5 Fakta di Balik Medali Emas Greysia/Apriyani pada Olimpiade Tokyo 2020

5 August 2021

  • Share

Kawan PRIMA, euforia masih menyelimuti Indonesia setelah ganda putri, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil mempersembahkan medali emas dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020. Raihan ini merupakan kado manis bagi Indonesia yang segera berulang tahun dua pekan lagi. Keberhasilan ini sekaligus mencatatkan nama keduanya sejajar dengan para pendahulu mereka, yang lebih dulu menyumbang medali emas.

Mulai dari Alan Budikusuma dan Susy Susanti di Olimpiade Barcelona 1992, ganda putra Ricky Subagdja/Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, ganda putra Tony Gunawan/Candra Wijaya di Olimpiade Sydney 2000, tunggal putra Taufik Hidayat di Olimpiade Athena 2004, ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008, ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Namun Kawan PRIMA tahukah kamu bahwa terdapat sejumlah fakta dan rekor yang tercipta di balik prestasi Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020? Berikut informasinya.

 

1. Emas Pertama dari Nomor Ganda Putri

Medali emas yang dipersembahkan Greysia/Apriyani pada Olimpiade Tokyo 2020 adalah medali emas pertama yang diraih Indonesia dari nomor ganda putri. Pasangan ini juga menjadi ganda putri Indonesia pertama yang masuk final Olimpiade cabor bulu tangkis. Sejak keikutsertaan kontingen Indonesia pada Olimpiade tahun 1992, prestasi terbaik ganda putri hanya sampai babak perempat final, yakni pada edisi 1992, 1996, 2000, dan 2016. Pencapaian ganda putri Indonesia yang menempati peringkat keenam dunia ini sangat berkesan, karena berhasil memecahkan rekor yang selama ini belum terwujud dari nomor ganda putri Indonesia di Olimpiade.

 

2. Penyumbang Satu-Satunya Emas untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia berhasil mengoleksi 5 medali. Masing-masing 3 medali perunggu, 1 medali perak dan 1 medali emas persembahan Greysia/Apriyani. Prestasi ini sekaligus melanjutkan tradisi emas Indonesia di cabor bulu tangkis sejak Olimpiade Barcelona 1992. Meskipun tradisi ini sempat terhenti di ajang Olimpiade London 2012, namun pada tujuh edisi lainnya, termasuk Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia selalu berhasil meraih medali emas dari cabor bulu tangkis. Secara keseluruhan, bulu tangkis Indonesia sudah menyumbangkan 8 medali emas Olimpiade untuk Indonesia.

 

3. Emas Pertama di Olimpiade bagi Greysia/Apriyani Rahayu dalam Kariernya

Fakta lain yang tercipta di balik medali emas persembahan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yaitu ini adalah emas pertama yang didapat keduanya di ajang Olimpiade. Setelah penantian panjang, bahkan sempat didiskualifikasi di Olimpiade London 2012 lalu, Greysia kini berhasil mendapatkan medali emas pertamanya di Olimpiade Tokyo 2020. Sementara Apriyani Rahayu yang baru memulai debutnya di ajang Olimpiade, langsung membayar tuntas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

 

4. Greysia Polii Peraih Medali Emas Tertua di Olimpiade

Srikandi berdarah Minahasa ini meraih medali emas Olimpiade di usia 33 tahun 356 hari. Greysia melampaui rekor tunggal putri China, Zhang Ning, yang meraih medali emas di usia 33 tahun 89 hari pada ajang Olimpiade Beijing 2008.

 

5. Rekor bagi Pelatih Eng Hian

Medali emas yang didapat Greysia Polii / Apriyani Rahayu tidak lepas dari tangan dingin pelatih Eng Hian. Raihan emas ini ternyata juga mencetak sejarah tersendiri bagi sang pelatih. Eng Hian mampu mengikuti jejak rekannya Hendrawan yang sukses sebagai pemain dan juga pelatih di ajang Olimpiade. Saat menjadi pemain, Eng Hian pernah meraih medali perunggu di Olimpiade Athena 2004. Saat itu Eng Hian tampil di nomor ganda putra bersama pasangannya Flandy Limpele. Kali ini sebagai pelatih, Eng Hian mampu membawa anak didiknya meraih emas di Olimpiade Tokyo 2020. 

 

 

Referensi:

Kompas.com

Bola.com

Cnnindonesia.com

Liputan6.com

berita lainnya

Berikut ini adalah beberapa cara memaksimalkan penggunaan media sosial untuk menunjang karier... Selengkapnya >
Ada dampak buruk yang ditimbulkan jika anak sering mendapat bentakan, diantaranya:... Selengkapnya >
Meski memiliki tujuan yang sama untuk memudahkan segala kebutuhan, tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya digital banking dan mobile banking adalah dua layanan yang berbeda. Agar lebih memahami perbedaan keduanya, berikut rangkumannya :... Selengkapnya >