Tanda-tanda kamu bukan pendengar yang baik

19 November 2021

  • Share

Kawan PRIMA, dalam sebuah komunikasi dibutuhkan skill untuk mendengar. Meski terdengar sederhana, nyatanya bagi sebagian orang, soft skill yang satu ini cukup sulit dilakukan. Menjadi pendengar yang baik merupakan salah satu penentu keberhasilan komunikasi. Baik itu komunikasi di keluarga, pertemanan maupun di lingkungan kerja. Mengangguk-angguk seolah memahami apa yang disampaikan lawan pembicara dan melakukan kontak mata, tidak jadi jaminan seseorang sudah mendengarkan dengan baik. Menjadi pendengar yang baik tidak cukup dengan memandang langsung lawan bicara saja. Ada banyak hal yang dibutuhkan untuk menjadi pendengar yang baik, diantaranya sebagai berikut.

 

1. Melakukan kegiatan lain

Bermain handphone, mengutak-atik laptop atau bahkan menggoyang-goyangkan kaki saat lawan bicara sedang bercerita, merupakan salah satu tanda kamu bukan pendengar yang baik. Sikap ini menunjukkan kamu tidak menghargai lawan bicara serta bisa membuatnya kecewa. Ada baiknya menyisihkan sedikit waktu untuk fokus mendengar keluh kesah lawan bicaramu.

 

2. Lebih Banyak Berbicara daripada Mendengar

Salah satu tanda kamu bukan pendengar yang baik adalah saat seorang teman datang untuk bercerita, kamu bukannya mendengar tapi justru memberikan respon yang berlebihan. Memberikan komentar yang jauh lebih panjang dan bercerita tentang masalah yang sama sekali tidak berkaitan dengan topik pembicaraan. Bisa juga karena kamu terlalu antusias dengan cerita yang disampaikan lawan bicara, membuatmu secara tidak sadar menginterupsi pembicaraan. Sikap ini sangat mengganggu, bahkan bisa membuat lawan bicara lupa dengan beberapa bagian cerita yang seharusnya ingin disampaikan.

Jadilah pendengar yang baik dengan memberikan waktu lawan bicara untuk menyelesaikan kalimatnya. Lalu berilah komentar dan respon setelahnya.

 

3. Mengatakan Ceritanya Tidak Penting

Standar “penting” setiap orang tentu berbeda-beda. Bisa saja hal yang kamu anggap sepele, justru sangat penting dan membekas bagi orang lain. Untuk itu, jangan mengecewakan lawan bicara dengan menyebut cerita yang mereka sampaikan tidak penting. Jangan pula membandingkan cerita yang mereka disampaikan dengan cerita kamu. Fokuslah untuk mendengarkan dan alangkah lebih baik lagi jika kamu bisa membantu menemukan solusi.

 

4. Tidak Bertanya

Ingin menjadi pendengar yang baik, bukan berarti kamu tidak memberikan respon sama sekali. Setelah lawan bicara kamu selesai dengan ceritanya, sebaiknya ajukan sejumlah pertanyaan, sebagai tanda bahwa kamu mendengarkan. Kamu juga bisa menyampaikan ulang beberapa fakta yang telah disampaikan lawan bicara. Hal ini tidak hanya membantumu untuk menyamakan persepsi dengan maksud ucapannya, tapi juga membuatnya merasa dihargai karena benar-benar didengarkan. Contohnya seperti, "Jadi dia sudah janji akan bayar utang tapi pas dichat justru enggak respon?"

 Pastikan juga kamu memberikan tanggapan yang berempati ya, agar lawan bicara merasa nyaman dan dihargai.

 

Referensi:

 

IdnTimes.com

TribunNews.com

Yahoo.com

berita lainnya

perfeksionis merupakan sifat atau karakter seseorang yang menuntut semua pekerjaan berjalan sempurna tanpa celah... Selengkapnya >
Organisasi kesehatan dunia (WHO) beberapa waktu lalu menetapkan varian ini sebagai Varian of Concern (VoC). Penetapan status ini diberikan karena varian Omicron dianggap lebih ganas dan menular 500 persen lebih cepat dibanding varian Delta.... Selengkapnya >
Apakah kamu tahu asal usul dari Nasi Goreng? Jika belum, kali ini kita akan bahas sejarah dan sejumlah fakta menarik mengenai Nasi Goreng... Selengkapnya >