Aksara Tertua Hingga Terindah di Dunia

5 October 2021

  • Share

Kawan PRIMA, aksara sebagai alat komunikasi telah ditemukan sejak ribuan tahun lalu. Namun ternyata hingga tahun 1965, sebanyak 350 juta orang di seluruh dunia masih mengalami buta huruf.

Guna menekan angka buta huruf ini, pada tanggal 8-19 September 1965 di Teheran, Iran,  pernah diselenggarakan sebuah Konferensi Dunia Menteri Pendidikan untuk Pemberantasan Buta Aksara. Konferensi tersebut kemudian menjadi awal mula diperingatinya Hari Aksara Internasional atau International Literacy Day setiap tahun. Hari Aksara Internasional pertama kali diperingati pada tanggal 8 September 1967, setelah setahun sebelumnya diresmikan oleh UNESCO. Peringatan ini rutin dilakukan hingga saat ini, untuk mengingatkan masyarakat dunia tentang pentingnya literasi sebagai hak asasi manusia serta untuk memajukan literasi menuju masyarakat yang lebih melek huruf.

Berbicara mengenai aksara, di dunia ini terdapat berbagai jenis aksara. Setiap aksara memiliki keunikan dan cerita masing-masing. Untuk menambah informasi kamu, berikut beberapa fakta dan sejarah tentang aksara-aksara yang ada di dunia.

 

1. Aksara Tertua

Aksara tertua di dunia adalah aksara Paku. Aksara ini pertama kali ditemukan sekitar 3.000 tahun lalu di lembah Sungai Efrat dan Tigris (sekarang Irak). Aksara paku adalah salah satu jenis tulisan kuno berbentuk paku yang dituliskan di atas lempengan tanah liat. Kata "aksara paku" merupakan terjemahan harfiah dari bahasa Latin, cuneus yang berarti 'baji' atau 'paku' dan forma yang berarti "bentuk". Aksara ini kemudian dikembangkan oleh bangsa Sumeria dan menjadi cikal bakal terciptanya seluruh jenis aksara di dunia.

 

2. Aksara Termuda

Tahukah kamu bahwa aksara yang biasa kamu lihat dalam drama korea, yakni Hangeul merupakan aksara termuda di dunia? Menurut sejarahnya, aksara Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada tahun 1443 di masa Dinasti Joseon. Aksara ini terdiri dari 24 huruf (jamo) yakni, 14 huruf mati (konsonan), dan 10 huruf hidup (vokal). Yang belum banyak diketahui orang, ternyata aksara Hangeul juga dipakai oleh suku Cia-Cia (masyarakat kota Bau-Bau), di Sulawesi Tenggara, Indonesia. Disana, hampir semua suku Cia-Cia menggunakan aksara Hangeul untuk berkomunikasi. Bahkan beberapa nama jalan atau plang sekolah, selain ditulis menggunakan bahasa Indonesia dengan aksara Latin, juga dilengkapi dengan tulisan berhuruf Korea. Awal mula Suku Cia-Cia mengenal aksara Korea tersebut terjadi sekitar awal tahun 2000-an. Suku Cia-Cia memang memiliki bahasa penutur, yakni Bahasa Buton Selatan. Namun mereka tidak memiliki sistem penulisan yang bisa mengabadikan pelafalan bahasa mereka sendiri. Dari situlah kemudian Pemerintah Kota Bau-Bau berupaya mencari aksara yang cocok dengan bahasa Cia-Cia agar bisa didokumentasikan. Singkatnya, karena adanya kesamaan pelafalan dan struktur bahasa dengan Korea, suku Cia-Cia mulai mempelajari dan menggunakan aksara Hangeul.

 

3. Aksara Tersulit

Aksara yang paling sulit dipelajari dinobatkan pada Aksara Mandarin. Bagaimana tidak? Bahasa Mandarin sendiri mempunyai beberapa dialek, mulai dari Mandarin Tradisional, Mandarin Sederhana sampai Hanyu Pinyin (dialek di Cina bagian utara). Setiap dialek pun punya aksara yang berbeda-beda.

 

4. Aksara Terbanyak Digunakan

Sebagian besar orang mungkin sudah tahu bahwa aksara Latin atau alfabet adalah aksara yang paling banyak digunakan di dunia. Aksara ini sendiri pertama kali digunakan oleh bangsa Semit sekitar 2.500 tahun lalu. Aksara Latin ini kemudian dikenal luas sebagai aksara Romawi dan berkembang menjadi alfabet Inggris dengan 26 huruf yang kita pelajari sampai sekarang.

 

5. Aksara Terindah

Aksara terindah yang ada di dunia adalah Aksara Burmese yang berasal dari Myanmar. Penulisannya searah dengan jarum jam dan dibuat dengan bentuk lingkaran. Aksara tersebut terdiri atas 33 huruf konsonan dan 8 huruf vokal.

 

6. Aksara Terunik

Cara penulisan yang tidak lazim ditemukan pada aksara Thai dari Thailand. Aksara ini dinobatkan sebagai aksara terunik di dunia. Yang membuatnya unik, dalam bahasa Thai, huruf konsonan ditulis secara mendatar dari kiri dan kanan. Sementara huruf vokal ditulis di atas, bawah, kiri atau kanan dari huruf konsonan.

 

Referensi :

Kompas.com

Kumparan.com

Wikipedia.org

berita lainnya

Direktur Marketing PT. Rintis Sejahtera, Bapak Suryono Hidayat menyerahkan penghargaan 20th Years Appreciation Customer Loyalty Award kepada Bapak Yusak Pranoto, Direktur IT PT Bank Mayapada Internasional Tbk dalam acara Virtual Customer Loyalty Awards Jaringan PRIMA, Kamis, 14 Oktober 2021 ... Selengkapnya >
Bank Indonesia berencana memperluas layanan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) Antarnegara dengan beberapa negara ASEAN.... Selengkapnya >
Direktur Marketing PT. Rintis Sejahtera, Bapak Suryono Hidayat menyerahkan penghargaan 20th Years Appreciation Customer Loyalty Award kepada Bapak Purnomo B. Soetadi, Retail Banking Director PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. dalam acara Virtual Customer Loyalty Awards Jaringan PRIMA, Rabu, 13 Oktober 2021 ... Selengkapnya >