengan magic dan menceritakannya sebagai suatu legenda. Padahal sebenarnya berkat sains, para peneliti bisa mempelajari dan mengungkap misteri dari berbagai fenomena alam yang ada. Salah satu contohnya adalah fenomena “langit terbelah” yang terjadi di Yogyakarta pada 11 Juni 2020 lalu. Saat itu terlihat sebuah cahaya biru yang seakan membelah awan, memanjang hingga beberapa kilometer di atas langit Yogyakarta. Pemandangan tersebut langsung menghebohkan masyarakat sekitar. Menurut penelitian, fenomena ini sebenarnya diakibatkan oleh awan cumolonimbus yang sangat tinggi dan sangat tebal di atmosfer, sehingga menghalangi cahaya matahari, dan menimbulkan refleksi cahaya biru yang efeknya membuat langit seakan terbelah.
Salah satu fenomena alam yang kini sedang terjadi di Indonesia yaitu fenomena hari tanpa bayangan. Hari tanpa bayangan terjadi sebagai dampak dari berlangsungnya fenomena equinox. fenomena equinox sendiri merupakan kondisi yang terjadi saat matahari berada persis di atas garis khatulistiwa atau equator. Letak Indonesia terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan dibelah garis khatulistiwa. Karena letak geografis ini, ketika posisi matahari berada di atas Indonesia, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Alhasil, fenomena itu disebut hari tanpa bayangan matahari. Di Indonesia fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun. Fenomena pertama sudah terjadi pada akhir Februari hingga awal April 2021 lalu. Sementara fenomena yang kedua terjadi dari 6 September hingga 21 Oktober 2021 mendatang. 


Terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang akan mengalami hari tanpa bayangan. Berikut lokasi dan jadwal selengkapnya.

 

 Indonesia Bagian Barat

  • Sabang; 6 September 2021 pukul 12.36 WIB
  • Banda Aceh; 8 September 2021 pukul 12.36 WIB
  • Medan; 13 September 2021 pukul 12.12 WIB
  • Pekan Baru; 21 September 2021 pukul 12.07 WIB
  • Tanjung Pinang; 20 September 2021 pukul 11.55 WIB
  • Padang; 25 September 2021 pukul 12.10 WIB
  • Jambi; 27 September 2021 pukul 11.56 WIB
  • Pangkal Pinang; 28 September pukul 11.46 WIB
  • Bengkulu; 2 Oktober 2021 pukul 12.00 WIB
  • Palembang; 30 September 2021 pukul 11.50 WIB
  • Bandar Lampung; 7 Oktober 2021 pukul 11.48 WIB
  • Serang; 8 Oktober, pukul 11.42 WIB
  • Jakarta; 9 Oktober, pukul 11.39 WIB
  • Bogor; 10 Oktober, pukul 11.39 WIB
  • Bandung; 11 Oktober, pukul 11.36 WIB
  • Semarang; 11 Oktober, pukul 11.25 WIB
  • Surabaya; 11 Oktober, pukul 11.15 WIB
  • Sumenep; 11 Oktober, pukul 11.11 WIB
  • Surakarta; 12 Oktober, pukul 11.23 WIB
  • Pangandaran; 13 Oktober, pukul 11.31 WIB
  • Yogyakarta; 13 Oktober, pukul 11.24 WIB
  • Banyuwangi; 14 Oktober, pukul 11.08 WIB
  • Nunukan; 12 September, pukul 12.07 WIB

Indonesia Bagian Tengah

  • Tarakan; 14 September, pukul 12.05 WITA
  • Tanjung Selor; 15 September, pukul 12.05 WITA
  • Pontianak; 23 September, pukul 11.35 WITA
  • Samarinda; 24 September, pukul 12.03 WITA
  • Balikpapan; 26 September, pukul 12.03 WITA
  • Palangkaraya; 28 September, pukul 11.14 WITA
  • Banjarmasin; 1 Oktober, pukul 12.11 WITA
  • Buleleng; 14 Oktober, pukul 12.05 WITA
  • Denpasar; 15 Oktober, pukul 12.04 WITA
  • Mataram; 15 Oktober, pukul 12.01 WITA
  • Sumbawa Besar; 15 Oktober, pukul 11.56 WITA
  • Labuan Bajo; 15 Oktober, pukul 11.46 WITA
  • Waingapu; 18 Oktober, pukul 11.46 WITA
  • Kupang; 19 Oktober, pukul 11.30 WITA
  • Rote Dao; 21 Oktober, pukul 11.31 WITA
  • Manado; 19 September, pukul 11.34 WITA
  • Majene; 2 Oktober, pukul 11.53 WITA
  • Kendari; 3 Oktober,pukul 11.38 WITA
  • Wakatobi; 6 Oktober, pukul 11.33 WITA
  • Makassar; 6 Oktober, pukul 11.50 WITA

Indonesia Bagian Timur

  • Sofifi; 21 September, pukul 12.22 WIT
  • Sorong; 25 September, pukul 12.06 WIT
  • Manokwari; 25 September, pukul 11.55 WIT
  • Biak; 26 September, pukul 11.46 WIT
  • Jayapura; 29 September, pukul 11.27 WIT
  • Ambon; 2 Oktober, pukul 12.16 WIT
  • Merauke; 14 Oktober, pukul 11.24 WIT.

 

Cara Menyaksikan Hari Tanpa Bayangan

Untuk dapat menyaksikan fenomena ini sangatlah mudah. Kamu hanya perlu menyiapkan benda tegak seperti botol minum, spidol atau benda lain. Kemudian letakkan benda tersebut di permukaan yang rata. Selanjutnya kamu akan bisa melihat bahwa tidak akan ada bayangan yang terlihat dari benda tersebut.

 

Referensi :

Lapan.go.id

Cnbcindonesia.com

Ilmugeografi.com

Okezone.com

Tribunnews.com

Medcom.id

Tirto.id

berita lainnya

Mengutip dari thehealhty.com, setidaknya terdapat 5 kebiasaan unik yang sering dilakukan oleh orang cerdas. Apakah kamu termasuk?... Selengkapnya >
Jika tertarik membeli rumah dengan metode ini, pastikan kamu sudah mengetahui jenis-jenis take over KPR, yaitu diantaranya take over KPR jual-beli, take over KPR bawah tangan, dan take over KPR antar bank.... Selengkapnya >
Agar perencanaan dana pendidikan anak dapat dilakukan dengan tepat, terapkan 5 langkah berikut ini : ... Selengkapnya >