BUDAYA INDONESIA TAK BENDA YANG DIAKUI UNESCO

14 June 2022

  • Share

Kawan PRIMA, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beragam suku bangsa yang mewarisi begitu banyak budaya. Warisan budaya ini menjadi identitas atau jati diri bangsa yang akan dilestarikan oleh generasi penerus. Usaha untuk melestarikan warisan budaya atau biasa disebut konservasi, dapat dilakukan dengan perlindungan, dokumentasi, dan pengumpulan benda di museum.  Salah satu lembaga dunia yang berperan dalam melindungi budaya tersebut ialah UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization). Dengan pengakuan dari UNESCO, warisan budaya dapat dipromosikan secara internasional.

Namun, warisan budaya memiliki banyak ragam dan bentuknya. Tak hanya budaya fisik namun juga budaya masa lalu yang berupa praktik, ekspresi, keterampilan maupun instrumen, dapat disebut sebagai warisan budaya. Dalam khasanah warisan budaya disebut sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage). Sejumlah budaya tak benda Indonesia telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Berikut diantaranya:

 

1. Kesenian Wayang Kulit

Sejak tahun 2008, UNESCO menetapkan kesenian wayang kulit sebagai seni pertunjukkan yang telah mengakar dalam budaya Indonesia. Wayang dalam istilah bahasa Jawa memiliki makna bayangan, dikarenakan oleh penonton dapat menyaksikan wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit berkembang di kerajaan Jawa dan Bali sejak sepuluh abad lalu dan menyebar ke pulau-pulau di Indonesia. Pertunjukan ini dilakukan sebagai sarana hiburan masyarakat serta media dakwah agama Islam dan umat Hindu.

 

2. Pelatihan Batik

Tidak hanya wujud batik, UNESCO juga menetapkan pendidikan dan pelatihan batik masuk ke daftar warisan budaya tak benda pada tahun 2009. Program ini diprakarsai oleh Museum Batik pada tahun 2005 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi serta pelestarian warisan budaya batik Indonesia.

 

3. Noken

Noken yang berasal dari Papua ini merupakan sebuah tas hasil rajutan dari serat kulit pohon atau daun yang diwarnai dan diberi aksesoris seperti manik-manik maupun bulu burung. Noken sendiri memiliki banyak ukuran serta fungsi. Konon, sejak dahulu Noken digunakan untuk berbagai keperluan. Hal ini mendorong tumbuhnya hubungan antara Noken dengan pandangan hidup orang Papua. Noken dimaknai sebagai “rumah berjalan” yang diisi segala kebutuhan, serta mencerminkan sikap kemandirian orang Papua dan kebiasaan saling tolong menolong. UNESCO pun menetapkan Noken sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2012.

 

4. Gamelan

Gamelan merupakan alat musik tradisional yang dapat ditemui diberbagai daerah Indonesia seperti Jawa, Bali, Madura dan Lombok. Alat musik ini diperkirakan sudah ada di Jawa sejak 404 Masehi. Tidak hanya sebagai pertunjukan seni tradisional dan ritual keagamaan, Gamelan juga dipandang sebagai sarana ekspresi dan cara untuk membangun hubungan antara manusia dan alam semesta. UNESCO menetapkan Gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2021 di Prancis.

 

Itulah beberapa warisan  tak benda dari Indonesia yang diakui UNESCO. Kawan PRIMA, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita tidak hanya boleh bangga namun juga harus ikut melestarikan warisan budaya yang begitu indah, unik dan menarik.

 

Referens:

Unesco.org

Indonesia.travel

Citralam.id

Tirto.id

Jpnn.com

berita lainnya

MyRepublic dan Jaringan PRIMA mengadakan Blogger and Journalist Writing Competition. Kompetisi tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperkuat kerjasama yang telah terjalin antara MyRepublic dan Jaringan PRIMA.... Selengkapnya >
Peringatan Hari Laut Sedunia diinisiasi Kanada dalam forum Earth Summit di Rio Janeiro, 8 Juni 1992. Dari pengajuan tersebut, PBB akhirnya baru menetapkan Hari Laut Sedunia pada tahun 2008.... Selengkapnya >
Tidak hanya berperan sebagai pedoman bagi masyarakat Indonesia, namun Pancasila ternyata juga dikagumi dunia. ... Selengkapnya >